dia berdiri di ujung ruangan, wajahnya ditutup cadar
dia berdiri di ujung ruangan, matanya sayu seakan menyimpan pahit kehidupan
tatap matanya layu seakan menahan derita
wajahnya menunduk pasi dalam diam. tak ada suara yang terucapkan
ada sepi yang membentang membuat jarak antara kami
bicaralah padaku, bisikku - aku tak bisa membaca pikiranmu
namun dia hanya terus membeku dalam bisu
aku ulurkan tangan untuk menggapainya, namun tak teraih
dan dia hanya diam tak menyambut uluranku
ada sepi yang membentang membuat jarak antara kami
aku tak bisa seperti ini, seakan ada dalam dunia yang berbeda
dia seperti tak bisa diraih, tak bisa direngkuh
tapi kenapa dia ada di ruanganku, kenapa dia tak pergi entah kemana
aku berteriak padanya, apa yang kau mau
buka cadarmu sehingga aku bisa melihatmu jeritku
dalam bisu tangannya bergerak
melepaskan cadar di wajahnya
kenapa wajahnya berubah-ubah?
aku melihat wajah-wajah masa laluku
dia berdiri di ujung ruangan, sekarang wajahnya menatapku
ya tuhan, aku melihat perempuan itu adalah diriku...
dia berjalan ke arahku, menghampiri dan memelukku
diriku menjadi satu..
Friday, April 8, 2011
apa yang kita percayai dalam kehidupan ini
hal-hal apa yang kita percayai dalam kehidupan ini,
yang memampukan dan menyemangati kita untuk terus berjuang
dan memperjuangkan hidup kita dengan sebaik mungkin...
minggu-minggu terakhir ini saya menyaksikan dan bertemu dengan banyak pribadi hebat.
hebat menurut saya karena mereka mengajarkan tentang bagaimana mengisi
dan memperjuangkan hidup dengan sepenuh mungkin
beberapa mengajarkan juga apa yang harus saya tidak lakukan,
dalam kehidupan yang sudah berada di kepala tiga ini, setengah dari perjalanan kehidupan kata beberapa orang, kadang saya berpikir ada baiknya untuk berhenti sejenak - melihat apa yang sudah dilakukan dalam setengah perjalanan kehidupan ini.
apa yang sudah dipelajari, pengalaman dan kejadian yang membentuk dan mengajarkan banyak hal.
tanpa harus menjadi melankolis atau terikat erat pada pengalaman masa lalu, sebagaimana layaknya sebuah project, kehidupan memang perlu untuk direview. hal-hal apa saja yang sudah kita lakukan, apa yang belum kita lakukan dengan baik, apa yang harus ditingkatkan dan diperbaiki untuk mencapai tujuan berikutnya
dan dalam proses pembelajaran itu kadang kita diperkaya dengan pengalaman orang-orang di sekitar kita
kadang saya tak percaya mendengar cerita-cerita kehidupan yang dialami orang lain. beberapa membuat saya iri, akan tetapi sangat banyak yang membuat saya bisa bersyukur. dalam tumpukan masalah dan kelamnya pengalaman kehidupan saya, ternyata masih banyak orang yang lebih tidak beruntung dalam kehidupan ini.
akan tetapi hebatnya adalah, pribadi-pribadi itu tidak menyerah, akan tetapi mengubah ketidakberuntungan itu menjadi pemicu untuk berbuat lebih jauh lagi. untuk melakukan banyak hal baik untuk mereka sendiri, keluarga, dan orang-orang terdekatnya.
ajaran agama dan keyakinan iman mungkin menjadi salah satu pijakan yang mendasari keyakinan mereka untuk melanjutkan hidup. akan tetapi lebih jauh lagi, pasti ada sesuatu yang mereka percayai dalam hidup ini. sesuatu yang diharapkan akan terjadi sehingga mereka masih bertahan.
sangat mudah untuk mengatakan: aku mempercayaimu kepada orang lain, akan tetapi terkadang jauh lebih sulit untuk bisa mempercayai diri kita sendiri. mempercayai bahwa kehidupan selalu menyimpan banyak hal baik yang siap untuk dianugerahkan.
dan saya masih belum tahu pasti apa yang setiap orang percayai dalam hidup mereka sehingga dalam semua hal baik atau buruk yang terjadi - kehidupan tetap dimainkan dengan seindah mungkin. alasan yang mungkin berbeda pada setiap pribadi
dan alih-alih terus mempertanyakan, saya akan berhenti sejenak. kemudian kembali melihat pada diri dan hidup saya sendiri. kemudian bertanya: apa yang saya percayai dalam kehidupan ini?
saya akan mencari tahu hal itu, karena itu akan membekali saya untuk terus melangkahkan kaki melewati jalan setapak kehidupan.
jadi jangan pernah berhenti untuk selalu mencari dan percaya. pada semua hal baik yang akan terjadi, pada semua kekuatan yang memampukan kita untuk melakukan sesuatu, pada harapan dan impian, pada pelangi kehidupan...
salam sayang,
yang memampukan dan menyemangati kita untuk terus berjuang
dan memperjuangkan hidup kita dengan sebaik mungkin...
minggu-minggu terakhir ini saya menyaksikan dan bertemu dengan banyak pribadi hebat.
hebat menurut saya karena mereka mengajarkan tentang bagaimana mengisi
dan memperjuangkan hidup dengan sepenuh mungkin
beberapa mengajarkan juga apa yang harus saya tidak lakukan,
dalam kehidupan yang sudah berada di kepala tiga ini, setengah dari perjalanan kehidupan kata beberapa orang, kadang saya berpikir ada baiknya untuk berhenti sejenak - melihat apa yang sudah dilakukan dalam setengah perjalanan kehidupan ini.
apa yang sudah dipelajari, pengalaman dan kejadian yang membentuk dan mengajarkan banyak hal.
tanpa harus menjadi melankolis atau terikat erat pada pengalaman masa lalu, sebagaimana layaknya sebuah project, kehidupan memang perlu untuk direview. hal-hal apa saja yang sudah kita lakukan, apa yang belum kita lakukan dengan baik, apa yang harus ditingkatkan dan diperbaiki untuk mencapai tujuan berikutnya
dan dalam proses pembelajaran itu kadang kita diperkaya dengan pengalaman orang-orang di sekitar kita
kadang saya tak percaya mendengar cerita-cerita kehidupan yang dialami orang lain. beberapa membuat saya iri, akan tetapi sangat banyak yang membuat saya bisa bersyukur. dalam tumpukan masalah dan kelamnya pengalaman kehidupan saya, ternyata masih banyak orang yang lebih tidak beruntung dalam kehidupan ini.
akan tetapi hebatnya adalah, pribadi-pribadi itu tidak menyerah, akan tetapi mengubah ketidakberuntungan itu menjadi pemicu untuk berbuat lebih jauh lagi. untuk melakukan banyak hal baik untuk mereka sendiri, keluarga, dan orang-orang terdekatnya.
ajaran agama dan keyakinan iman mungkin menjadi salah satu pijakan yang mendasari keyakinan mereka untuk melanjutkan hidup. akan tetapi lebih jauh lagi, pasti ada sesuatu yang mereka percayai dalam hidup ini. sesuatu yang diharapkan akan terjadi sehingga mereka masih bertahan.
sangat mudah untuk mengatakan: aku mempercayaimu kepada orang lain, akan tetapi terkadang jauh lebih sulit untuk bisa mempercayai diri kita sendiri. mempercayai bahwa kehidupan selalu menyimpan banyak hal baik yang siap untuk dianugerahkan.
dan saya masih belum tahu pasti apa yang setiap orang percayai dalam hidup mereka sehingga dalam semua hal baik atau buruk yang terjadi - kehidupan tetap dimainkan dengan seindah mungkin. alasan yang mungkin berbeda pada setiap pribadi
dan alih-alih terus mempertanyakan, saya akan berhenti sejenak. kemudian kembali melihat pada diri dan hidup saya sendiri. kemudian bertanya: apa yang saya percayai dalam kehidupan ini?
saya akan mencari tahu hal itu, karena itu akan membekali saya untuk terus melangkahkan kaki melewati jalan setapak kehidupan.
jadi jangan pernah berhenti untuk selalu mencari dan percaya. pada semua hal baik yang akan terjadi, pada semua kekuatan yang memampukan kita untuk melakukan sesuatu, pada harapan dan impian, pada pelangi kehidupan...
salam sayang,
Sunday, February 20, 2011
kemarahan tidak pernah menyelesaikan permasalahan
banyak teori menyatakan jangan pernah memendam emosimu, ungkapkan itu, cari jalan untuk menyalurkannya, sehingga tidak mengendap dan merusak diri kita sendiri.
pada tataran bahwa emosi itu harus disalurkan dan dikeluarkan, memang benar, akan tetapi ternyata tidak sesederhana itu. kita juga harus bisa menyalurkan dan mengeluarkan emosi secara tepat sehingga tidak menambah buruk kondisi yang ada dan berdampak kembali pada kita sendiri
emosi, terutama yang negatif, sangat sering terjadi pada hari-hari kehidupan kita. tidak semua hal yang kita alami menyenangkan tentu saja. banyak hal yang mudah membangkitkan emosi kita, entah itu di kantor, di sekolah, di lingkungan bergaul kita, maupun orang-orang terdekat kita. dan mengungkapkan emosi dalam bentuk kemarahan, apalagi jika membabi-buta ternyata tidak pernah menyelesaikan masalah yang menyebabkan hal itu terjadi. seringnya malah memperburuk dan menambah parah permasalahan.
sebagai orang yang emosional, saya belajar banyak tentang hal ini di hari-hari belakangan kemarin. mungkin tuntutan pekerjaan, permasalahan hidup, kondisi lingkungan, dan banyak hak lain yang bisa saya persalahkan atau saya tuding menjadi penyebab munculnya emosi saya (selain tentu saja diri sendiri yang selalu sering lepas kendali dan masih kurang kontrol sebagai faktor utama pencetus emosi).
mudah bagi saya untuk menelaah teori-teori yang ada. but when it comes to reality, when the anger rule my mind, everything i know suddenly disappear.
saya bisa jadi sangat mudah untuk mencaci, mengeluarkan kata-kata kasar, bahkan pada orang-orang terdekat saya, yang seharusnya saya sayangi, saya jaga, dan perhatikan. terhadap teman-teman sekerja yang tidak melakukan hal yang seharusnya mereka lakukan menurut kebenaran saya, terhadap teman-teman di sekitar saya yang saya anggap melakukan hal yang salah di mata saya.
dan sungguh, emosi yang keluar dalam bentuk kemarahan itu, tidak pernah menghasilkan hal yang lebih baik, bagi orang-orang yang menjadi objek pelampiasan emosi saya, maupun bagi saya sendiri. yang muncul mungkin adalah rasa takut, segan, kikuk, atau mungkin benci yang tersembunyi. di lain pihak, kemarahan itu tidak membawa solusi apapun untuk memperbaiki keadaan. apakah dengan marah itu akan memuaskan dan melegakan saya? ternyata tidak juga. perasaan saya tidak menjadi lebih baik sesudahnya.
berkaca dari pengalaman-pengalaman yang terjadi, ada beberapa hal yang menjadi pelajaran untuk saya:
1. jika saya emosi dan ingin marah, lebih baik saya berdiam diri sejenak atau menyendiri meninggalkan subjek atau objek penyebab kemarahan saya. daripada mengeluarkannya secara langsung.
2. saya tetap harus mengkomunikasikan kemarahan dan kekecewaan saya terhadap sesuatu itu kepada orang yang bersangkutan sehingga tidak menjadi beban yang saya pendam. akan tetapi harus menunggu sampai saya tenang dulu agar pembicaraannya tidak berubah menjadi pertengkaran
3. saya perlu belajar untuk melihat bahwa tidak semua orang sempurna. dan saat orang lain melakukan kesalahan dari kacamata saya, mungkin mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan atau memang itu yang terbaik dilakukan menurut mereka. saya hanya harus mengklarifikasi dan mencari jalan tengah kemenangan bersama
dan ketiga hal di atas sungguh tidak mudah untuk bisa selalu dilakukan, terutama jika kita sudah meradang. akan tetapi saya percaya bahwa semua hal itu bisa dilatih dan dibiasakan. saya percaya bahwa kebaikan dan perbaikan diri itupun memerlukan latihan dan ketekunan.
mungkin yang terjadi pada saya, tidak sama persis dengan yang anda atau orang lain alami. pelajaran yang saya dapat mungkin tak selalu serupa. tapi semoga kita bisa mengambil sesuatu dari pengalaman saya. dan semoga itu bisa memperkaya.
saya masih terus belajar, dan mungkin saya juga akan belajar kepada anda jika anda mau berbagi dengan saya. jika anda juga masih dan sedang belajar, maka mari kita lakukan latihan ini bersama. remember: practice make perfect.
dan berbagilah dengan saya tentang apa yang anda pelajari dalam latihan anda.
tuhan memberkati,
pada tataran bahwa emosi itu harus disalurkan dan dikeluarkan, memang benar, akan tetapi ternyata tidak sesederhana itu. kita juga harus bisa menyalurkan dan mengeluarkan emosi secara tepat sehingga tidak menambah buruk kondisi yang ada dan berdampak kembali pada kita sendiri
emosi, terutama yang negatif, sangat sering terjadi pada hari-hari kehidupan kita. tidak semua hal yang kita alami menyenangkan tentu saja. banyak hal yang mudah membangkitkan emosi kita, entah itu di kantor, di sekolah, di lingkungan bergaul kita, maupun orang-orang terdekat kita. dan mengungkapkan emosi dalam bentuk kemarahan, apalagi jika membabi-buta ternyata tidak pernah menyelesaikan masalah yang menyebabkan hal itu terjadi. seringnya malah memperburuk dan menambah parah permasalahan.
sebagai orang yang emosional, saya belajar banyak tentang hal ini di hari-hari belakangan kemarin. mungkin tuntutan pekerjaan, permasalahan hidup, kondisi lingkungan, dan banyak hak lain yang bisa saya persalahkan atau saya tuding menjadi penyebab munculnya emosi saya (selain tentu saja diri sendiri yang selalu sering lepas kendali dan masih kurang kontrol sebagai faktor utama pencetus emosi).
mudah bagi saya untuk menelaah teori-teori yang ada. but when it comes to reality, when the anger rule my mind, everything i know suddenly disappear.
saya bisa jadi sangat mudah untuk mencaci, mengeluarkan kata-kata kasar, bahkan pada orang-orang terdekat saya, yang seharusnya saya sayangi, saya jaga, dan perhatikan. terhadap teman-teman sekerja yang tidak melakukan hal yang seharusnya mereka lakukan menurut kebenaran saya, terhadap teman-teman di sekitar saya yang saya anggap melakukan hal yang salah di mata saya.
dan sungguh, emosi yang keluar dalam bentuk kemarahan itu, tidak pernah menghasilkan hal yang lebih baik, bagi orang-orang yang menjadi objek pelampiasan emosi saya, maupun bagi saya sendiri. yang muncul mungkin adalah rasa takut, segan, kikuk, atau mungkin benci yang tersembunyi. di lain pihak, kemarahan itu tidak membawa solusi apapun untuk memperbaiki keadaan. apakah dengan marah itu akan memuaskan dan melegakan saya? ternyata tidak juga. perasaan saya tidak menjadi lebih baik sesudahnya.
berkaca dari pengalaman-pengalaman yang terjadi, ada beberapa hal yang menjadi pelajaran untuk saya:
1. jika saya emosi dan ingin marah, lebih baik saya berdiam diri sejenak atau menyendiri meninggalkan subjek atau objek penyebab kemarahan saya. daripada mengeluarkannya secara langsung.
2. saya tetap harus mengkomunikasikan kemarahan dan kekecewaan saya terhadap sesuatu itu kepada orang yang bersangkutan sehingga tidak menjadi beban yang saya pendam. akan tetapi harus menunggu sampai saya tenang dulu agar pembicaraannya tidak berubah menjadi pertengkaran
3. saya perlu belajar untuk melihat bahwa tidak semua orang sempurna. dan saat orang lain melakukan kesalahan dari kacamata saya, mungkin mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan atau memang itu yang terbaik dilakukan menurut mereka. saya hanya harus mengklarifikasi dan mencari jalan tengah kemenangan bersama
dan ketiga hal di atas sungguh tidak mudah untuk bisa selalu dilakukan, terutama jika kita sudah meradang. akan tetapi saya percaya bahwa semua hal itu bisa dilatih dan dibiasakan. saya percaya bahwa kebaikan dan perbaikan diri itupun memerlukan latihan dan ketekunan.
mungkin yang terjadi pada saya, tidak sama persis dengan yang anda atau orang lain alami. pelajaran yang saya dapat mungkin tak selalu serupa. tapi semoga kita bisa mengambil sesuatu dari pengalaman saya. dan semoga itu bisa memperkaya.
saya masih terus belajar, dan mungkin saya juga akan belajar kepada anda jika anda mau berbagi dengan saya. jika anda juga masih dan sedang belajar, maka mari kita lakukan latihan ini bersama. remember: practice make perfect.
dan berbagilah dengan saya tentang apa yang anda pelajari dalam latihan anda.
tuhan memberkati,
Wednesday, February 2, 2011
tentang ketekunan dalam proses yang dijalani
hal lain yang menjadi resolusi saya di tahun 2011 ini adalah hidup dengan lebih sehat. beberapa hal yang saya lakukan adalah mulai menjaga pola makan, jam istirahat yang lebih teratur, dan berolahraga lagi.
saya memilih fitness, dengan pertimbangan bahwa ada lokasi yang dekat dengan kantor - sehingga lebih mudah dan praktis saya bisa berolahraga sesudah bekerja, waktu yang lebih flexible, dan selain segar juga mendapatkan bentuk tubuh yang lebih indah dan proporsional :)
ada banyak slogan dan tulisan yang saya temukan di dinding tempat fitness: kebanyakan tentang ketekunan, proses, dan kerja keras untuk mencapai hasil yang ditargetkan. bahwa fitness bukan hanya sekedar olah raga pembentukan badan, akan tetapi juga keuntungan lain yang bisa diperoleh misalnya refreshing, fokus fikiran, dll.
yang mau saya ceritakan adalah proses yang saya jalani dan juga orang-orang yang saya lihat berada di sana untuk latihan dengan teratur. jujur bagi saya, setelah berhenti berolah raga selama lebih dari dua tahun, sangat berat untuk memulai kembali. jantung rasanya mau pecah saat dipakai berlari, perut keram, dll
beberapa orang yang tekun berlatih dan saya temui di sana kelihatan mulai menikmati rutinitas dan proses yang mereka lakukan. sedang saya setelah 5x latihan mulai merasakan kebosanan dan kadang berpikir: gila udah bayar, disiksa gini, hasilnya apa yah.
saat saya mulai bosan, kemudian saya mencoba melihat lagi kenapa saya melakukan ini semua. dan kenapa orang-orang yang saya temui di tempat fitness itu terus bertahan berulang-ulang ada di sana. sambil saya mengingat tulisan-tulisan di dinding tempat latihan.
perlahan kemudian timbul benang merah di pemikiran saya, hal yang pasti teman-teman semua juga sudah pahami dan mengerti dengan baik: ini soal tujuan yang hendak dicapai dan hasil yang ingin diperoleh. apa yang dilakukan sekarang merupakan proses menuju ke arah itu dan kita butuh bertekun dalam proses yang dijalani.
tidak semua orang berhasil dalam proses dan ketekunan ini. entah karena kemalasan, kurangnya atau tidak bisa membagi waktu, urusan yang dianggap lebih penting, dll
saya juga tidak tertarik untuk menganalisa dan menjustifikasi karena alasan setiap orang mungkin tidak sama dan semua orang punya kebenaran masing-masing
yang ingin saya ambil dan pegang untuk menyemangati saya adalah bahwa ada proses yang harus dilalui dalam setiap perjuangan dan usaha untuk mencapai hasil apapun yang kita inginkan..apapun itu, hampir semua hal membutuhkan perjuangan dan usaha.
maka ketekunan menjadi hal yang penting bagi kita untuk terus bertahan. visualisasi hasil dan kebahagiaan yang akan didapatkan mungkin bisa menyemangati kita, ditambah dengan dukungan dari teman-teman seperjalanan. membangun dan mempertahankan sikap positif supaya kita tidak menyerah dan meninggalkan apa yang sudah kita mulai.
jadi, semoga ini mengingatkan kita, dalam hal apapun yang sedang kita lakukan saat ini, jika kita merasa itu layak untuk dijalani dan diperjuangkan untuk hasil dan kebahagiaan yang akan kita dapatkan di akhir nanti, maka bertahanlah, bertekunlah dalam setiap usaha dan perjuangan yang sedang dilakukan. carilah sebanyak mungkin hal baik yang bisa menguatkan.
semoga berhasil, kita: anda dan saya :)
saya memilih fitness, dengan pertimbangan bahwa ada lokasi yang dekat dengan kantor - sehingga lebih mudah dan praktis saya bisa berolahraga sesudah bekerja, waktu yang lebih flexible, dan selain segar juga mendapatkan bentuk tubuh yang lebih indah dan proporsional :)
ada banyak slogan dan tulisan yang saya temukan di dinding tempat fitness: kebanyakan tentang ketekunan, proses, dan kerja keras untuk mencapai hasil yang ditargetkan. bahwa fitness bukan hanya sekedar olah raga pembentukan badan, akan tetapi juga keuntungan lain yang bisa diperoleh misalnya refreshing, fokus fikiran, dll.
yang mau saya ceritakan adalah proses yang saya jalani dan juga orang-orang yang saya lihat berada di sana untuk latihan dengan teratur. jujur bagi saya, setelah berhenti berolah raga selama lebih dari dua tahun, sangat berat untuk memulai kembali. jantung rasanya mau pecah saat dipakai berlari, perut keram, dll
beberapa orang yang tekun berlatih dan saya temui di sana kelihatan mulai menikmati rutinitas dan proses yang mereka lakukan. sedang saya setelah 5x latihan mulai merasakan kebosanan dan kadang berpikir: gila udah bayar, disiksa gini, hasilnya apa yah.
saat saya mulai bosan, kemudian saya mencoba melihat lagi kenapa saya melakukan ini semua. dan kenapa orang-orang yang saya temui di tempat fitness itu terus bertahan berulang-ulang ada di sana. sambil saya mengingat tulisan-tulisan di dinding tempat latihan.
perlahan kemudian timbul benang merah di pemikiran saya, hal yang pasti teman-teman semua juga sudah pahami dan mengerti dengan baik: ini soal tujuan yang hendak dicapai dan hasil yang ingin diperoleh. apa yang dilakukan sekarang merupakan proses menuju ke arah itu dan kita butuh bertekun dalam proses yang dijalani.
tidak semua orang berhasil dalam proses dan ketekunan ini. entah karena kemalasan, kurangnya atau tidak bisa membagi waktu, urusan yang dianggap lebih penting, dll
saya juga tidak tertarik untuk menganalisa dan menjustifikasi karena alasan setiap orang mungkin tidak sama dan semua orang punya kebenaran masing-masing
yang ingin saya ambil dan pegang untuk menyemangati saya adalah bahwa ada proses yang harus dilalui dalam setiap perjuangan dan usaha untuk mencapai hasil apapun yang kita inginkan..apapun itu, hampir semua hal membutuhkan perjuangan dan usaha.
maka ketekunan menjadi hal yang penting bagi kita untuk terus bertahan. visualisasi hasil dan kebahagiaan yang akan didapatkan mungkin bisa menyemangati kita, ditambah dengan dukungan dari teman-teman seperjalanan. membangun dan mempertahankan sikap positif supaya kita tidak menyerah dan meninggalkan apa yang sudah kita mulai.
jadi, semoga ini mengingatkan kita, dalam hal apapun yang sedang kita lakukan saat ini, jika kita merasa itu layak untuk dijalani dan diperjuangkan untuk hasil dan kebahagiaan yang akan kita dapatkan di akhir nanti, maka bertahanlah, bertekunlah dalam setiap usaha dan perjuangan yang sedang dilakukan. carilah sebanyak mungkin hal baik yang bisa menguatkan.
semoga berhasil, kita: anda dan saya :)
Monday, January 24, 2011
2011, tahun yang akan dijalani
agak terlambat sebenarnya untuk membicarakan tentang tahun 2011 ini karena sudah hampir satu bulan tahun ini akan dijalani
ah, akan tetapi bukankah masih ada bilangan 11 dalam hitungan bulan yang harus dijalani, jadi semoga ini masih belum begitu terlambat. dan juga, better late than never masih cukup sesuai dalam konteks ini
saya belum bisa menulis banyak saat ini; selain karena ini sudah lewat tengah malam dimana salah satu resolusi tahun 2011 saya adalah tidur dengan lebih cepat sehingga bangun di pagi hari dengan bada yang lebih segar, saya juga punya begitu banyak hal dan pikiran yang sebenarnya ingin saya tuangkan, akan tetapi masih ada begitu banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan on the other hand.
saya hanya ingin sampaikan, setelah menjalani tahun 2009 dan 2010 kemarin yang terus terang begitu penuh dengan banyak hal yang menguras energi, pikiran dan perasaan saya, segala hal dalam carut marut emosi yang terjadi, saya punya banyak harapan di tahun 2011 ini...
meskipun ada banyak hal yang masih saya cemaskan, ada banyak kekuatiran yang terbayang, tantangan dan kesulitan yang terpikirkan, saya mempunyai banyak impian dan tujuan yang ingin saya wujudkan di tahun ini.
ini akan menjadi tahun besar dan hebat bagi saya, perjuangan untuk membangun lagi kehidupan saya menjadi lebih utuh dan penuh dalam semua aspek yang bisa saya pikirkan.
ada banyak resolusi yang saya susun, ada banyak rencana yang menunggu untuk diwujudkan, dan saya fokus, berusaha sekuat mungkin untuk mencapainya.
siapapun anda, dimanapun anda berada, saat anda membaca tulisan ini, saya ingin katakan bahwa anda pun mempunyai hal berharga untuk diperjuangkan, cita-cita dan tujuan dalam kehidupan anda. mulailah dengan anda sendiri, kebahagiaan anda, mimpi-mimpi anda. dan yakinlah saat itu menjadi penuh, anda akan mampu menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar anda..
mari kita memperjuangkan hidup kita di tahun 2011 ini..yah kita...anda dan saya...
bersama dengan orang-orang yang berdinamika dengan kita..
saya berdoa semoga perjuangan anda dimudahkan, dan tuhan memberkati anda, sama seperti saya yakin tuhan akan menolong saya, amin.
ah, akan tetapi bukankah masih ada bilangan 11 dalam hitungan bulan yang harus dijalani, jadi semoga ini masih belum begitu terlambat. dan juga, better late than never masih cukup sesuai dalam konteks ini
saya belum bisa menulis banyak saat ini; selain karena ini sudah lewat tengah malam dimana salah satu resolusi tahun 2011 saya adalah tidur dengan lebih cepat sehingga bangun di pagi hari dengan bada yang lebih segar, saya juga punya begitu banyak hal dan pikiran yang sebenarnya ingin saya tuangkan, akan tetapi masih ada begitu banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan on the other hand.
saya hanya ingin sampaikan, setelah menjalani tahun 2009 dan 2010 kemarin yang terus terang begitu penuh dengan banyak hal yang menguras energi, pikiran dan perasaan saya, segala hal dalam carut marut emosi yang terjadi, saya punya banyak harapan di tahun 2011 ini...
meskipun ada banyak hal yang masih saya cemaskan, ada banyak kekuatiran yang terbayang, tantangan dan kesulitan yang terpikirkan, saya mempunyai banyak impian dan tujuan yang ingin saya wujudkan di tahun ini.
ini akan menjadi tahun besar dan hebat bagi saya, perjuangan untuk membangun lagi kehidupan saya menjadi lebih utuh dan penuh dalam semua aspek yang bisa saya pikirkan.
ada banyak resolusi yang saya susun, ada banyak rencana yang menunggu untuk diwujudkan, dan saya fokus, berusaha sekuat mungkin untuk mencapainya.
siapapun anda, dimanapun anda berada, saat anda membaca tulisan ini, saya ingin katakan bahwa anda pun mempunyai hal berharga untuk diperjuangkan, cita-cita dan tujuan dalam kehidupan anda. mulailah dengan anda sendiri, kebahagiaan anda, mimpi-mimpi anda. dan yakinlah saat itu menjadi penuh, anda akan mampu menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar anda..
mari kita memperjuangkan hidup kita di tahun 2011 ini..yah kita...anda dan saya...
bersama dengan orang-orang yang berdinamika dengan kita..
saya berdoa semoga perjuangan anda dimudahkan, dan tuhan memberkati anda, sama seperti saya yakin tuhan akan menolong saya, amin.
Friday, November 26, 2010
kesenangan apa yang kita cari sebenarnya
2 minggu yang lalu saya diajak teman saya untuk dugem di bilangan segitiga emas jakarta. ada party ulang tahun salah satu pemilik klab di situ. lu bisa minum apa saja bro, free fall kata teman saya, saya mengiyakan karena memang sudah lama sekali tidak minum liquor dan masuk ke klab lagi.
jam 11 malam pulang dari kantor saya tidak pulang tetapi langsung menuju ke sana, tidak usah mandi atau jaga penampilan cuman mau minum ini pikir saya.
ternyata suasanya meriah sekali. ada beberapa artis dan penyanyi yang datang dan semuanya wangi serta menarik. saya jadi agak culun rasanya tapi ya sudahlah lah wong saya memang pengin datang untuk minum. dan jadilah malam itu saya minum dengan enaknya :)
saya mulai dikenalkan oleh teman-teman saya ke beberapa orang di situ. yang berulang tahun baru berumur tiga puluh tahun; wah kaya sekali baru 30 sudah jadi pemilik klab pikir saya (sekarang saya teringat salah satu dari 50 perempuan berpengaruh di dunia yaitu salah satu VP Google baru berusia 35 tahun, bos saya regional manager south east asia baru berusia 33 tahun), kemudian saya dikenalkan ke beberapa sosialita party jakarta yang lain. nah yang di ujung itu god father guwe bro, salah satu komisaris group besar di indonesia. saya mangguk-mangguk sambil bersalaman (siapa tahu bisa di rekrut jadi staf ahli komisaris atau direktur pikir saya)
teman-temanmu ini kerjanya apa bos? tanya saya, ngga tau gw nggak pernah tanya. ketemu aja kalau party, siangnya ngga ngerti gw jawab teman saya dengan cueknya. saya tetap mengangguk-angguk, entah mengerti atau karena otak saya mulai dipengaruhi alkohol. pandangan mata saya menatap sekeliling, para artis, sosialita itu, kemudian berhenti pada si bapak komisaris;
usianya pasti sudah lebih dari 50 tahun dan dia kelihatan capek sebenarnya, dikelilingi dan diciumi oleh banyak perempuan cantik di sekitarnya si bapak nampak mulai kelelahan. dia mulai duduk, terlihat terkantuk-kantuk dan sempat tertidur di kursinya sambil duduk. saat orang datang untuk bersalaman dan menyapanya, si bapak nampak kaget, berusaha tersenyum, lalu kemudian mengantuk dan tidur lagi (pikir saya kenapa tidak pulang saja toh pak sudah lewat tengah malam juga mbok ya jaga kondisi).
lalu saya mulai sok sibuk menganalisa kenapa si bapak dan orang-orang ini termasuk saya datang, karena kenal, diundang, sebagai teman atau rekanan bisnis mungkin
atau karena mencari kesenangan dengan minum (seperti saya) dan datang ke tempat seperti ini untuk relax, menari, dan melepas kepenatan bergaul dengan teman-teman.
tidak ada yang salah dengan semua alasan itu tentu saja, sekali lagi ini hanya pikiran saya yang menganalisa...
lalu saya menganalisa lagi kenapa tadi setelah makan malam saya bersama saya ikut teman-teman saya datang ke salah satu klab di hotel bintang 5 di bangkok ini untuk minum, atau having fun with girls begitu kata mereka; instead of untuk pulang ke hotel dan beristirahat karena minggu ini begitu sibuk dengan pekerjaan.
mungkin alasan yang sama dengan orang-orang yang datang ke party teman saya itu dua minggu yang lalu.
tapi ternyata rasanya kini tidak lagi sama kesenangannya. saya tidak lagi terlalu menikmati minum dan suasananya. atau mungkin saya yang sudah menua atau tidak gaul lagi, saya tidak tahu
saya lebih menikmati kesenangan yang lain, dengan membaca dan membalas email kantor kemudian menulis blog sambil makan phad thai gong dengan jus semangka ini. walaupun hotel ini besar dan dingin sekali untuk seorang diri
apakah ini kesenangan yang lebih sehat atau kesenangan lain sesaat saya juga tidak tahu...
apa yang sebenarnya kita cari...
jam 11 malam pulang dari kantor saya tidak pulang tetapi langsung menuju ke sana, tidak usah mandi atau jaga penampilan cuman mau minum ini pikir saya.
ternyata suasanya meriah sekali. ada beberapa artis dan penyanyi yang datang dan semuanya wangi serta menarik. saya jadi agak culun rasanya tapi ya sudahlah lah wong saya memang pengin datang untuk minum. dan jadilah malam itu saya minum dengan enaknya :)
saya mulai dikenalkan oleh teman-teman saya ke beberapa orang di situ. yang berulang tahun baru berumur tiga puluh tahun; wah kaya sekali baru 30 sudah jadi pemilik klab pikir saya (sekarang saya teringat salah satu dari 50 perempuan berpengaruh di dunia yaitu salah satu VP Google baru berusia 35 tahun, bos saya regional manager south east asia baru berusia 33 tahun), kemudian saya dikenalkan ke beberapa sosialita party jakarta yang lain. nah yang di ujung itu god father guwe bro, salah satu komisaris group besar di indonesia. saya mangguk-mangguk sambil bersalaman (siapa tahu bisa di rekrut jadi staf ahli komisaris atau direktur pikir saya)
teman-temanmu ini kerjanya apa bos? tanya saya, ngga tau gw nggak pernah tanya. ketemu aja kalau party, siangnya ngga ngerti gw jawab teman saya dengan cueknya. saya tetap mengangguk-angguk, entah mengerti atau karena otak saya mulai dipengaruhi alkohol. pandangan mata saya menatap sekeliling, para artis, sosialita itu, kemudian berhenti pada si bapak komisaris;
usianya pasti sudah lebih dari 50 tahun dan dia kelihatan capek sebenarnya, dikelilingi dan diciumi oleh banyak perempuan cantik di sekitarnya si bapak nampak mulai kelelahan. dia mulai duduk, terlihat terkantuk-kantuk dan sempat tertidur di kursinya sambil duduk. saat orang datang untuk bersalaman dan menyapanya, si bapak nampak kaget, berusaha tersenyum, lalu kemudian mengantuk dan tidur lagi (pikir saya kenapa tidak pulang saja toh pak sudah lewat tengah malam juga mbok ya jaga kondisi).
lalu saya mulai sok sibuk menganalisa kenapa si bapak dan orang-orang ini termasuk saya datang, karena kenal, diundang, sebagai teman atau rekanan bisnis mungkin
atau karena mencari kesenangan dengan minum (seperti saya) dan datang ke tempat seperti ini untuk relax, menari, dan melepas kepenatan bergaul dengan teman-teman.
tidak ada yang salah dengan semua alasan itu tentu saja, sekali lagi ini hanya pikiran saya yang menganalisa...
lalu saya menganalisa lagi kenapa tadi setelah makan malam saya bersama saya ikut teman-teman saya datang ke salah satu klab di hotel bintang 5 di bangkok ini untuk minum, atau having fun with girls begitu kata mereka; instead of untuk pulang ke hotel dan beristirahat karena minggu ini begitu sibuk dengan pekerjaan.
mungkin alasan yang sama dengan orang-orang yang datang ke party teman saya itu dua minggu yang lalu.
tapi ternyata rasanya kini tidak lagi sama kesenangannya. saya tidak lagi terlalu menikmati minum dan suasananya. atau mungkin saya yang sudah menua atau tidak gaul lagi, saya tidak tahu
saya lebih menikmati kesenangan yang lain, dengan membaca dan membalas email kantor kemudian menulis blog sambil makan phad thai gong dengan jus semangka ini. walaupun hotel ini besar dan dingin sekali untuk seorang diri
apakah ini kesenangan yang lebih sehat atau kesenangan lain sesaat saya juga tidak tahu...
apa yang sebenarnya kita cari...
Wednesday, November 24, 2010
masihkah ada ketulusan yang benar-benar murni?
judul di atas mungkin terlihat sarkastik dan agak bodoh menurut saya.
kalau sudah tulus yah seharusnya tidak ada bumbu-bumbu lain yang menyertai atau kepentingan-kepentingan lain yang melekat pada tindakan yang dilakukan.
jika masih ada kepentingan lain apapun itu maka pastilah itu tidak tulus..
lalu jika demikian apakah memang ketulusan itu ada?
mengaca pada pengalaman yang sering dijumpai di tempat kerja kita masing-masing
banyak orang yang mengatakan saya ini murni mengerjakan semua tugas dan tanggung jawab saya bahkan melakukan effort lebih demi kemajuan dan kebaikan perusahaan. saya tulus, tidak punya tendensi dan pamrih apa-apa selain kemajuan dan kebaikan perusahaan itu sendiri.
well, it sound clear and convincing. berarti memang ketulusan itu ada donk.
indahnya jika memang apa yang diucapkan itu dilaksanakan dengan hati dan pikiran yang sama tanpa terkotori oleh ambisi atau kehendak pribadi demi pencapaian kepuasan diri.
mengaca pada kehidupan personal dan sosial kita seberapa sering kita melakukan sesuatu tanpa ada kepentingan atau pamrih lain di belakangnya. entah itu hanya untuk dipuji, digemari, dianggap care, baik, dll
dan celakanya banyak juga orang yang mulai percaya bahwa ketulusan itu tidak pernah ada. tidak ada ketulusan (apalagi yang murni), semua pasti punya pamrih di belakangnya
dan ketika kita mencoba untuk melakukan sesuatu hal yang tulus kepada orang-orang di sekitar kita kadang yang kita dapat bukanlah feedback yang semestinya akan tetapi justru kecurigaan atau negative feedback: tujuanmu apa sebenarnya?
walah, how messy the life is..
tapi apakah benar bahwa ketulusan itu tidak ada?
teman kantor saya mengetuk kamar mengajak diskusi presentasi jadi tulisan ini berhenti sampai di sini dengan pertanyaan untuk kita semua, anda dan saya, apakah kita bisa untuk tulus?
salam,
kalau sudah tulus yah seharusnya tidak ada bumbu-bumbu lain yang menyertai atau kepentingan-kepentingan lain yang melekat pada tindakan yang dilakukan.
jika masih ada kepentingan lain apapun itu maka pastilah itu tidak tulus..
lalu jika demikian apakah memang ketulusan itu ada?
mengaca pada pengalaman yang sering dijumpai di tempat kerja kita masing-masing
banyak orang yang mengatakan saya ini murni mengerjakan semua tugas dan tanggung jawab saya bahkan melakukan effort lebih demi kemajuan dan kebaikan perusahaan. saya tulus, tidak punya tendensi dan pamrih apa-apa selain kemajuan dan kebaikan perusahaan itu sendiri.
well, it sound clear and convincing. berarti memang ketulusan itu ada donk.
indahnya jika memang apa yang diucapkan itu dilaksanakan dengan hati dan pikiran yang sama tanpa terkotori oleh ambisi atau kehendak pribadi demi pencapaian kepuasan diri.
mengaca pada kehidupan personal dan sosial kita seberapa sering kita melakukan sesuatu tanpa ada kepentingan atau pamrih lain di belakangnya. entah itu hanya untuk dipuji, digemari, dianggap care, baik, dll
dan celakanya banyak juga orang yang mulai percaya bahwa ketulusan itu tidak pernah ada. tidak ada ketulusan (apalagi yang murni), semua pasti punya pamrih di belakangnya
dan ketika kita mencoba untuk melakukan sesuatu hal yang tulus kepada orang-orang di sekitar kita kadang yang kita dapat bukanlah feedback yang semestinya akan tetapi justru kecurigaan atau negative feedback: tujuanmu apa sebenarnya?
walah, how messy the life is..
tapi apakah benar bahwa ketulusan itu tidak ada?
teman kantor saya mengetuk kamar mengajak diskusi presentasi jadi tulisan ini berhenti sampai di sini dengan pertanyaan untuk kita semua, anda dan saya, apakah kita bisa untuk tulus?
salam,
Subscribe to:
Posts (Atom)