tidak ada yang berubah saat aku kembali datang di tempat ini...
aku memang tidak kreatif dalam memilih tempat tujuan yang akan didatangi
untuk duduk, nongkrong, atau bergaul
di dalam otakku, tempat yang paling sering aku kunjungi itu yang ada di daftar teratas tumpukan memori data yang akan diambil saat berpikir hendak kemana diriku; apalagi dalam kondisi pergi sendiri seperti saat ini.
alih-alih belajar di kamar untuk menghadapi ujian di minggu depan, kebosanan mengajakku untuk keluar. selain karena rasa lapar, juga dengan alasan klasik seperti biasa bisa ngerjain presentasinya atau belajar di tempat yang ada wi-fi
dan seharusnya aku tahu, bahwa itu tidak pernah akan efektif untuk diriku saat sendirian. ketika aku sendiri, tidak ada yang mengingatkan untuk fokus pada hal belajar, maka akan selalu muncul keinginan untuk melihat dan mengamati orang-orang di sekitarku. sesuatu yang aku sukai sejak dulu, melihat orang-orang..
dan sudah dua jam lebih, aku belum menambahkan apa-apa di presentasiku, selain hanya memperbaiki kata-kata validadi data dari tringulasi menjadi triangulasi sesudah browsing artinya di google.
dan tidak ada yang berubah juga dengan apa yang aku lakukan ketika datang kembali di tempat ini...
celingukan mencari tempat yang ber-ac dan dekat dengan colokan sticker. kemudian memesan menu yang selalu sama: soto mie, tahu pong, minum es lemon tea. sedangkan ini adalah cafe dengan menu utama kopi dan makanan luar-nya (selera desa selalu lebih kuat dan mengenyangkan) kemudian sibuk membuka laptop untuk kemudian mendiamkannya karena sibuk mengamati orang-orang di sekitarku.
ketika sudah hampir tiga jam kemudian aku tersadar, bukan malah kemudian mencoba fokus lagi, tapi lebih memilihi untuk menulis apa yang terjadi di blog ini.
satu suara di dalam diriku berteriak, kau harus fokus untuk kembali belajar! tadi malam kau sudah pakai untuk istirahat, tidak bergaul, untuk memulihkan kondisimu. sekarang saatnya menggunakan energi itu untuk mempersiapkan ujianmu.
lalu kemudian ada suara lain yang menyangkal. baiklah jangan kau sesali waktu tadi. tidak hanya fisik, psikis dan pikiran kita pun perlu di istirahatkan sejenak untuk melakukan hal-hal yang kita sukai. sehingga kembali bugar.
tapi kau sudah cukup istirahat fisik dan psikis!
ini kan weekend, kau berhak untuk melakukan yang kau inginkan
dan mereka terus bersaut-sautan di dalam kepalaku.
dan aku melihat lagi orang-orang di sekitarku,
ketika mereka bicara berdua atau dengan berkelompok, kadang tertawa tergelak. apa yang mereka bicarakan, siapa mereka
orang-orang yang sedang sendirian dengan laptop di meja, apa yang mereka lakukan, apakah mereka sedang bekerja atau mengisi waktu?
orang-orang yang sendirian dan melihat ke luar di jalanan, apa yang sedang mereka pikirkan? apakah ada suara-suara yang bersautan juga di rongga kepala mereka?
hmmhh, saatnya unutuk memesan es lemon tea gelas yang kedua...
28/05/2011
Saturday, May 28, 2011
Monday, May 23, 2011
bosan hidup dalam kecemasan
seorang teman menelfon saya malam ini:'mas ada yang mau aku sharingkan dengan dirimu katanya dengan bersemangat'. 'tentang apa?' tanya saya kepadanya.
'tadi aku nangis di gereja dengan temanku!' lalu lancar dia bercerita..
tentang kehidupan rumah tangga temannya yang gagal karena saat pacaran mereka tidak saling terbuka. tentang bagaimana temannya yang dulu berharap bahwa pasangannya adalah the only one forever in life.
'kok dirimu diam saja mas?' katanya setelah bercerita panjang lebar. 'lah, terus aku harus bilang apa? aku kan dengerin ceritamu..' saya mencoba menjawab
'lah ya nanggapin gimana gitu loh. atau aku yang berempati berlebihan yah?'
saya menyahut cepat 'bukan gitu, aku hanya ngga ngerti mesti ngomong apa soal kayak gini' sesaat terdiam sebelum kemudian dia berkata pelan 'iya sih, aku juga hanya pengin sharing ke kamu. aku kalau dengar kayak gini jadi sedih, dan juga cemas tentang masa depanku. sama seperti orang lain, aku juga pengin menikah dan settle. tapi kalau marriage does not take us anywhere lalu ngapain aku mesti nikah apalagi kalau ujungnya musti pisah atau tidak bahagia' dan saya menjadi semakin diam tak tahu harus menjawab apa.
mungkin karena saya pernah merasakan hal yang sama, mungkin karena saya pernah mengalaminya, mungkin karena saya juga pernah gagal...
selesai bicara di telfon saya merenung, kecemasan seperti yang baru saja di sharingkan oleh teman saya tadi hanya salah satu dari banyak kecemasan yang menghantui saya, dan juga mungkin anda..
ada banyak kecemasan yang bermain dalam otak dan memenuhi kepala kita. tentang hari depan, keluarga, pasangan, keturunan, pekerjaan, pendidikan, dan masih banyak lagi hal lainnya.
kecemasan yang pada umumnya terbentuk dari bayang-bayang dan ketakutan akan kegagalan, emosi-emosi negatif yang akan datang dan mewarnai kehidupan kita. saat hidup tak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. saat hal-hal buruk datang membebani kita. melukai ego maupun status sosial kita.
kita selalu mengatakan dalam kegagalan kita, andai bisa diulang aku akan melakukan dengan lebih baik lagi!kenyataannya, semua sudah terlambat. semua sudah terjadi. yang sudah terjadi tak bisa ditarik lagi ataupun disesali terus menerus. hidup harus terus dilanjutkan dan dijalani. jika kita bisa belajar dari kesalahan-kesalahan di masa lalu untuk menata hidup dengan lebih baik lagi itu bagus! artinya kita menjadi individu atau pribadi yang lebih baik. jika kita tidak bisa belajar dan terus mengulang kesalahan yang sama itu artinya kita bodoh dan tidak mau berkembang. tapi menjadi bodoh atau menjadi pribadi pembelajar kadang itu juga pilihan yang tidak mudah untuk dikalkulasi secara sederhana layaknya rumus fisika dasar atau matematika terapan.
dan kecemasan akan apapun juga hanya membuat hati, pikiran dan fisik kita lelah, tanpa kita melakukan apapun atau memperbaiki apapun. beban absurd karena itu belum terjadi sekarang akan tetapi bebannya sudah mulai kita tanggung. what a fool!
kebanyakan orang membawanya ke dalam doa atau meminta bantuan tuhan agar dimudahkan atau dikuatkan. semua upaya yang dilakukan itu pada intinya bertujuan sama yaitu berusaha untuk menghilangkan kecemasan mereka.
bagi saya, saya sudah bosan hidup saya dibebani dengan kecemasan. dihantui dengan pikiran-pikiran buruk atau ketakutan tentang hari depan yang belum pasti datangnya dan juga belum pasti apakah akan sungguh buruk atau kebalikannya.
sama seperti sebuah pepatah lama mengatakan: everything will be fine. maybe not OK, but things will get better.
kesulitan, halangan, hal-hal buruk yang akan terjadi pada kita, seberat apapun itu pasti tak akan abadi - karena hidup terus berjalan dan kita terus melangkah.
ketika tidak ada yang abadi dan yang tidak berubah hanyalah perubahan itu sendiri, maka seburuk apapun yang akan kita hadapi pasti akan berganti juga. jika demikian apa yang harus kita takutkan lagi..
alih-alih hidup dalam kecemasan dan kekhawatiran, saya akan terus berusaha untuk mengambil setiap detik dalam hidup ini bersama dengan orang-orang di sekitar saya.
saya akan berusaha mensyukuri bahwa saya merasa didukung dan dicintai, bahwa saya diperhatikan, bahwa saya mempunyai pekerjaan untuk dilakukan dan yang menghidupi saya. dan banyak hal lain yang menggembirakan dan selalu bisa untuk disyukuri.
mungkin ada beberapa saat lamanya saya akan sedih, marah, kecewa, atau menyesal untuk hal-hal yang terjadi dalam hidup saya, untuk kesalahan yang saya lakukan. yang kemudian membuat saya cemas atau takut. tapi saya akan berusaha untuk membuat tidak terlalu lama.
karena saya tidak tahu berapa lama lagi sisa hidup saya, maka saya memilih untuk tidak berdiam dalam kegelapan atau bayangan suram. saya memilih untuk berusaha mencari terang dan kebahagiaan. semampu saya, yang sebisa mungkin saya bisa raih dan jalani
semoga anda sepaham dengan saya. semoga anda mengusahakan hal yang sama.
hidup ini tidak pernah memihak, hidup ini hanya akan terus berjalan.
pilihan nya ada di tangan kita, sang pelaku kehidupan itu sendiri...
'tadi aku nangis di gereja dengan temanku!' lalu lancar dia bercerita..
tentang kehidupan rumah tangga temannya yang gagal karena saat pacaran mereka tidak saling terbuka. tentang bagaimana temannya yang dulu berharap bahwa pasangannya adalah the only one forever in life.
'kok dirimu diam saja mas?' katanya setelah bercerita panjang lebar. 'lah, terus aku harus bilang apa? aku kan dengerin ceritamu..' saya mencoba menjawab
'lah ya nanggapin gimana gitu loh. atau aku yang berempati berlebihan yah?'
saya menyahut cepat 'bukan gitu, aku hanya ngga ngerti mesti ngomong apa soal kayak gini' sesaat terdiam sebelum kemudian dia berkata pelan 'iya sih, aku juga hanya pengin sharing ke kamu. aku kalau dengar kayak gini jadi sedih, dan juga cemas tentang masa depanku. sama seperti orang lain, aku juga pengin menikah dan settle. tapi kalau marriage does not take us anywhere lalu ngapain aku mesti nikah apalagi kalau ujungnya musti pisah atau tidak bahagia' dan saya menjadi semakin diam tak tahu harus menjawab apa.
mungkin karena saya pernah merasakan hal yang sama, mungkin karena saya pernah mengalaminya, mungkin karena saya juga pernah gagal...
selesai bicara di telfon saya merenung, kecemasan seperti yang baru saja di sharingkan oleh teman saya tadi hanya salah satu dari banyak kecemasan yang menghantui saya, dan juga mungkin anda..
ada banyak kecemasan yang bermain dalam otak dan memenuhi kepala kita. tentang hari depan, keluarga, pasangan, keturunan, pekerjaan, pendidikan, dan masih banyak lagi hal lainnya.
kecemasan yang pada umumnya terbentuk dari bayang-bayang dan ketakutan akan kegagalan, emosi-emosi negatif yang akan datang dan mewarnai kehidupan kita. saat hidup tak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. saat hal-hal buruk datang membebani kita. melukai ego maupun status sosial kita.
kita selalu mengatakan dalam kegagalan kita, andai bisa diulang aku akan melakukan dengan lebih baik lagi!kenyataannya, semua sudah terlambat. semua sudah terjadi. yang sudah terjadi tak bisa ditarik lagi ataupun disesali terus menerus. hidup harus terus dilanjutkan dan dijalani. jika kita bisa belajar dari kesalahan-kesalahan di masa lalu untuk menata hidup dengan lebih baik lagi itu bagus! artinya kita menjadi individu atau pribadi yang lebih baik. jika kita tidak bisa belajar dan terus mengulang kesalahan yang sama itu artinya kita bodoh dan tidak mau berkembang. tapi menjadi bodoh atau menjadi pribadi pembelajar kadang itu juga pilihan yang tidak mudah untuk dikalkulasi secara sederhana layaknya rumus fisika dasar atau matematika terapan.
dan kecemasan akan apapun juga hanya membuat hati, pikiran dan fisik kita lelah, tanpa kita melakukan apapun atau memperbaiki apapun. beban absurd karena itu belum terjadi sekarang akan tetapi bebannya sudah mulai kita tanggung. what a fool!
kebanyakan orang membawanya ke dalam doa atau meminta bantuan tuhan agar dimudahkan atau dikuatkan. semua upaya yang dilakukan itu pada intinya bertujuan sama yaitu berusaha untuk menghilangkan kecemasan mereka.
bagi saya, saya sudah bosan hidup saya dibebani dengan kecemasan. dihantui dengan pikiran-pikiran buruk atau ketakutan tentang hari depan yang belum pasti datangnya dan juga belum pasti apakah akan sungguh buruk atau kebalikannya.
sama seperti sebuah pepatah lama mengatakan: everything will be fine. maybe not OK, but things will get better.
kesulitan, halangan, hal-hal buruk yang akan terjadi pada kita, seberat apapun itu pasti tak akan abadi - karena hidup terus berjalan dan kita terus melangkah.
ketika tidak ada yang abadi dan yang tidak berubah hanyalah perubahan itu sendiri, maka seburuk apapun yang akan kita hadapi pasti akan berganti juga. jika demikian apa yang harus kita takutkan lagi..
alih-alih hidup dalam kecemasan dan kekhawatiran, saya akan terus berusaha untuk mengambil setiap detik dalam hidup ini bersama dengan orang-orang di sekitar saya.
saya akan berusaha mensyukuri bahwa saya merasa didukung dan dicintai, bahwa saya diperhatikan, bahwa saya mempunyai pekerjaan untuk dilakukan dan yang menghidupi saya. dan banyak hal lain yang menggembirakan dan selalu bisa untuk disyukuri.
mungkin ada beberapa saat lamanya saya akan sedih, marah, kecewa, atau menyesal untuk hal-hal yang terjadi dalam hidup saya, untuk kesalahan yang saya lakukan. yang kemudian membuat saya cemas atau takut. tapi saya akan berusaha untuk membuat tidak terlalu lama.
karena saya tidak tahu berapa lama lagi sisa hidup saya, maka saya memilih untuk tidak berdiam dalam kegelapan atau bayangan suram. saya memilih untuk berusaha mencari terang dan kebahagiaan. semampu saya, yang sebisa mungkin saya bisa raih dan jalani
semoga anda sepaham dengan saya. semoga anda mengusahakan hal yang sama.
hidup ini tidak pernah memihak, hidup ini hanya akan terus berjalan.
pilihan nya ada di tangan kita, sang pelaku kehidupan itu sendiri...
Friday, April 8, 2011
ilusi diriku
dia berdiri di ujung ruangan, wajahnya ditutup cadar
dia berdiri di ujung ruangan, matanya sayu seakan menyimpan pahit kehidupan
tatap matanya layu seakan menahan derita
wajahnya menunduk pasi dalam diam. tak ada suara yang terucapkan
ada sepi yang membentang membuat jarak antara kami
bicaralah padaku, bisikku - aku tak bisa membaca pikiranmu
namun dia hanya terus membeku dalam bisu
aku ulurkan tangan untuk menggapainya, namun tak teraih
dan dia hanya diam tak menyambut uluranku
ada sepi yang membentang membuat jarak antara kami
aku tak bisa seperti ini, seakan ada dalam dunia yang berbeda
dia seperti tak bisa diraih, tak bisa direngkuh
tapi kenapa dia ada di ruanganku, kenapa dia tak pergi entah kemana
aku berteriak padanya, apa yang kau mau
buka cadarmu sehingga aku bisa melihatmu jeritku
dalam bisu tangannya bergerak
melepaskan cadar di wajahnya
kenapa wajahnya berubah-ubah?
aku melihat wajah-wajah masa laluku
dia berdiri di ujung ruangan, sekarang wajahnya menatapku
ya tuhan, aku melihat perempuan itu adalah diriku...
dia berjalan ke arahku, menghampiri dan memelukku
diriku menjadi satu..
dia berdiri di ujung ruangan, matanya sayu seakan menyimpan pahit kehidupan
tatap matanya layu seakan menahan derita
wajahnya menunduk pasi dalam diam. tak ada suara yang terucapkan
ada sepi yang membentang membuat jarak antara kami
bicaralah padaku, bisikku - aku tak bisa membaca pikiranmu
namun dia hanya terus membeku dalam bisu
aku ulurkan tangan untuk menggapainya, namun tak teraih
dan dia hanya diam tak menyambut uluranku
ada sepi yang membentang membuat jarak antara kami
aku tak bisa seperti ini, seakan ada dalam dunia yang berbeda
dia seperti tak bisa diraih, tak bisa direngkuh
tapi kenapa dia ada di ruanganku, kenapa dia tak pergi entah kemana
aku berteriak padanya, apa yang kau mau
buka cadarmu sehingga aku bisa melihatmu jeritku
dalam bisu tangannya bergerak
melepaskan cadar di wajahnya
kenapa wajahnya berubah-ubah?
aku melihat wajah-wajah masa laluku
dia berdiri di ujung ruangan, sekarang wajahnya menatapku
ya tuhan, aku melihat perempuan itu adalah diriku...
dia berjalan ke arahku, menghampiri dan memelukku
diriku menjadi satu..
apa yang kita percayai dalam kehidupan ini
hal-hal apa yang kita percayai dalam kehidupan ini,
yang memampukan dan menyemangati kita untuk terus berjuang
dan memperjuangkan hidup kita dengan sebaik mungkin...
minggu-minggu terakhir ini saya menyaksikan dan bertemu dengan banyak pribadi hebat.
hebat menurut saya karena mereka mengajarkan tentang bagaimana mengisi
dan memperjuangkan hidup dengan sepenuh mungkin
beberapa mengajarkan juga apa yang harus saya tidak lakukan,
dalam kehidupan yang sudah berada di kepala tiga ini, setengah dari perjalanan kehidupan kata beberapa orang, kadang saya berpikir ada baiknya untuk berhenti sejenak - melihat apa yang sudah dilakukan dalam setengah perjalanan kehidupan ini.
apa yang sudah dipelajari, pengalaman dan kejadian yang membentuk dan mengajarkan banyak hal.
tanpa harus menjadi melankolis atau terikat erat pada pengalaman masa lalu, sebagaimana layaknya sebuah project, kehidupan memang perlu untuk direview. hal-hal apa saja yang sudah kita lakukan, apa yang belum kita lakukan dengan baik, apa yang harus ditingkatkan dan diperbaiki untuk mencapai tujuan berikutnya
dan dalam proses pembelajaran itu kadang kita diperkaya dengan pengalaman orang-orang di sekitar kita
kadang saya tak percaya mendengar cerita-cerita kehidupan yang dialami orang lain. beberapa membuat saya iri, akan tetapi sangat banyak yang membuat saya bisa bersyukur. dalam tumpukan masalah dan kelamnya pengalaman kehidupan saya, ternyata masih banyak orang yang lebih tidak beruntung dalam kehidupan ini.
akan tetapi hebatnya adalah, pribadi-pribadi itu tidak menyerah, akan tetapi mengubah ketidakberuntungan itu menjadi pemicu untuk berbuat lebih jauh lagi. untuk melakukan banyak hal baik untuk mereka sendiri, keluarga, dan orang-orang terdekatnya.
ajaran agama dan keyakinan iman mungkin menjadi salah satu pijakan yang mendasari keyakinan mereka untuk melanjutkan hidup. akan tetapi lebih jauh lagi, pasti ada sesuatu yang mereka percayai dalam hidup ini. sesuatu yang diharapkan akan terjadi sehingga mereka masih bertahan.
sangat mudah untuk mengatakan: aku mempercayaimu kepada orang lain, akan tetapi terkadang jauh lebih sulit untuk bisa mempercayai diri kita sendiri. mempercayai bahwa kehidupan selalu menyimpan banyak hal baik yang siap untuk dianugerahkan.
dan saya masih belum tahu pasti apa yang setiap orang percayai dalam hidup mereka sehingga dalam semua hal baik atau buruk yang terjadi - kehidupan tetap dimainkan dengan seindah mungkin. alasan yang mungkin berbeda pada setiap pribadi
dan alih-alih terus mempertanyakan, saya akan berhenti sejenak. kemudian kembali melihat pada diri dan hidup saya sendiri. kemudian bertanya: apa yang saya percayai dalam kehidupan ini?
saya akan mencari tahu hal itu, karena itu akan membekali saya untuk terus melangkahkan kaki melewati jalan setapak kehidupan.
jadi jangan pernah berhenti untuk selalu mencari dan percaya. pada semua hal baik yang akan terjadi, pada semua kekuatan yang memampukan kita untuk melakukan sesuatu, pada harapan dan impian, pada pelangi kehidupan...
salam sayang,
yang memampukan dan menyemangati kita untuk terus berjuang
dan memperjuangkan hidup kita dengan sebaik mungkin...
minggu-minggu terakhir ini saya menyaksikan dan bertemu dengan banyak pribadi hebat.
hebat menurut saya karena mereka mengajarkan tentang bagaimana mengisi
dan memperjuangkan hidup dengan sepenuh mungkin
beberapa mengajarkan juga apa yang harus saya tidak lakukan,
dalam kehidupan yang sudah berada di kepala tiga ini, setengah dari perjalanan kehidupan kata beberapa orang, kadang saya berpikir ada baiknya untuk berhenti sejenak - melihat apa yang sudah dilakukan dalam setengah perjalanan kehidupan ini.
apa yang sudah dipelajari, pengalaman dan kejadian yang membentuk dan mengajarkan banyak hal.
tanpa harus menjadi melankolis atau terikat erat pada pengalaman masa lalu, sebagaimana layaknya sebuah project, kehidupan memang perlu untuk direview. hal-hal apa saja yang sudah kita lakukan, apa yang belum kita lakukan dengan baik, apa yang harus ditingkatkan dan diperbaiki untuk mencapai tujuan berikutnya
dan dalam proses pembelajaran itu kadang kita diperkaya dengan pengalaman orang-orang di sekitar kita
kadang saya tak percaya mendengar cerita-cerita kehidupan yang dialami orang lain. beberapa membuat saya iri, akan tetapi sangat banyak yang membuat saya bisa bersyukur. dalam tumpukan masalah dan kelamnya pengalaman kehidupan saya, ternyata masih banyak orang yang lebih tidak beruntung dalam kehidupan ini.
akan tetapi hebatnya adalah, pribadi-pribadi itu tidak menyerah, akan tetapi mengubah ketidakberuntungan itu menjadi pemicu untuk berbuat lebih jauh lagi. untuk melakukan banyak hal baik untuk mereka sendiri, keluarga, dan orang-orang terdekatnya.
ajaran agama dan keyakinan iman mungkin menjadi salah satu pijakan yang mendasari keyakinan mereka untuk melanjutkan hidup. akan tetapi lebih jauh lagi, pasti ada sesuatu yang mereka percayai dalam hidup ini. sesuatu yang diharapkan akan terjadi sehingga mereka masih bertahan.
sangat mudah untuk mengatakan: aku mempercayaimu kepada orang lain, akan tetapi terkadang jauh lebih sulit untuk bisa mempercayai diri kita sendiri. mempercayai bahwa kehidupan selalu menyimpan banyak hal baik yang siap untuk dianugerahkan.
dan saya masih belum tahu pasti apa yang setiap orang percayai dalam hidup mereka sehingga dalam semua hal baik atau buruk yang terjadi - kehidupan tetap dimainkan dengan seindah mungkin. alasan yang mungkin berbeda pada setiap pribadi
dan alih-alih terus mempertanyakan, saya akan berhenti sejenak. kemudian kembali melihat pada diri dan hidup saya sendiri. kemudian bertanya: apa yang saya percayai dalam kehidupan ini?
saya akan mencari tahu hal itu, karena itu akan membekali saya untuk terus melangkahkan kaki melewati jalan setapak kehidupan.
jadi jangan pernah berhenti untuk selalu mencari dan percaya. pada semua hal baik yang akan terjadi, pada semua kekuatan yang memampukan kita untuk melakukan sesuatu, pada harapan dan impian, pada pelangi kehidupan...
salam sayang,
Sunday, February 20, 2011
kemarahan tidak pernah menyelesaikan permasalahan
banyak teori menyatakan jangan pernah memendam emosimu, ungkapkan itu, cari jalan untuk menyalurkannya, sehingga tidak mengendap dan merusak diri kita sendiri.
pada tataran bahwa emosi itu harus disalurkan dan dikeluarkan, memang benar, akan tetapi ternyata tidak sesederhana itu. kita juga harus bisa menyalurkan dan mengeluarkan emosi secara tepat sehingga tidak menambah buruk kondisi yang ada dan berdampak kembali pada kita sendiri
emosi, terutama yang negatif, sangat sering terjadi pada hari-hari kehidupan kita. tidak semua hal yang kita alami menyenangkan tentu saja. banyak hal yang mudah membangkitkan emosi kita, entah itu di kantor, di sekolah, di lingkungan bergaul kita, maupun orang-orang terdekat kita. dan mengungkapkan emosi dalam bentuk kemarahan, apalagi jika membabi-buta ternyata tidak pernah menyelesaikan masalah yang menyebabkan hal itu terjadi. seringnya malah memperburuk dan menambah parah permasalahan.
sebagai orang yang emosional, saya belajar banyak tentang hal ini di hari-hari belakangan kemarin. mungkin tuntutan pekerjaan, permasalahan hidup, kondisi lingkungan, dan banyak hak lain yang bisa saya persalahkan atau saya tuding menjadi penyebab munculnya emosi saya (selain tentu saja diri sendiri yang selalu sering lepas kendali dan masih kurang kontrol sebagai faktor utama pencetus emosi).
mudah bagi saya untuk menelaah teori-teori yang ada. but when it comes to reality, when the anger rule my mind, everything i know suddenly disappear.
saya bisa jadi sangat mudah untuk mencaci, mengeluarkan kata-kata kasar, bahkan pada orang-orang terdekat saya, yang seharusnya saya sayangi, saya jaga, dan perhatikan. terhadap teman-teman sekerja yang tidak melakukan hal yang seharusnya mereka lakukan menurut kebenaran saya, terhadap teman-teman di sekitar saya yang saya anggap melakukan hal yang salah di mata saya.
dan sungguh, emosi yang keluar dalam bentuk kemarahan itu, tidak pernah menghasilkan hal yang lebih baik, bagi orang-orang yang menjadi objek pelampiasan emosi saya, maupun bagi saya sendiri. yang muncul mungkin adalah rasa takut, segan, kikuk, atau mungkin benci yang tersembunyi. di lain pihak, kemarahan itu tidak membawa solusi apapun untuk memperbaiki keadaan. apakah dengan marah itu akan memuaskan dan melegakan saya? ternyata tidak juga. perasaan saya tidak menjadi lebih baik sesudahnya.
berkaca dari pengalaman-pengalaman yang terjadi, ada beberapa hal yang menjadi pelajaran untuk saya:
1. jika saya emosi dan ingin marah, lebih baik saya berdiam diri sejenak atau menyendiri meninggalkan subjek atau objek penyebab kemarahan saya. daripada mengeluarkannya secara langsung.
2. saya tetap harus mengkomunikasikan kemarahan dan kekecewaan saya terhadap sesuatu itu kepada orang yang bersangkutan sehingga tidak menjadi beban yang saya pendam. akan tetapi harus menunggu sampai saya tenang dulu agar pembicaraannya tidak berubah menjadi pertengkaran
3. saya perlu belajar untuk melihat bahwa tidak semua orang sempurna. dan saat orang lain melakukan kesalahan dari kacamata saya, mungkin mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan atau memang itu yang terbaik dilakukan menurut mereka. saya hanya harus mengklarifikasi dan mencari jalan tengah kemenangan bersama
dan ketiga hal di atas sungguh tidak mudah untuk bisa selalu dilakukan, terutama jika kita sudah meradang. akan tetapi saya percaya bahwa semua hal itu bisa dilatih dan dibiasakan. saya percaya bahwa kebaikan dan perbaikan diri itupun memerlukan latihan dan ketekunan.
mungkin yang terjadi pada saya, tidak sama persis dengan yang anda atau orang lain alami. pelajaran yang saya dapat mungkin tak selalu serupa. tapi semoga kita bisa mengambil sesuatu dari pengalaman saya. dan semoga itu bisa memperkaya.
saya masih terus belajar, dan mungkin saya juga akan belajar kepada anda jika anda mau berbagi dengan saya. jika anda juga masih dan sedang belajar, maka mari kita lakukan latihan ini bersama. remember: practice make perfect.
dan berbagilah dengan saya tentang apa yang anda pelajari dalam latihan anda.
tuhan memberkati,
pada tataran bahwa emosi itu harus disalurkan dan dikeluarkan, memang benar, akan tetapi ternyata tidak sesederhana itu. kita juga harus bisa menyalurkan dan mengeluarkan emosi secara tepat sehingga tidak menambah buruk kondisi yang ada dan berdampak kembali pada kita sendiri
emosi, terutama yang negatif, sangat sering terjadi pada hari-hari kehidupan kita. tidak semua hal yang kita alami menyenangkan tentu saja. banyak hal yang mudah membangkitkan emosi kita, entah itu di kantor, di sekolah, di lingkungan bergaul kita, maupun orang-orang terdekat kita. dan mengungkapkan emosi dalam bentuk kemarahan, apalagi jika membabi-buta ternyata tidak pernah menyelesaikan masalah yang menyebabkan hal itu terjadi. seringnya malah memperburuk dan menambah parah permasalahan.
sebagai orang yang emosional, saya belajar banyak tentang hal ini di hari-hari belakangan kemarin. mungkin tuntutan pekerjaan, permasalahan hidup, kondisi lingkungan, dan banyak hak lain yang bisa saya persalahkan atau saya tuding menjadi penyebab munculnya emosi saya (selain tentu saja diri sendiri yang selalu sering lepas kendali dan masih kurang kontrol sebagai faktor utama pencetus emosi).
mudah bagi saya untuk menelaah teori-teori yang ada. but when it comes to reality, when the anger rule my mind, everything i know suddenly disappear.
saya bisa jadi sangat mudah untuk mencaci, mengeluarkan kata-kata kasar, bahkan pada orang-orang terdekat saya, yang seharusnya saya sayangi, saya jaga, dan perhatikan. terhadap teman-teman sekerja yang tidak melakukan hal yang seharusnya mereka lakukan menurut kebenaran saya, terhadap teman-teman di sekitar saya yang saya anggap melakukan hal yang salah di mata saya.
dan sungguh, emosi yang keluar dalam bentuk kemarahan itu, tidak pernah menghasilkan hal yang lebih baik, bagi orang-orang yang menjadi objek pelampiasan emosi saya, maupun bagi saya sendiri. yang muncul mungkin adalah rasa takut, segan, kikuk, atau mungkin benci yang tersembunyi. di lain pihak, kemarahan itu tidak membawa solusi apapun untuk memperbaiki keadaan. apakah dengan marah itu akan memuaskan dan melegakan saya? ternyata tidak juga. perasaan saya tidak menjadi lebih baik sesudahnya.
berkaca dari pengalaman-pengalaman yang terjadi, ada beberapa hal yang menjadi pelajaran untuk saya:
1. jika saya emosi dan ingin marah, lebih baik saya berdiam diri sejenak atau menyendiri meninggalkan subjek atau objek penyebab kemarahan saya. daripada mengeluarkannya secara langsung.
2. saya tetap harus mengkomunikasikan kemarahan dan kekecewaan saya terhadap sesuatu itu kepada orang yang bersangkutan sehingga tidak menjadi beban yang saya pendam. akan tetapi harus menunggu sampai saya tenang dulu agar pembicaraannya tidak berubah menjadi pertengkaran
3. saya perlu belajar untuk melihat bahwa tidak semua orang sempurna. dan saat orang lain melakukan kesalahan dari kacamata saya, mungkin mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan atau memang itu yang terbaik dilakukan menurut mereka. saya hanya harus mengklarifikasi dan mencari jalan tengah kemenangan bersama
dan ketiga hal di atas sungguh tidak mudah untuk bisa selalu dilakukan, terutama jika kita sudah meradang. akan tetapi saya percaya bahwa semua hal itu bisa dilatih dan dibiasakan. saya percaya bahwa kebaikan dan perbaikan diri itupun memerlukan latihan dan ketekunan.
mungkin yang terjadi pada saya, tidak sama persis dengan yang anda atau orang lain alami. pelajaran yang saya dapat mungkin tak selalu serupa. tapi semoga kita bisa mengambil sesuatu dari pengalaman saya. dan semoga itu bisa memperkaya.
saya masih terus belajar, dan mungkin saya juga akan belajar kepada anda jika anda mau berbagi dengan saya. jika anda juga masih dan sedang belajar, maka mari kita lakukan latihan ini bersama. remember: practice make perfect.
dan berbagilah dengan saya tentang apa yang anda pelajari dalam latihan anda.
tuhan memberkati,
Wednesday, February 2, 2011
tentang ketekunan dalam proses yang dijalani
hal lain yang menjadi resolusi saya di tahun 2011 ini adalah hidup dengan lebih sehat. beberapa hal yang saya lakukan adalah mulai menjaga pola makan, jam istirahat yang lebih teratur, dan berolahraga lagi.
saya memilih fitness, dengan pertimbangan bahwa ada lokasi yang dekat dengan kantor - sehingga lebih mudah dan praktis saya bisa berolahraga sesudah bekerja, waktu yang lebih flexible, dan selain segar juga mendapatkan bentuk tubuh yang lebih indah dan proporsional :)
ada banyak slogan dan tulisan yang saya temukan di dinding tempat fitness: kebanyakan tentang ketekunan, proses, dan kerja keras untuk mencapai hasil yang ditargetkan. bahwa fitness bukan hanya sekedar olah raga pembentukan badan, akan tetapi juga keuntungan lain yang bisa diperoleh misalnya refreshing, fokus fikiran, dll.
yang mau saya ceritakan adalah proses yang saya jalani dan juga orang-orang yang saya lihat berada di sana untuk latihan dengan teratur. jujur bagi saya, setelah berhenti berolah raga selama lebih dari dua tahun, sangat berat untuk memulai kembali. jantung rasanya mau pecah saat dipakai berlari, perut keram, dll
beberapa orang yang tekun berlatih dan saya temui di sana kelihatan mulai menikmati rutinitas dan proses yang mereka lakukan. sedang saya setelah 5x latihan mulai merasakan kebosanan dan kadang berpikir: gila udah bayar, disiksa gini, hasilnya apa yah.
saat saya mulai bosan, kemudian saya mencoba melihat lagi kenapa saya melakukan ini semua. dan kenapa orang-orang yang saya temui di tempat fitness itu terus bertahan berulang-ulang ada di sana. sambil saya mengingat tulisan-tulisan di dinding tempat latihan.
perlahan kemudian timbul benang merah di pemikiran saya, hal yang pasti teman-teman semua juga sudah pahami dan mengerti dengan baik: ini soal tujuan yang hendak dicapai dan hasil yang ingin diperoleh. apa yang dilakukan sekarang merupakan proses menuju ke arah itu dan kita butuh bertekun dalam proses yang dijalani.
tidak semua orang berhasil dalam proses dan ketekunan ini. entah karena kemalasan, kurangnya atau tidak bisa membagi waktu, urusan yang dianggap lebih penting, dll
saya juga tidak tertarik untuk menganalisa dan menjustifikasi karena alasan setiap orang mungkin tidak sama dan semua orang punya kebenaran masing-masing
yang ingin saya ambil dan pegang untuk menyemangati saya adalah bahwa ada proses yang harus dilalui dalam setiap perjuangan dan usaha untuk mencapai hasil apapun yang kita inginkan..apapun itu, hampir semua hal membutuhkan perjuangan dan usaha.
maka ketekunan menjadi hal yang penting bagi kita untuk terus bertahan. visualisasi hasil dan kebahagiaan yang akan didapatkan mungkin bisa menyemangati kita, ditambah dengan dukungan dari teman-teman seperjalanan. membangun dan mempertahankan sikap positif supaya kita tidak menyerah dan meninggalkan apa yang sudah kita mulai.
jadi, semoga ini mengingatkan kita, dalam hal apapun yang sedang kita lakukan saat ini, jika kita merasa itu layak untuk dijalani dan diperjuangkan untuk hasil dan kebahagiaan yang akan kita dapatkan di akhir nanti, maka bertahanlah, bertekunlah dalam setiap usaha dan perjuangan yang sedang dilakukan. carilah sebanyak mungkin hal baik yang bisa menguatkan.
semoga berhasil, kita: anda dan saya :)
saya memilih fitness, dengan pertimbangan bahwa ada lokasi yang dekat dengan kantor - sehingga lebih mudah dan praktis saya bisa berolahraga sesudah bekerja, waktu yang lebih flexible, dan selain segar juga mendapatkan bentuk tubuh yang lebih indah dan proporsional :)
ada banyak slogan dan tulisan yang saya temukan di dinding tempat fitness: kebanyakan tentang ketekunan, proses, dan kerja keras untuk mencapai hasil yang ditargetkan. bahwa fitness bukan hanya sekedar olah raga pembentukan badan, akan tetapi juga keuntungan lain yang bisa diperoleh misalnya refreshing, fokus fikiran, dll.
yang mau saya ceritakan adalah proses yang saya jalani dan juga orang-orang yang saya lihat berada di sana untuk latihan dengan teratur. jujur bagi saya, setelah berhenti berolah raga selama lebih dari dua tahun, sangat berat untuk memulai kembali. jantung rasanya mau pecah saat dipakai berlari, perut keram, dll
beberapa orang yang tekun berlatih dan saya temui di sana kelihatan mulai menikmati rutinitas dan proses yang mereka lakukan. sedang saya setelah 5x latihan mulai merasakan kebosanan dan kadang berpikir: gila udah bayar, disiksa gini, hasilnya apa yah.
saat saya mulai bosan, kemudian saya mencoba melihat lagi kenapa saya melakukan ini semua. dan kenapa orang-orang yang saya temui di tempat fitness itu terus bertahan berulang-ulang ada di sana. sambil saya mengingat tulisan-tulisan di dinding tempat latihan.
perlahan kemudian timbul benang merah di pemikiran saya, hal yang pasti teman-teman semua juga sudah pahami dan mengerti dengan baik: ini soal tujuan yang hendak dicapai dan hasil yang ingin diperoleh. apa yang dilakukan sekarang merupakan proses menuju ke arah itu dan kita butuh bertekun dalam proses yang dijalani.
tidak semua orang berhasil dalam proses dan ketekunan ini. entah karena kemalasan, kurangnya atau tidak bisa membagi waktu, urusan yang dianggap lebih penting, dll
saya juga tidak tertarik untuk menganalisa dan menjustifikasi karena alasan setiap orang mungkin tidak sama dan semua orang punya kebenaran masing-masing
yang ingin saya ambil dan pegang untuk menyemangati saya adalah bahwa ada proses yang harus dilalui dalam setiap perjuangan dan usaha untuk mencapai hasil apapun yang kita inginkan..apapun itu, hampir semua hal membutuhkan perjuangan dan usaha.
maka ketekunan menjadi hal yang penting bagi kita untuk terus bertahan. visualisasi hasil dan kebahagiaan yang akan didapatkan mungkin bisa menyemangati kita, ditambah dengan dukungan dari teman-teman seperjalanan. membangun dan mempertahankan sikap positif supaya kita tidak menyerah dan meninggalkan apa yang sudah kita mulai.
jadi, semoga ini mengingatkan kita, dalam hal apapun yang sedang kita lakukan saat ini, jika kita merasa itu layak untuk dijalani dan diperjuangkan untuk hasil dan kebahagiaan yang akan kita dapatkan di akhir nanti, maka bertahanlah, bertekunlah dalam setiap usaha dan perjuangan yang sedang dilakukan. carilah sebanyak mungkin hal baik yang bisa menguatkan.
semoga berhasil, kita: anda dan saya :)
Monday, January 24, 2011
2011, tahun yang akan dijalani
agak terlambat sebenarnya untuk membicarakan tentang tahun 2011 ini karena sudah hampir satu bulan tahun ini akan dijalani
ah, akan tetapi bukankah masih ada bilangan 11 dalam hitungan bulan yang harus dijalani, jadi semoga ini masih belum begitu terlambat. dan juga, better late than never masih cukup sesuai dalam konteks ini
saya belum bisa menulis banyak saat ini; selain karena ini sudah lewat tengah malam dimana salah satu resolusi tahun 2011 saya adalah tidur dengan lebih cepat sehingga bangun di pagi hari dengan bada yang lebih segar, saya juga punya begitu banyak hal dan pikiran yang sebenarnya ingin saya tuangkan, akan tetapi masih ada begitu banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan on the other hand.
saya hanya ingin sampaikan, setelah menjalani tahun 2009 dan 2010 kemarin yang terus terang begitu penuh dengan banyak hal yang menguras energi, pikiran dan perasaan saya, segala hal dalam carut marut emosi yang terjadi, saya punya banyak harapan di tahun 2011 ini...
meskipun ada banyak hal yang masih saya cemaskan, ada banyak kekuatiran yang terbayang, tantangan dan kesulitan yang terpikirkan, saya mempunyai banyak impian dan tujuan yang ingin saya wujudkan di tahun ini.
ini akan menjadi tahun besar dan hebat bagi saya, perjuangan untuk membangun lagi kehidupan saya menjadi lebih utuh dan penuh dalam semua aspek yang bisa saya pikirkan.
ada banyak resolusi yang saya susun, ada banyak rencana yang menunggu untuk diwujudkan, dan saya fokus, berusaha sekuat mungkin untuk mencapainya.
siapapun anda, dimanapun anda berada, saat anda membaca tulisan ini, saya ingin katakan bahwa anda pun mempunyai hal berharga untuk diperjuangkan, cita-cita dan tujuan dalam kehidupan anda. mulailah dengan anda sendiri, kebahagiaan anda, mimpi-mimpi anda. dan yakinlah saat itu menjadi penuh, anda akan mampu menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar anda..
mari kita memperjuangkan hidup kita di tahun 2011 ini..yah kita...anda dan saya...
bersama dengan orang-orang yang berdinamika dengan kita..
saya berdoa semoga perjuangan anda dimudahkan, dan tuhan memberkati anda, sama seperti saya yakin tuhan akan menolong saya, amin.
ah, akan tetapi bukankah masih ada bilangan 11 dalam hitungan bulan yang harus dijalani, jadi semoga ini masih belum begitu terlambat. dan juga, better late than never masih cukup sesuai dalam konteks ini
saya belum bisa menulis banyak saat ini; selain karena ini sudah lewat tengah malam dimana salah satu resolusi tahun 2011 saya adalah tidur dengan lebih cepat sehingga bangun di pagi hari dengan bada yang lebih segar, saya juga punya begitu banyak hal dan pikiran yang sebenarnya ingin saya tuangkan, akan tetapi masih ada begitu banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan on the other hand.
saya hanya ingin sampaikan, setelah menjalani tahun 2009 dan 2010 kemarin yang terus terang begitu penuh dengan banyak hal yang menguras energi, pikiran dan perasaan saya, segala hal dalam carut marut emosi yang terjadi, saya punya banyak harapan di tahun 2011 ini...
meskipun ada banyak hal yang masih saya cemaskan, ada banyak kekuatiran yang terbayang, tantangan dan kesulitan yang terpikirkan, saya mempunyai banyak impian dan tujuan yang ingin saya wujudkan di tahun ini.
ini akan menjadi tahun besar dan hebat bagi saya, perjuangan untuk membangun lagi kehidupan saya menjadi lebih utuh dan penuh dalam semua aspek yang bisa saya pikirkan.
ada banyak resolusi yang saya susun, ada banyak rencana yang menunggu untuk diwujudkan, dan saya fokus, berusaha sekuat mungkin untuk mencapainya.
siapapun anda, dimanapun anda berada, saat anda membaca tulisan ini, saya ingin katakan bahwa anda pun mempunyai hal berharga untuk diperjuangkan, cita-cita dan tujuan dalam kehidupan anda. mulailah dengan anda sendiri, kebahagiaan anda, mimpi-mimpi anda. dan yakinlah saat itu menjadi penuh, anda akan mampu menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar anda..
mari kita memperjuangkan hidup kita di tahun 2011 ini..yah kita...anda dan saya...
bersama dengan orang-orang yang berdinamika dengan kita..
saya berdoa semoga perjuangan anda dimudahkan, dan tuhan memberkati anda, sama seperti saya yakin tuhan akan menolong saya, amin.
Subscribe to:
Posts (Atom)