Thursday, July 21, 2011

jujur pada diri sendiri

saya suka dengan samuel mulia, kolumnis kompas yang setiap hari minggu muncul dengan tulisan-tulisannya yang menggelitik dan selalu menarik. menggelitik karena apa yang ditulisnya itu sebenarnya adalah potret kehidupan harian kita. menarik karena beliau menulis tanpa melukai, kenapa bisa begitu? samuel mulia mengajar melalui dirinya sendiri..tanpa malu dia buka kekurangannya, perasaan dan keinginan yang sangat manusiawi dalam segala positif dan negatifnya; untuk kemudian dia tertawakan dan kritik dirinya sendiri..yang membuat kita nyaman, dan belajar tanpa merasa diserang..

seperti samuel mulia, saya mencoba untuk menelanjangi diri sendiri dan kemudian berani menertawakan serta menceritakannya pada semua orang. bukan sebagai pemenuhan narsistis, tapi semoga bisa menjadi bahan permenungan. atau at least bacaan pengisi waktu luang.

sebagai pemegang kekuasaan tertinggi egositas dibandingkan semua makhluk lain, keinginan untuk selalu aman dan nyaman serta terlihat baik dan sempurna tanpa cacat selalu menjadi bagian dan kebutuhan mendasar dalam hidup saya.
kecenderungan itu yang membuat saya menjadi memilih-milih untuk bergaul dan lebih akrab dengan orang-orang yang satu ide atau punya kesamaan. ada rasa tidak aman di antara lingkungan orang-orang yang berbeda entah itu idealisme, cara pandang, pemikiran. apalagi jika saya tahu mereka tidak suka atau memusuhi saya.
perilaku ini yang membatasi pergaulan. sehingga mudah mengelompokkan orang dalam hitungan sahabat, teman dekat, teman biasa, teman yang harus dihindari, atau bahkan saingan dan lawan. tendensi yang ada ini kemudian diwujudkan melalui pengaruh, kekuasaan, dan apapun yang bisa dilakukan untuk membuat lingkungan turut dan sesuai dengan keinginan. supaya saya menjadi lebih nyaman ada di dalamnya..

untuk selalu terlihat baik dan sempurna tanpa cacat, saya sering menggunakan topeng-topeng yang bisa dipakai. entah itu kesopanan,keramahan, dan segala hal lain yang bisa membuat orang menjadi lebih suka dan nyaman di dekat saya.
sering jika ada masalah yang terpikirkan pertama kali adalah bagaimana bukan saya yang dipersalahkan tapi orang lain yang harus bertanggung jawab. alih-alih menghadapi secara kesatria, saya cenderung untuk melarikan diri dari masalah dan meninggalkannya tidak terselesaikan atau membuat orang lain menjadi korban.

dan sama seperti layaknya manusia yang berakal budi, saya juga sering sekali sadar akan kondisi ini. mencoba untuk mulai berubah dan menjadi lebih baik dalam semua hal. walaupun seringnya akan kembali jatuh dalam lubang yang sama untuk kemudian menyalahkan lagi semua orang selain diri saya sendiri. bahkan tuhan pun saya tempatkan dalam posisi yang berlawanan karena tidak memihak saya sepenuhnya.

tulisan ini tidak akan di akhiri dengan kesimpulan apapun, sama seperti tulisan samuel mulia yang sering kita jumpai terus setiap minggu, saya juga akan terus mencoba mencari tahu semua hal pada diri saya yang bisa saya tertawakan dan kritisi. tanpa harus muluk-muluk berjanji untuk berubah dan menjadi lebih baik, saya hanya akan jalani hidup ini semampu yang saya bisa. apapun adanya.
jika ada yang bisa diperbaiki dan dilakukan serta bermanfaat, so be it. jika ada kesalahan yang terulang dan dilakukan lagi, yah saya memang masih manusia.
tapi proses penyadaran dan pembelajaran ini, yang semoga menjadi milik kita semua. untuk tidak pernah puas dengan apa yang ada pada kita saat ini, meskipun kita sudah baik, atau terlihat baik, atu berusaha kita buat supaya terlihat baik..

perlu untuk sejenak melepaskan topeng-topeng yang selalu saya pakai ini, untuk melihat diri saya sendiri sebenarnya dan seutuhnya.

jujur saja pada diri kita masing-masing, jujur pada saya sendiri, tentang semua kelemahan saya, tentang semua hal buruk yang mesti saya ubah dan saya perbaiki jika waktu masih berpihak dan bersama hidup ini. sehingga setiap hari tidak akan menjadi hari yang terlewat dengan sia-sia...

salam...

Thursday, July 14, 2011

pelayanan dan perlindungan terhadap pasangan

ada film ftv diputar di sctv tadi malam, judulnya 'ketika waginah bicara'. pemainnya alex komang dan kinaryoshi.
saya tidak akan banyak bicara tentang filmnya selain alex komang yang kalau bermain sensualitasnya menurut saya sama sperti george cloney tapi yang dihilangkan kenakalannya dan kinaryoshi yang di film itu sensual sekali menurut saya (loh saya sudah mulai mau melantur lagi, lebih baik kembali ke pikiran awal saya menulis ini)..

ada salah satu adegan dalam film itu dimana waginah yang diminta bantuan untuk mengaku sebagai isteri pak drajad dengan tanpa diminta melepaskan sepatu dan kaos kaki pak drajad yang tertidur karena kelelahan dalam perjalanan mereka pulang ke kampung halaman.

saya agak terkesima melihat adegan itu, kemudian langsung terbayang tentang pelayanan perempuan jawa kepada pasangannya. berperan sebagai kasta nomer dua dalam kehidupan sosial, mereka seakan mengemban amanah 3M (masak, macak, manak = memasak, berhias diri, melahirkan) dalam rumah tangga; dan hrus total mengabdi dan melayani suami. bahkan secara sacral, pemahaman swargo nunut nroko katut (surga dan neraka bergantung dari suami) yang dikuatkan dalam ideologi islam jawa lelaki sebagai khafilah atau pemimpin dalam keluarga.

terlintas dalam pikiran saya bagaimana jika saya kelak mempunyai pasanga yang seperti itu yah? melayani dalam kepatuhan absolut. dulu kakak saya pernah bilang, seorang istri itu harus bisa secara ekstrim menjadi pelayan di rumah, figur ibu dalam keluarga, bahkan seperti pelacur di ranjang demi pasangannya...

saya tersenyum, pendapat ini sekarang akan ditentang oleh banyak sekali perempuan moden jaman sekarang. konsep kepatuhan absolut dan pelayanan yang saya gambarkan di atas tidak akan pernah dimengerti oleh para penganut kesetaraan gender, perempuan modern yang cerdas, mengutamakan karir, dan persamaan hak serta kedudukan dengan lelaki atau pasangannya. boro-boro mau membukakan sepatu, memasak, mencuci, dan kerjaan rumah tangga yang lain itu urusan si mbak jadi jangan harap deh :)

tapi kemudian pikiran egois dan sangat patriarkis ini harus saya imbangi dengan mencoba untuk mengerti apa yang juga dibutuhkan oleh para perempuan itu dari pasangannya..

waginah mewakili banyak perempun dari semua strata dan latar belakang budaya menyerukan harapan para perempuan dari pasangannya:
'apakah saya akan dipukul dan dikasari apabila tidak mau diajak berbuat intim?'
'apakah saya akan dipukul dan dimarahi jika melakukan kesalahan?'
ini yang seharusnya menjadi pegangan bagi semua lelaki termasuk saya...

sebagai lelaki, kita mungkin harus tampan, pintar, atau kaya untuk bisa tampil langsung menarik pada kesan pertama; tapi at the end, perempuan siapapun dia mengharapkan pasangan yang mampu melindungi sebagai tempat bersandar. yang mau bekerja keras untuk menghidupi keluarga mereka. yang tidak kasar dan mudah memukul ketika pasangannya tidak melakukan yang diinginkan, yang tidak mudah marah dan menyakiti hati mereka.
lelaki perkasa yang lembut dan bisa menopang mereka..

karena saya bukan perempuan, saya hanya bisa mendalami lebih dalam kelelakian saya. apakah saya sudah menjadi seperti itu? siapa tahu ini hanya omong besar yang hanya bisa diucapkan tapi tidak pernah dilakukan..
apakah saya mau dan terus berusaha menjadi lelaki perkasa yang lembut dan bisa menopang pasangan itu??

relasi itu selalu dua arah, selalu memberi dan menerima. dengan hanya terus menuntut tanpa mau mawas diri untuk memberikan diri secara utuh dan penuh itu berarti memeras dan mengeksploitasi pasangan belaka

saya tersenyum simpul di akhir permenungan saya.
mungkin saja, dan sangat mungkin, jika saya dan para lelaki semua bisa melakukan apa yang diinginkan dan menjadi kebutuhan perempun-perempuan itu; bisa menjadi tumpuan dan harapan mereka dalam hidup yang diselimuti oleh apa yang dinamakan kebahagiaan, maka mereka juga akan menjadi pasangan seperti yang kita inginkan. mungkin pelayanan yang utuh dan penuh, dan tidak mustahil juga apa yan saya lihat dalam film kemarin terjadi pada saya - membukakan sepatu saat saya tertidur kelelahan bekerja demi kami..

Tuesday, June 21, 2011

berdiri menghadap fatamorgana

berlari dengan dada membusung dan wajah tengadah
tangan terkembang sorakkan pekik kemenangan
siang terasa panjang, dalam jelasnya cahaya yang menyinari

kadang bergerak pun terasa enggan
peluh yang bercampur dengan debu, kadang luka dan darah yang mengering
tatap mata yang menyelidik seakan bertanya kau kenapa
namun diam tak mau menyapa
bahkan bulan pun sembunyi di balik awan
desahan setan seakan menunggu datangnya kesempatan

mencari sebentuk bantuan, apakah itu diperlukan
menghapus seberkas tulisan berbunyi tuhan
lalu berjalan, kadang tertatih, tapi tetap tegak mencoba terlihat

tanggalkan kepala, meneliti kenapa ada mimpi-mimpi jahanam yang tertanam
saat yang terjadi seharusnya pelangi terang, dan suara desau angin di ujung lembayung senja
betapa sulit diurai satu per satu. yang ada kemudian pasrah, dan menyerah pada keadaan.
tapi mata yang nyalang itu menandakan semangat belum padam
belum mati, masih ada yang harus dikejar, harus dilakukan

satu persatu tiap pribadi berpelukan
sebisa mungkin semua diajak bersalaman, kenapa menabur kebencian
kenapa memupuk benih benih kecurigaan? bukankah penat menuai permusuhan

melihat ke depan, menjangkau lebih dari yang cakrawala
berdiri di depan jalan membentang
apakah itu fatamorgana, saat terlihat ada air yang menggenang di jalanan
ah lihatlah
jalanan masih memantulkan butir-butir pengharapan

langit mungkin berganti merah saga dan kemudian temaram
sang malam mungkin merengkuh disaksikan dewi bulan
apakah ada fatamorgana di waktu malam?
ataukah semaian impian kosong dalam jalan keterpurukan
sisihkan kepercayaan atau iman. seperti lagu yang meninabobokkan
tapi kemudian hilang saat bangun dalam kesadaran

tidak, ini belum berhenti
masih banyak kisah-kisah harus digambarkan
tarian tarian pagi, yang menggelinjang bersemangat dalam terik siang
kemudian menggeliat dalam sore yang temaram sebelum akhirnya beristirahat
dalam peraduan malam
masih ada banyak cerita untuk dituturkan. pribadi-pribadi yang menemani
kadang datang dan pergi dalam peziarahan. beberapa menemani untuk saling berkembang

tak ada yang sama,
kebodohan, keberhasilan, kegagalan, senyum kemenangan
kenapa melekatkan diri pada yang akan terhilang

sementara fatamorgana memantulan butiran-butiran peristiwa
yang tak pernah terkirakan...

invictus - yang tak terkalahkan

Wednesday, June 15, 2011

bagi jiwa bebasku aku adalah kapten jiwaku

saya mendapat cerita tentang film bagus malam ini.
judulnya adalah invictus, artinya yang tak terkalahkan...
bercerita tentang memaafkan, seorang leader visioner yang memampukan kelompoknya melakukan sesuatu melebihi kemampuan dirinya.

ada cuplikan menarik dari film itu: Apapun Tuhan jadikan aku, aku kedepankan syukurku, sebab jiwaku yang tak terkalahkan. Bagaimana menyeberang rintangan aku takkan risau. Akulah penentu sendiri takdir hidupku. Bagi jiwa bebasku, aku adalah kapten jiwaku.

saya tidak ingin membahas tuhan malam ini.

bagi saya, invictus dan quote terakhir di atas memberikan semangat tersendiri: bagi jiwa bebasku, aku adalah kapten jiwaku..
siapa yang bisa membelenggu jiwa yang bebas. hidup kita bisa dikendalikan oleh pikiran, perasaan ketakutan atau emosi-emosi yang berlebihan. tubuh fisik bereaksi terhadap kondisi pikiran dan perasaan.
tapi jiwa tak bisa dikekang. jiwa yang bebas, menarikan tariannya sendiri di jalan-jalan kehidupan. dan kita, diri kita sendiri, adalah pemimpin dan empunya jiwa bebas itu.
saya seakan disadarkan kembali bahwa kelekatan terhadap semua hal di dunia, penyesalan, kepuasan, kesombongan, kesedihan, dan semuanya itu tidak akan bisa menghalangi tarian jiwa yang ingin mengisi kehidupan ini dengan penuh, dan utuh.

dan bagi jiwa bebasku, aku adalah kapten jiwaku...

Wednesday, June 1, 2011

everything will be fine...

everything will be fine, itu salah satu quote dari film terakhir yang saya tonton sekitar 3 minggu yang lalu. dan seorang teman berkata hal yang sama: "before, i was thinking that everything will be OK. Now I am saying, everything may not always be OK, but it will be fine, it goes better"

kemarin di akhir bulan mei saya pulang ke jogja dengan membawa bermacam perasaan: antara semangat karena sebentar lagi saya akan menyelesaikan salah satu tugas belajar saya, dengan perasaan bahwa saya tidak cukup baik mempersiapkan diri untuk menghadapinya. kesibukan kerja yang sangat menyita waktu, pikiran, dan emosi saya membuat saya tidak sempat belajar dengan sungguh menghadapi ujian sidang saya kali ini.

gerimisnya jogja di waktu malam ketika saya landing itu belum mampu mendinginkan perasaan saya. biasanya saya selalu tenang dan sangat menghayati suasana kota ini. suasana yang selalu menarik saya untuk rindu dan kembali padanya.
tapi malam kemarin kecemasan saya terus berlanjut. memang dua minggu terakhir setelah mendapatkan jadwal sidang saya berusaha semaksimal mungkin untuk mengambil waktu belajar, membuat presentasi, dan terus memperbaikinya. tapi saya merasa belum cukup. malam hari kemarin di rumah saya juga tidak punya cukup waktu karena bapak ibu kemudian membuat saya hanyut dalam percakapan panjang setelah lama tidak pulang.

tapi saya sungguh beruntung. saya didukung oleh banyak orang yang memberikan perhatian, semangat, bantuan, dan dukungan bahwa saya mampu melewatinya. "mas, ini hanya salah satu dari sekian banyak presentasi yang pernah kamu lakukan. you will be great. it's not about the song, it's the singer". "aku percaya kamu mampu melakukannya, kamu hebat!" dan masih banyak lagi perkataan dan dukungan yang saya terima. beberapa orang membantu memeriksa presentasi saya dan memberikan saran-saran yang sangat bermanfaat. orang tua saya bahkan berdoa novena untuk saya.

dan tadi sore, dengan semua dukungan, perhatian, dan bantuan yang diberikan itu. saya berhasil melewatinya. saya lulus dengan nilai A untuk Thesis dengan tanpa revisi. Nilai akhir saya Cum Laude.
Bagi orang lain ini mungkin hal yang biasa, dan saya juga tidak bermaksud untuk menyombongkan pencapaian ini kepada siapapun. at least saya lega bahwa apa yang saya mulai dua tahun lalu bisa selesai dan tidak sia-sia puluhan juta rupiah yang saya keluarkan selama ini (jumlah yang tidak sedikit untuk saya sekarang).

Bagi saya, malam ini saat refleksi, saya memaknai ini menjadi dua hal:
1. bahwa cinta, perhatian, bantuan, dan dukungan dari orang-orang terdekat kita, dari teman dan sahabat di sekitar kita, sungguh merupakan satu kekuatan yang akan memampukan kita menghadapi apapun. yang akan menegakkan kaki kita saat berdiri dan membawa kita melewati semua hal yang harus dihadapi.
2. bahwa semua masalah dan kesulitan yang kita hadapi tidak akan berlangsung selamanya. akan ada saatnya kita melewatinya. mungkin tidak selalu mulus dan OK, akan tetapi it will get better, it will be fine. kita akan mampu melaluinya

jadi saat anda membaca tulisan ini, bermurah hatilah; karena dukungan, perhatian, cinta, dan bantuan yang anda sebarkan pada siapapun akan menjadi kekuatan bagi mereka menapaki jalan-jalan kehidupan ini.
dan jika saat ini anda merasa bahwa beban hidup yang ditanggung sangat berat dan terasa sulit diterima, yakinlah, ini hanya sementara. everything will be fine, karena kehidupan akan terus berjalan bersama kita.

bahagialah kawan! dan bermurah hatilah!
salam sayang,
wisnu

Saturday, May 28, 2011

intermezzo - dejavu di sabtu sore

tidak ada yang berubah saat aku kembali datang di tempat ini...

aku memang tidak kreatif dalam memilih tempat tujuan yang akan didatangi
untuk duduk, nongkrong, atau bergaul
di dalam otakku, tempat yang paling sering aku kunjungi itu yang ada di daftar teratas tumpukan memori data yang akan diambil saat berpikir hendak kemana diriku; apalagi dalam kondisi pergi sendiri seperti saat ini.

alih-alih belajar di kamar untuk menghadapi ujian di minggu depan, kebosanan mengajakku untuk keluar. selain karena rasa lapar, juga dengan alasan klasik seperti biasa bisa ngerjain presentasinya atau belajar di tempat yang ada wi-fi

dan seharusnya aku tahu, bahwa itu tidak pernah akan efektif untuk diriku saat sendirian. ketika aku sendiri, tidak ada yang mengingatkan untuk fokus pada hal belajar, maka akan selalu muncul keinginan untuk melihat dan mengamati orang-orang di sekitarku. sesuatu yang aku sukai sejak dulu, melihat orang-orang..
dan sudah dua jam lebih, aku belum menambahkan apa-apa di presentasiku, selain hanya memperbaiki kata-kata validadi data dari tringulasi menjadi triangulasi sesudah browsing artinya di google.

dan tidak ada yang berubah juga dengan apa yang aku lakukan ketika datang kembali di tempat ini...

celingukan mencari tempat yang ber-ac dan dekat dengan colokan sticker. kemudian memesan menu yang selalu sama: soto mie, tahu pong, minum es lemon tea. sedangkan ini adalah cafe dengan menu utama kopi dan makanan luar-nya (selera desa selalu lebih kuat dan mengenyangkan) kemudian sibuk membuka laptop untuk kemudian mendiamkannya karena sibuk mengamati orang-orang di sekitarku.

ketika sudah hampir tiga jam kemudian aku tersadar, bukan malah kemudian mencoba fokus lagi, tapi lebih memilihi untuk menulis apa yang terjadi di blog ini.

satu suara di dalam diriku berteriak, kau harus fokus untuk kembali belajar! tadi malam kau sudah pakai untuk istirahat, tidak bergaul, untuk memulihkan kondisimu. sekarang saatnya menggunakan energi itu untuk mempersiapkan ujianmu.
lalu kemudian ada suara lain yang menyangkal. baiklah jangan kau sesali waktu tadi. tidak hanya fisik, psikis dan pikiran kita pun perlu di istirahatkan sejenak untuk melakukan hal-hal yang kita sukai. sehingga kembali bugar.
tapi kau sudah cukup istirahat fisik dan psikis!
ini kan weekend, kau berhak untuk melakukan yang kau inginkan
dan mereka terus bersaut-sautan di dalam kepalaku.

dan aku melihat lagi orang-orang di sekitarku,
ketika mereka bicara berdua atau dengan berkelompok, kadang tertawa tergelak. apa yang mereka bicarakan, siapa mereka
orang-orang yang sedang sendirian dengan laptop di meja, apa yang mereka lakukan, apakah mereka sedang bekerja atau mengisi waktu?
orang-orang yang sendirian dan melihat ke luar di jalanan, apa yang sedang mereka pikirkan? apakah ada suara-suara yang bersautan juga di rongga kepala mereka?

hmmhh, saatnya unutuk memesan es lemon tea gelas yang kedua...

28/05/2011

Monday, May 23, 2011

bosan hidup dalam kecemasan

seorang teman menelfon saya malam ini:'mas ada yang mau aku sharingkan dengan dirimu katanya dengan bersemangat'. 'tentang apa?' tanya saya kepadanya.
'tadi aku nangis di gereja dengan temanku!' lalu lancar dia bercerita..
tentang kehidupan rumah tangga temannya yang gagal karena saat pacaran mereka tidak saling terbuka. tentang bagaimana temannya yang dulu berharap bahwa pasangannya adalah the only one forever in life.
'kok dirimu diam saja mas?' katanya setelah bercerita panjang lebar. 'lah, terus aku harus bilang apa? aku kan dengerin ceritamu..' saya mencoba menjawab
'lah ya nanggapin gimana gitu loh. atau aku yang berempati berlebihan yah?'
saya menyahut cepat 'bukan gitu, aku hanya ngga ngerti mesti ngomong apa soal kayak gini' sesaat terdiam sebelum kemudian dia berkata pelan 'iya sih, aku juga hanya pengin sharing ke kamu. aku kalau dengar kayak gini jadi sedih, dan juga cemas tentang masa depanku. sama seperti orang lain, aku juga pengin menikah dan settle. tapi kalau marriage does not take us anywhere lalu ngapain aku mesti nikah apalagi kalau ujungnya musti pisah atau tidak bahagia' dan saya menjadi semakin diam tak tahu harus menjawab apa.
mungkin karena saya pernah merasakan hal yang sama, mungkin karena saya pernah mengalaminya, mungkin karena saya juga pernah gagal...

selesai bicara di telfon saya merenung, kecemasan seperti yang baru saja di sharingkan oleh teman saya tadi hanya salah satu dari banyak kecemasan yang menghantui saya, dan juga mungkin anda..

ada banyak kecemasan yang bermain dalam otak dan memenuhi kepala kita. tentang hari depan, keluarga, pasangan, keturunan, pekerjaan, pendidikan, dan masih banyak lagi hal lainnya.
kecemasan yang pada umumnya terbentuk dari bayang-bayang dan ketakutan akan kegagalan, emosi-emosi negatif yang akan datang dan mewarnai kehidupan kita. saat hidup tak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. saat hal-hal buruk datang membebani kita. melukai ego maupun status sosial kita.

kita selalu mengatakan dalam kegagalan kita, andai bisa diulang aku akan melakukan dengan lebih baik lagi!kenyataannya, semua sudah terlambat. semua sudah terjadi. yang sudah terjadi tak bisa ditarik lagi ataupun disesali terus menerus. hidup harus terus dilanjutkan dan dijalani. jika kita bisa belajar dari kesalahan-kesalahan di masa lalu untuk menata hidup dengan lebih baik lagi itu bagus! artinya kita menjadi individu atau pribadi yang lebih baik. jika kita tidak bisa belajar dan terus mengulang kesalahan yang sama itu artinya kita bodoh dan tidak mau berkembang. tapi menjadi bodoh atau menjadi pribadi pembelajar kadang itu juga pilihan yang tidak mudah untuk dikalkulasi secara sederhana layaknya rumus fisika dasar atau matematika terapan.

dan kecemasan akan apapun juga hanya membuat hati, pikiran dan fisik kita lelah, tanpa kita melakukan apapun atau memperbaiki apapun. beban absurd karena itu belum terjadi sekarang akan tetapi bebannya sudah mulai kita tanggung. what a fool!
kebanyakan orang membawanya ke dalam doa atau meminta bantuan tuhan agar dimudahkan atau dikuatkan. semua upaya yang dilakukan itu pada intinya bertujuan sama yaitu berusaha untuk menghilangkan kecemasan mereka.

bagi saya, saya sudah bosan hidup saya dibebani dengan kecemasan. dihantui dengan pikiran-pikiran buruk atau ketakutan tentang hari depan yang belum pasti datangnya dan juga belum pasti apakah akan sungguh buruk atau kebalikannya.
sama seperti sebuah pepatah lama mengatakan: everything will be fine. maybe not OK, but things will get better.
kesulitan, halangan, hal-hal buruk yang akan terjadi pada kita, seberat apapun itu pasti tak akan abadi - karena hidup terus berjalan dan kita terus melangkah.
ketika tidak ada yang abadi dan yang tidak berubah hanyalah perubahan itu sendiri, maka seburuk apapun yang akan kita hadapi pasti akan berganti juga. jika demikian apa yang harus kita takutkan lagi..

alih-alih hidup dalam kecemasan dan kekhawatiran, saya akan terus berusaha untuk mengambil setiap detik dalam hidup ini bersama dengan orang-orang di sekitar saya.
saya akan berusaha mensyukuri bahwa saya merasa didukung dan dicintai, bahwa saya diperhatikan, bahwa saya mempunyai pekerjaan untuk dilakukan dan yang menghidupi saya. dan banyak hal lain yang menggembirakan dan selalu bisa untuk disyukuri.
mungkin ada beberapa saat lamanya saya akan sedih, marah, kecewa, atau menyesal untuk hal-hal yang terjadi dalam hidup saya, untuk kesalahan yang saya lakukan. yang kemudian membuat saya cemas atau takut. tapi saya akan berusaha untuk membuat tidak terlalu lama.
karena saya tidak tahu berapa lama lagi sisa hidup saya, maka saya memilih untuk tidak berdiam dalam kegelapan atau bayangan suram. saya memilih untuk berusaha mencari terang dan kebahagiaan. semampu saya, yang sebisa mungkin saya bisa raih dan jalani

semoga anda sepaham dengan saya. semoga anda mengusahakan hal yang sama.
hidup ini tidak pernah memihak, hidup ini hanya akan terus berjalan.
pilihan nya ada di tangan kita, sang pelaku kehidupan itu sendiri...