<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055</id><updated>2012-02-09T14:59:03.945+07:00</updated><category term='Personal'/><category term='Social'/><category term='Spiritual'/><category term='Technology'/><title type='text'>Ngupadi Gusti Ing Lakuning Kamanungsan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>70</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-6095446955641508407</id><published>2012-02-02T23:55:00.002+07:00</published><updated>2012-02-03T00:09:05.064+07:00</updated><title type='text'>kehidupan di balik sampah, belajar dari anak-anak bantar gebang</title><content type='html'>beberapa minggu lalu sebelum imlek, perusahaan tempatku bekerja mengadakan kegiatan sosial bersama untuk para karyawan (dari yang aku dengar, ini hal baru dilakukan di indonesia meskipun secara global ini merupaan salah satu policy dan common activities perusahaan - so it is a good start)&lt;br /&gt;dan karena ini hal baru maka peserta yang ikut pun hanya sedikit, dari total hampir 400 karyawan tak lebih dari 15 orang yang ikut (mungkin banyak yang masih punya banyak pekerjaan lain karena ini dilakukan di hari jumat siang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;but the show must go on, kami berkumpul saat istirahat siang dan dengan peserta yang ada berangkat bersama menuju lokasi menggunakan 1 bus kecil. di dalam bus kami merencanakan lagi apa yang akan kami lakukan di sana. kegiatan yang dilakukan cukup sederhana: mengajak anak-anak bermain dan menanamkan nilai-nilai baru kepada mereka selama permainan dan kunjungan kami. seperti layaknya sebuah kegiatan, besar ataupun kecil, tetap harus direncanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu jam lebih bermacet-macet di alan akhirnya sampailah kami di tempat tujuan: bantar gebang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bantar gebang yang sekarang bukan lagi tempat pembuangan akhir akan tetapi telah menjadi tempat pengolahan sampah terpadu, terbesar di indonesia, terletak di bekasi&amp;nbsp;dengan luas area 110,3 hektar&lt;br /&gt;pengelolaan bantar gebang dipegang oleh pihak swasta (pt godang tua jaya dan pt navigat organic energy indonesia) yang terikat kontrak dengan pemerintah provinsi dki jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pemandangan sampah yang mengunung menyambut saat bus kami memasuki area itu.tidak heran, truk masuk lebih dari 1000an per hari mengangkut total sampah 5000-6000 ton. sejauh mata memandang hanya gunung sampah yang terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-EsTC1wOLp78/Tyq7qLSI5nI/AAAAAAAAAGw/jtEegrO4R4Q/s1600/IMG_0640.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" sda="true" src="http://2.bp.blogspot.com/-EsTC1wOLp78/Tyq7qLSI5nI/AAAAAAAAAGw/jtEegrO4R4Q/s320/IMG_0640.JPG" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;bau sampah menggantung di udara, menyengat hidung kami. apalagi saat pintu bus dibuka dan kami mulai menuju perkampungan penduduk. udaranya sangat tidak higienis untuk ukuran manusia. pasti karena keadaanlah sehingga mereka bertahan di tempat ini. kerumunan lalat, lalat hijau dimana-mana, bahkan di atas makanan. sungguh bukan kondisi ideal untuk kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami disambut oleh relawan di tempat itu, perempuan muda berjilbab dengan wajah yang berseri. orang-orang cantik yang bersemangat inilah yang memberikan energi untuk tempat seperti ini. tak lama kemudian kami menuju sanggar tempat anak-anak biasa belajar dan bermain bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Sq5nPDGRWnw/Tyq8-QyQ1UI/AAAAAAAAAG4/IGKRjD1cb78/s1600/IMG_0642.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" sda="true" src="http://1.bp.blogspot.com/-Sq5nPDGRWnw/Tyq8-QyQ1UI/AAAAAAAAAG4/IGKRjD1cb78/s320/IMG_0642.JPG" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;sekitar 50an anak yang menyambut kami dengan gembira. perjumpaan yang indah melihat adek-adek itu.&amp;nbsp;tatapan yang polos, mata yang besar, wajah yang berseri-seri melihat kedatangan orang-orang baru ke tempat itu. kami yakin bahwa banyak juga komunitas yang datang sebelum kami. kedatangan orang-orang luar itu akan selalu mereka sambut karena memberikan berkah dan pengalaman yang menyenangkan untuk mereka. &lt;br /&gt;kami bermain bersama: story telling, prakarya, bermain kelompok, yang kemudian diakhiri dengan foto dan makan bersama. mereka sangat bersemangat. berlari-larian di tengah tumpukan sampah. tak peduli panas, bau sampah yang menyengat, maupun kumpulan lalat di sekitar. anak-anak tetaplah individu yang bergembira dimanapun mereka berada, dan mereka sangat suka bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat makan bersama sesudah bermain, aku melihat anak-anak itu, mereka makan dengan lahap meskipun lalt hijau hinggap di nasi mereka, seakan tak peduli pada bahaya terhadap kesehatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-XtPMIP2QGyg/Tyq9dJc0OLI/AAAAAAAAAHA/FvjTVlgaVoo/s1600/IMG_0643.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" sda="true" src="http://4.bp.blogspot.com/-XtPMIP2QGyg/Tyq9dJc0OLI/AAAAAAAAAHA/FvjTVlgaVoo/s320/IMG_0643.JPG" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;beberapa anak memilih untuk membawa pulang makanannya. saat aku tanya kenapa ngga maem di sini saja, mereka menjawab: sudah kenyang om, buat di bawa pulang saja.&lt;br /&gt;anak-anak ini mengajarkan untuk berhemat, makan tidak berlebihan meskipun ada kesempatan, dan ingat kepada keluarga di rumah yang mungkin lebih butuh makanan ini. seakan tertampar ketika aku melihat gaya hidupku yang sok berlebih, bersenang-senang dan foya-foya seakan yang paling mampu, dan hanya mengutamakan kepentingan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah, anak-anak sampah ini, yang makan dari sampah (kata mereka saat menyanyi) sesungguhnya memberikan lebih banyak kepada kita yang datang ke tempat itu. bukan kita yang memberikan lebih banyak kepada mereka, bukan soal makanan, mainan, atau barang yang kita berikan, atau kegembiraan, tapi sesungguhnya kita yang mengambil banyak dari perjumpaan itu, kita yang belajar banyak dari mereka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentang kegembiraan, dimanapun engkau berada. tentang mensyukuri kehidupan, bagaimanapun kondisinya. tentang ketidak egoisan dan masih memikirkan orang lain, meskipun berkekurangan, dan masih banyak lagi. kearifan yang bisa kita bawa dalam kehidupan kita masing-masing. senyum mereka, tawa dan kegembiraan mereka, juga saat mengatakan: lain kali datang lagi yah - sesungguhnya adalah peringatan dari malaikat kepada setiap kita, untuk elalu bersyukur, untuk selalu berefleksi tentang cara hidup kita, bahwa masih banyak orang yang berkekurangan, dan bahwa kehidupan kita bukan untuk disia-siakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-KOinHVlHDnM/Tyq_lQAUwuI/AAAAAAAAAHI/EefZ6hu2wYI/s1600/IMG_0647.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" sda="true" src="http://4.bp.blogspot.com/-KOinHVlHDnM/Tyq_lQAUwuI/AAAAAAAAAHI/EefZ6hu2wYI/s320/IMG_0647.JPG" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;pulang dari tempat itu, baju dan tas kami bau sampah. kami jadi bau sampah. bau yang akan hilang pada saat kami mandi dan mencucinya, tapi semoga pelajaran yang kami dapat hari itu tentang hidup tidak hilang dan terlupakan. belajar dari malaikat-malaikat kecil, yang hidup di tengah tumpukan sampah bantar gebang..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-6095446955641508407?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/6095446955641508407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=6095446955641508407' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/6095446955641508407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/6095446955641508407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2012/02/kehidupan-di-balik-sampah-belajar-dari.html' title='kehidupan di balik sampah, belajar dari anak-anak bantar gebang'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-EsTC1wOLp78/Tyq7qLSI5nI/AAAAAAAAAGw/jtEegrO4R4Q/s72-c/IMG_0640.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-4247907253706760515</id><published>2011-10-26T21:52:00.000+07:00</published><updated>2011-10-26T21:52:13.543+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>suatu hari yang temaram, selepas senja rembang petang</title><content type='html'>di suatu hari yang temaram, selepas senja rembang petang&lt;br /&gt;ada diam yang digenggam, tidak tau kemana arahnya&lt;br /&gt;ada sepi yang melingkupi, walau di luaran pekak keramaian&lt;br /&gt;ah tidak semuanya ramai, ada juga tenang dalam peristirahatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di suatu hari yang temaram, meski dimulai pagi yang berseri&lt;br /&gt;matahari menyengat terik, tak peduli kemana arahnya&lt;br /&gt;orang-orang mengusahakan kemanusiaannya, dibawah langit yang sama&lt;br /&gt;ada hedon, ada compassion, tanggungjawab, bela rasa, kewajiban&lt;br /&gt;di setiap hari, cerita-cerita silih berganti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat siang begitu berkuasa, dan muntahan cahaya begitu bebasnya&lt;br /&gt;saat semua hal dilakukan atas nama kewajiban&lt;br /&gt;emosi-emosi dicurahkan dalam rona-rona yang berkeliaran&lt;br /&gt;terkadang liar, terkadang banal, tidak mengerti apa itu kesopanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihat siang di sini bisa begitu cerahnya, udara terasa hangat&lt;br /&gt;siang di sana mungkin berkabut, awan hitam menutupi langit seakan petang menjelang&lt;br /&gt;siang yang lain mungkin sudah hujan, dingin udara, dingin di hati&lt;br /&gt;siang bisa berbeda beda, kadang menggembirakan bagi beberapa orang, sakit untuk yang lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di suatu hari, urutan waktu tak pernah berganti&lt;br /&gt;ada siklus yang seakan sudah menjadi aturan alam yang harus dipatuhi&lt;br /&gt;jika itu berubah, kiamat namanya. saat kita mempertanggungjawabkan semua hal yang dilakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun di suatu hari, sebuah asa bisa berganti-ganti&lt;br /&gt;layaknya permainan dadu seorang penjudi, kadang yang ada hanyalah keuntungan&lt;br /&gt;kita untung jika semua hal menjadi baik dan indah, mudah dan menyenangkan&lt;br /&gt;namun sering, keuntungan hanyalah khayalan yang hanya ada dalam impian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah suatu hari akan abadi, mampukah kita menahannya&lt;br /&gt;hari pasti berganti, jika malam menutupnya, mengantarkan pada peraduan dalam sepi&lt;br /&gt;di suatu hari yang temaram, selepas senja rembang petang&lt;br /&gt;ada diam yang digenggam, ada bayangan yang berkeliaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di hari ini: perasaan, angan, dan impian mengaburkan batasannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-4247907253706760515?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/4247907253706760515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=4247907253706760515' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/4247907253706760515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/4247907253706760515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2011/10/suatu-hari-yang-temaram-selepas-senja.html' title='suatu hari yang temaram, selepas senja rembang petang'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-5813653436454318426</id><published>2011-10-18T20:13:00.000+07:00</published><updated>2011-10-18T20:13:38.386+07:00</updated><title type='text'>ini bukan suatu kebanggaan</title><content type='html'>ceritanya bermula dari saat kecelakaan motor yang aku alami saat lulus SMP bertahun-tahun silam..&lt;br /&gt;temanku yang di depan harus kehilangan salah satu matanya, hidung, bibir, dan giginya akibat kecelakaan itu. aku juga harus dirawat di RS PKU Muhammadiyah selama 1 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada saat kami dirawat di UGD itu, kami menerima transfusi darah dari orang yang tidak kami kenal, tapi yang jelas menyelamatkan nyawa kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejak itu aku berniat untuk menyumbangkan darahku kepada orang lain. mulai teratur menjadi donor di rumah sakit manapun yang menyediakan unit transfusi darah (dulu pengambilan darah belum dipusatkan di PMI). niat awalnya ingin membalas budi: kalau aku dulu pernah diselamatkan karena transfusi darah, maka biarlah darah ini menyelamatkan orang lain juga.&lt;br /&gt;lama-kelamaan ini menjadi seperti kebiasaan yang menyenangkan, kadang belum sampai 3 bulan (minimum durasi donor darah 80 hari) aku pernah curi-curi menyumbang darah. pernah diterima satu kali untuk neneku ku sendiri waktu itu karena mendesak, padahal belum ada sebulan aku donor - untung tidak terjadi apa-apa dengan beliau waktu itu (arwahnya tenang sekarang di akhirat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mulai menembus angka 10 lebih, 20 lebih, 30 lebih, ini kemudian menjadi semacam ambisi. minimal aku harus donor darah 1 tahun 4x, sehingga nanti bisa tembus angka 100. kalau perlu tidak hanya donor darah normal tiga bulanan, aku lalu mendaftar donor darah pheresis (donor trombosit darah). waktunya lebih lama (2 jam) dibandingkan donor darah biasa (10 menit) akan tetapi interval nya lebih singkat (hanya dua mingguan) sehingga bisa lebih sering (pheresis ini dilakukan kalau misalnya ada kebutuhan, jadi harus langsung).&lt;br /&gt;minum alkohol pun dijaga, 3minggu sebelum donor jangan minum supaya darahnya bersih dan tidak ditolak PMI saat dilakukan pemeriksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rasanya bangga, apalagi kalau dilihat yang ambil darah, "wah hebat yah mas, masih muda sudah 60 kali lebih donor darahnya!" seperti sudah jadi orang yang berguna bagi orang lain. kayak sudah hebat sekali. apalagi sekarang tiap donor diambilnya 450ml, jumlah terbanyak karena berat badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi beberapa minggu lalu saat diambil darah terakhir, aku melihat ke sekeliling, ke orang-orang yang juga menyumbangkan darahnya. ada remaja yang sepertinya baru pertama kali sehingga takut-takut menyumbang darah, ibu-ibu berjilbab yang nampak pasrah dan tenang, dua suster yang tersenyum saat ditusuk (padahal sakit), bapak-bapak tua..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku jadi berpikir, tidak ada yang istimewa dengan menyumbangkan darah kepada orang lain. ini bukan suatu kebanggaan yang harus disombongkan. menyumbangkan darah justru malah bermanfaat juga bagi kita yang jadi donor karena membantu menjaga Hb, darah terus segar karena di produksi lagi, dan banyak manfaat yang lain. kita tidak lantas menjadi pahlawan dengan menyumbangkan darah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terpekur malu aku lihat darahku mengalir melalui selang menuju kantong darah di timbangan, bagiku ini seharusnya lebih sebagai penebusan: untuk semua hal buruk yang sudah aku lakukan, untuk kehidupan-kehidupan yang aku khianati.. dan yang jelas ini juga kewajiban untuk semua manusia, saling menolong satu sama lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi aku mengajak kalian semua, jika kondisimu memungkinkan, untuk menyumbangkan darahmu pada orang lain yang pasti membutuhkannya. bukan untuk menjadi seorang yang lebih baik, bukan untuk menjadi kebanggaan dan kesombongan, tapi karena memang kita mau, dan kita mampu..&lt;br /&gt;karena kita mencintai sesama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini bukan suatu kebanggaan, ini adalah cinta...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-5813653436454318426?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/5813653436454318426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=5813653436454318426' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/5813653436454318426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/5813653436454318426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2011/10/ini-bukan-suatu-kebanggaan.html' title='ini bukan suatu kebanggaan'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-8848986660074054310</id><published>2011-10-13T03:16:00.003+07:00</published><updated>2011-10-13T03:16:59.366+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>kesombongan tak pernah menghasilkan kesempurnaan</title><content type='html'>sudah lama aku menginginkan sertifikasi ini, selain menambah pengetahuan juga bisa melengkapi expertise yang aku punya dalam pekerjaan. sertifikasi terakhir yang aku miliki di tahun 2008, sebelum aku memilih meneruskan kuliah lagi, sesudah lulus baru terpikir untuk kembali mengambil program-program sertifikasi yang aku perlukan.maka ketika ada kesempatan dan biaya, aku memutuskan untuk belajar lagi dan mengambil ujian sertifikasi. untunglah proses belajar nya bisa berjalan dengan lancar. ada web training juga di kantor yang bisa aku gunakan untuk belajar dan menambah ilmu pengetahuan sebelum ujian.ketika tiba saat ujian sertifikasi, aku berangkat dengan yakin. sudah satu minggu aku tidak nonton televisi setelah pulang kerja karena aku gunakan untuk belajar demi ujian ini (salah satu yang diajarkan ibuku sejak kecil dulu adalah waktu belajar apalagi mau ujian jangan nonton tv sesudahnya, karena nanti yang dipelajari akan hilang. ingatannya tergantikan oleh acara televisi yang ditonton. jadi habis belajar langsung tidur biar besoknya bangun segar dan masih ingat semua yang dipelajari)rasanya persiapanku sudah lengkap semua, maka aku masuk ruang ujian dengan percaya diri.waktu ujiannya satu jam, ada 40 soal dan pilihan ganda. bagiku ini menguntungkan karena at least ada pilihan jika mau ngawur jawab, walaupun di lain pihak bisa membingungkan juga jika tidak tahu.begitu membaca sekilas soal-soalnya aku tersenyum lebar, rasanya pertanyaannya mudah dan sudah aku pelajari semua. langsung aku kerjakan semua soal itu dengan yakin. tidak butuh waktu yang lama, hanya sekitar 15 menit aku sudah bisa menyelesaikan menjawab semua soal itu.ah pasti dapat 100 ini pikirku dengan yakin karena semua soal aku jawab dengan percaya diri. tanpa menunggu lama langsung aku submit semua jawabanku tanpa terpikir untuk memeriksa nya lagi dari depan satu demi satu (hal lain yang diajarkan orang tua ku saat ujian, kalau sudah selesai, jangan buru-buru, jika masih ada sisa waktu periksa lagi dari depan untuk memastikan semua soal sudah dijawab dan dikerjakan dengan benar).langsung aku keluar ruangan, menuju ke ruang reception dengan senyum lebar, "mbak saya sudah selesai"."oh cepat sekali pak" kata mbak reception itu "sebentar yah saya check dulu, hasil nyua bisa langsung dilihat kok pak, lulus atau tidaknya". tidak berapa lama dia online lalu hasilnya di print, "selamat yah pak, sudah lulus!, ini hasilnya" katanya sambil menyerahkan print hasil ujian kepadaku.senyumku masih lebar saat menerima kertas itu lalu aku melihat hasilnya, damn! hasilnya tidak perfect!lalu aku teringat ada dua atau tiga soal yang sepertinya ada jawaban yang ragu karena pilihan jawabannya semuanya nampak benar. aku langsung menyesal kenapa aku buru-buru yah, tidak aku check lebih dahulu. ini sama dengan saat EBTANAS Matematika SD dahulu ada satu jawaban yang salah karena aku tidak check. Sudah aku perbaiki dengan sempurna saat SMP dulu kesalahannya tapi sekarang aku ulang kembali. telo! telo!menyesal rasanya, karena bayaran dan usaha belajar yang sudah aku lakukan jadi kurang optimal karena terlalu percaya diri dan tidak memeriksa lagi.sorenya aku cerita ke orang tuaku aku mengulang kesalahan yang sama lagi dengan dulu, sambil tersenyum mereka bicara di telefon "memang kesombongan itu membuat jatuh to le, yo wis makanya lebih hati-hati ke depan. sekarang ya sudah yang penting lulus toh, hasilnya juga bagus kok"terlepas dari soal perfeksionis dan lama ngga ujian sehingga lupa best practice-nya, saya disadarkan lagi bahwa kesombongan memang tidak akan membuahkan hal-hal baik untuk dinikmati, tidak pernah ada kesempurnaan yang dihasilkan karena kesombongan. hanya keterbukaan dan kerendahan hati yang membuat kita bisa menerima dan melakukan banyak hal, berujung pada kebaikan, dan hal-hal yang lebih baik lainnya.semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita, saya dan anda...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-8848986660074054310?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/8848986660074054310/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=8848986660074054310' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/8848986660074054310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/8848986660074054310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2011/10/kesombongan-tak-pernah-menghasilkan.html' title='kesombongan tak pernah menghasilkan kesempurnaan'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-2987528739114752850</id><published>2011-10-13T02:19:00.004+07:00</published><updated>2011-10-13T02:19:59.136+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>You don’t need heaven to see an angel</title><content type='html'>Bulan kemarin ada undangan untuk foto dan sidik jari dalam rangka e-KTP.. sebagai penduduk dan warga Negara yang baik, saya juga mematuhi untuk datang pada undangan itu (walaupun sebenarnya lebih karena tidak mau repot di kemudian hari, berurusan dengan pemerintahan yang pasti ribet kalau sudah menyangkut kependudukan)Undangannya dari jam 8-12 siang di kantor kelurahan, harus datang sendiri dan tidak boleh diwakilkan. Damn! Umpatku, karena di hari yang sama dari pagi sampai sore harus mengikuti training wajib dari kantor. Tidak boleh telat, tidak boleh mangkir karena sudah di reserve di hotel dan trainernya dari luar, begitu wanti-wanti orang HR jauh-jauh hari.Akhirnya daripada telat, aku putuskan datang ke tempat training lebih dahulu lalu minta ijin ke trainernya untuk keluar jam setengah 12 untuk ke kantor kelurahan. “No problem”, kata trainer Filipino itu saat aku minta ijin. Kebetulan waktu itu hari jumat jadi memang setengah 12 training dihentikan untuk sholat jumat.Begitu keluar aku langsung mencari taxi untuk ke kantor kelurahan, sengaja tidak bawa mobil karena kantor kelurahan itu letaknya di jalan satu arah sehingga harus memutar dan melewati SD Tarakanita yang selalu ramai saat siang hari karena anak-anak pulang sekolah. Sengaja aku berhenti di ujung gang karena pikirku mau naik ojek saja biar lebih cepat dan praktis, apalagi waktu sudah menunjukkan pukul 12 kurang seperempat.Sial! Ternyata pos ojeknya sepi. “Lagi pada jumatan pak!” Teriak penjaga parkir SD Tarakanita yang melihat aku celingak-celinguk di pos ojek. Ya ampun aku ngga mikir kalau masyarakat Indonesia ini masih beragama dan taat beribadah juga. Ngga ada ojek non muslim di sini berarti, aku tersenyum berpikir ngga penting seperti itu.“Mau kemana pak?” Tanya penjaga parkir itu mendekatiku. “Mau ke kelurahan sana pak, foto ktp” jawabku. “Jauh ngga jalannya yah?” Tanyaku kepadanya. “Yah tinggal lurus sih tapi lumayan juga kalau jalan, sebentar saya carikan motor dulu” tawarannya. Wah lumayan ini pikirku senang. Tak berapa lama abang itu datang dengan membawa motor pinjaman, aku langsung naik dan diantarkan ke kantor kelurahan. Ternyata sekitar 1km, lumayan juga kalau jalan pikirku. Begitu turun aku berikan uang kepadanya untuk jasa mengantarku. “terima kasih pak!” teriaknya sambil meluncur pergi.Ternyata penjaganya yang laki-laki juga sedang sholat. Sebelumnya aku diberitahu ada penjaga laki-laki dan perempuan jadi bisa gentian kalau yang laki-laki sholat, tapi ibu-ibu petugas yang kutemui di sana dengan gesit langsung bilang waktu aku tanya masih buka atau nggak, “tunggu dulu yah pak, lagi istirahat nih” katanya sambil membawa piring nasi dan lauk untuk makan siang. Nasib deh nunggu lagi di sini kataku dalam hatiSetelah menunggu kurang lebih 30 menit, tidak lama datang petugas yang laki-laki. Untung prosesnya tidak memakan waktu lama, tinggal di foto (harus di ulang berkali-kali karena kepalaku susah tegak katanya), lalu foto retina dan sidik jari semua. Urusan sudah beres..Keluar dari kantor kelurahan aku langsung bengong, kenapa abang parkir tadi tidak aku minta tunggu atau balik lagi yah? Lalu gimana aku pergi ke jalan besarnya? Pikirku. Ya sudahlah aku jalan kaki saja, bakalan telat nih masuk trainingnya. Jalan 100 meter ternyata ada tempat orang nongkrong, “mau ke depan yah pak?” tanya salah satu dari mereka “iya” jawabku “ada ojek ngga yah pak?” “biasanya ada, ini karena jumatan jadi pada ngumpul di depan. Tunggu aja di sini” katanya. Aku ikut sarannya, tapi sudah 5 menit menunggu kok ya ngga ada ojek yang datang kesini..Saat aku sudah memutuskan mau jalan lagi saja daripada nunggu ngga jelas gini, ada seorang remaja lewat naik motor bebek. Kayaknya anak bengkel karena pakaiannya kotor dan dia naik motor sambil menghitung uang recehan, mungkin untuk makan siangnya.”hei, anterin bapak ini dulu ke depan sana!” teriak salah satu orang yang nongkrong kepada remaja itu. Acuh tak acuh tidak menjawab dia menghentikan motornya. “numpang yah” kataku sambil naik ke motor lalu melaju. Di jalan aku mikir, anak ini aku kasih uang berapa yah nanti? Soalnya di Jakarta ini kan tidak ada yang gratis gitu saja, apapun butuh duit dan harus dihargai dengan uang pikirku mereka-rekaSampai di ujung jalan dia berhenti “sudah sampai” katanya singkat. Aku turun dari motornya, mengucapkan terima kasih sambil mengulurkan uang kepadanya. “ngga usah bayar pak” tolaknya sambil menggerakkan tangannya. “loh nggak papa kok, ini ambil saja” aku masih bersikukuh. “bener pak, ngga papa kok, saya ikhlas…”Anjrit! aku langsung speechless sesaat. “oh..terima kasih banyak yah dek” kataku sebelum dia membalikkan motornya dan pergi menjauh. Saat menyeberang jalan dan memanggil taxi aku jadi berpikir banyak dan serasa ditampar. What a shame! I just judging the book from its cover, dan menjadi manusia yang mengira semua pasti harus ada imbalannya. Lupa bahwa kita ini punya budaya yang namanya tolong menolong. Aku ini anak desa, yang lahir dan besar di budaya kumpul dan gotong royong, kok yah sudah mulai melupakan nilai kearifan masyarakatku.Pengalaman siang hari itu mengajarkan banyak hal, untuk lebih bijaksana dalam melihat sesuatu, dan untuk selalu menjaga nilai-nilai dan kearifan yang diajarkan oleh para pendahulu kita sebagai tatanan kehidupan yang patut dilaksanakan.And yeah, we don’t need heaven to see an angel…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-2987528739114752850?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/2987528739114752850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=2987528739114752850' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/2987528739114752850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/2987528739114752850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2011/10/you-dont-need-heaven-to-see-angel.html' title='You don’t need heaven to see an angel'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-2653756812388651540</id><published>2011-08-03T02:10:00.002+07:00</published><updated>2011-08-03T03:29:28.206+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>sebuah hal biasa, bisa berarti luar biasa untuk orang lain</title><content type='html'>sudah pernah menonton acara televisi "jika aku menjadi"?&lt;br /&gt;kita akan melihat bagaimana anak-anak muda yang berkecukupan secara suka rela masuk dalam dunia baru yang berkekurangan. tinggal dan terlibat dalam dinamika harian keluarga miskin memperjuangkan kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kita pasti sering menonton acara kick andy di televisi. sebuah acara sangat menarik yang menampilkan orang-orang berhasil dalam apa yang mereka lakukan. kisah-kisah luar biasa tentang perjuangan kehidupan dan bagaimana hidup harus ditarikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi para keluarga miskin di acara jika aku menjadi, mereka tidak merencanakan agar kegiatan hariannya menjadi sesuatu yang hebat dan harus dicontoh. boro-boro mikirin hal itu sedangkan mikirin mau makan apa tiap hari aja susah dan berbagai kebutuhan hidup lain yang harus dipenuhi. tapi mereka terus berjuang dan itu menginspirasi kita untuk bersyukur atas apa yang kita terima dan untuk memperjuangkan kehidupan sama seperti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di acara kick andy, kebanyakan dari mereka berangkat dari keterpaksaan kondisi dan situasi yang dihadapi. keharusan untuk memutar otak dan berkreasi. berjuang dengan cara-cara baru, mengusahakan apa yang dimiliki tanpa kenal menyerah hingga berhasil. dan itu menjadi sebuah pencerahan bagi banyak orang yang melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;benang merah yang ingin saya katakan adalah terkadang kita tidak sadar bahwa apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari kita ini bisa mempengaruhi orang lain secara positif. bagaimana kegiatan dan perjuangan kehidupan kita ini bisa menjadi teladan bagi orang-orang di sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika demikian maka menjadi berarti untuk menghidupi semua kegiatan harian kita, hal-hal kecil yang dilakukan dan menjadi rutinitas harian, dinamika perjuangan kehidupan dalam banyak hal; karena mungkin ini akan menjadi sebuah semangat dan pemacu untuk orang-orang yang melihatnya. tidak usahlah kita berpikir dulu untuk menjadi terkenal atau pahlawan besar, tapi akan sangat membahagiakan jika apa yang kita lakukan ini juga bisa bermanfaat untuk sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi, teruslah berjuang, menghidupi setiap apa yang kita lakukan dengan hati, melakukannya dengan tulus dan penuh, dalam hal apa saja. karena siapa tahu, manfaatnya tidak hanya akan kita rasakan tapi juga untuk banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-2653756812388651540?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/2653756812388651540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=2653756812388651540' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/2653756812388651540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/2653756812388651540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2011/08/sebuah-hal-biasa-bisa-berarti-luar.html' title='sebuah hal biasa, bisa berarti luar biasa untuk orang lain'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-6910548043590791942</id><published>2011-08-01T23:50:00.006+07:00</published><updated>2011-08-02T02:40:12.057+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>saat topeng kehidupan tetap harus dikenakan</title><content type='html'>+ : bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?&lt;br /&gt;- : apa yang ingin kau tanyakan?&lt;br /&gt;+ : apakah kalian bahagia?&lt;br /&gt;- : bagaimana menurutmu, kenapa kau tanyakan hal itu?&lt;br /&gt;+ : i don't know. aku hanya merasa kalian tak seperti layaknya pasangan. ada yang  terasa aneh menurutku&lt;br /&gt;- : ah itu hanya perasaanmu saja mungkin :)&lt;br /&gt;+ : yah makanya aku bertanya padamu :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kemudian pembicaraan coba dialihkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ : jawab saja pertanyaanku&lt;br /&gt;- : bagian mana lagi yang harus aku jawab?&lt;br /&gt;+ : apakah perkawinanmu baik-baik saja dan bahagia?&lt;br /&gt;- : aku baik-baik saja. dan perkawinanku akan selalu baik-baik saja&lt;br /&gt;+ : hehehe kenapa nadamu meninggi?&lt;br /&gt;- : tidak, aku berusaha menjawab pertanyaanmu kok&lt;br /&gt;+ : apakah itu benar jawaban yang sesungguhnya?&lt;br /&gt;- : kenapa kau menanyakan hal itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ : karena kita tidak kenal hanya dalam hitungan minggu atau bulan. sudah 15 tahun lamanya. dan aku akan selalu tahu saat dirimu berbohong, saat semuanya sebenarnya tidak baik-baik saja. saat sebenarnya ada yang sedang terjadi&lt;br /&gt;- : itu kan hanya perkiraanmu. diriku baik-baik saja kok, demikian juga perkawinanku&lt;br /&gt;+ : lebih baik kita hentikan saja pembicaraan ini jika kau tidak jujur padaku. seakan aku ini orang lain, sehingga kau tak terbuka padaku. kau tidak perlu menggunakan topeng-topeng norma itu kepadaku. aku tidak pada posisi untuk menyerang atau menghukummu kok&lt;br /&gt;- : bukankah semua perkawinan harus selalu baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keheningan yang menyergap..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- : bukankah demikian seharusnya?&lt;br /&gt;+ : aku tidak tahu, aku juga tidak mengerti..&lt;br /&gt;- : yah, seharusnya semua baik-baik saja&lt;br /&gt;+ : kau tahu perbedaan di antara kita kan?&lt;br /&gt;- : iyah aku tahu..&lt;br /&gt;+ : aku menanggalkan topengku&lt;br /&gt;- : semua seharusnya baik-baik saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah semua topeng harus ditanggalkan dalam hidup ini&lt;br /&gt;memang itu berarti kejujuran, keberanian untuk membuka diri&lt;br /&gt;tapi ternyata itu belum berarti semuanya&lt;br /&gt;dalam nama logika, norma, dan tata nilai&lt;br /&gt;dalam nama kehormatan, dan kestabilan&lt;br /&gt;dalam nama masa depan dan prinsip yang diyakini&lt;br /&gt;dalam banyak nama dan alasan unuk menjustifikasi tentang pilihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak ada yang benar, tidak ada yang salah&lt;br /&gt;tidak ada hak untuk menilai&lt;br /&gt;hitam putih kehidupan&lt;br /&gt;pahit getir perjalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;silahkan membuka topeng jika memang merasa nyaman&lt;br /&gt;silahkan mengenakannya jika itu memang dibutuhkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena terkadang, ini bukan hanya soal topeng-topeng dalam kehidupan&lt;br /&gt;ini lebih dari itu&lt;br /&gt;lebih dalam dari itu...&lt;br /&gt;dan tak ada yang cukup baik dan berhak untuk menilainya&lt;br /&gt;tidak ada...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang dibutuhkan adalah pelukan, dan dukungan&lt;br /&gt;bahwa sebenarnya tidak ada seorangpun yang sendirian&lt;br /&gt;karena kemiskinan terbesar adalah kesepian dan ternafikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-6910548043590791942?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/6910548043590791942/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=6910548043590791942' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/6910548043590791942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/6910548043590791942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2011/08/saat-topeng-kehidupan-tetap-harus.html' title='saat topeng kehidupan tetap harus dikenakan'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-4361676335801661828</id><published>2011-08-01T23:49:00.009+07:00</published><updated>2011-08-02T01:33:31.224+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>pasti halal, belum tentu haram. pasti haram, tidak mungkin halal</title><content type='html'>sore tadi hari pertama puasa, aku ikut dalam ritual tahunan ini - ketika para pengikut nabi Muhammad memperjuangkan begitu banyak berkah dan hidayah di bulan Ramadhan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sama seperti apa yang disarankan oleh iklan-iklan di televisi, berbukalah dengn yang manis: aku pun turut membatalkan puasaku dengan makanan yang manis: babi panggang karo..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selepas maghrib aku melangkahkan kaki ke arah mall ambassador, pasti sangat terlihat penuh niat karena ke sana sendirian :) hanya terasa senang saja beberapa hari ini berjalan dan melihat hiruk pikuk orang-orang yang bergegas sepulang kerja.&lt;br /&gt;tak berapa lama aku sampai di salah satu lapo, ada hal yang sedikit berbeda terlihat dari yang biasanya saat aku ke sana di sore hari. beberapa pegawai lapo itu makan bersama-sama, ada yang terlihat masih segar wajahnya. ada capcay yang menjadi lauk dan mereka makan dengan lahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena sepi tidak banyak pengunjung, aku bisa berbicara dengan mereka. "tumben, sudah pada makan lagi jam segini belum tutup" tanyaku memulai pembicaraan. "ini baru makan bang, tadi seharian puasa" jawab seorang pegawai perempuan sambil menyeka mulutnya. ada nasi yang tertinggal di dekat bibir bawahnya. "iyah harus buru-buru nih, ntar sholatnya giliran habis tutup terus taraweh" kata pegawai laki-laki lain yang wajahnya segar. rupanya dia habis mandi untuk persiapan sholat dan ke masjid.&lt;br /&gt;aku agak tersentak mendengar jawaban-jawaban mereka, dan sambil makan ini menjadi permenunganku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata mayoritas pegawai lapo itu muslim agamanya! dan meskipun tiap hari mereka menggauli daging-daging babi itu yang pasti haram &lt;br /&gt;absolut, mereka tidak lupa menjalankan kewajiban agama yang sudah dipilih dan diyakini.&lt;br /&gt;alih-alih mencari alasan untuk tidak berpuasa, mereka tetap berusaha menjalankan dengan sebaik mungkin. karena tidak mungkin berbuka &lt;br /&gt;puasa dengan lauk yang mereka jual, maka patunganlah membeli capcay yang halal untuk berbuka puasa. tetap memasak dan menjual &lt;br /&gt;daging babi sebagai salah satu pekerjaan untuk menopang kehidupan, akan tetapi tidak memakannya karena itu haram dalam ajaran &lt;br /&gt;mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjadi kontradiksi ketika aku teringat dengan wakil-wakil kita para pejabat terhormat dan bapak-bapak di gedung bundar itu. ketika korupsi &lt;br /&gt;menjadi hal yang membudaya dan umum dilakukan di lingkungan mereka, maka tanpa malu dan berusaha bertahan lalu ikut terlibat dalam kesenangan di dalamnya. haram berjamaah! tanpa mencoba untuk menjaga diri. "susah, nanti kalau tidak ikutan dianggap aneh dan jadi tak punya teman" ada kata yang pernah aku dengar diucapkan kenalan di pemerintahan.&lt;br /&gt;sungguh memalukan karena dalam kapasitas mereka, seharusnya lebih tahu mana yang halal dan haram untuk dilakukan dan lebih banyak &lt;br /&gt;pilihan serta kemampuan untuk memilih dibanding para pegawai lapo yang kutemui sore tadi di ambassador.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well, mungkin masalahnya tidak sesederhana itu dan tidak bisa juga membandingkan para pegawai lapo itu dengan bapak-bapak pejabat dan wakil rakyat. masalahnya lebih kompleks mungkin...&lt;br /&gt;kompleks karena duitnya lebih banyak, dan pasti akan susah ditolak. tai kucing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku teringat ucapan mbak kasir saat aku membayar dan nyeletuk "kirain pada ngga puasa, soalnya kerja di lapo hehehe". dia tersenyum saat menjawab singkat "yang haram kan dagingnya bang, kerjaannya tetep halal. jadi tetep puasa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin lingkungan kita haram, orang-orang di sekitar kita melakukan hal haram, akan tetapi tetap ada pilihan bagi kita untuk tetap melakukan hal yang halal di lingkungan haram sekalipun..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat berpuasa, wassalam...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-4361676335801661828?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/4361676335801661828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=4361676335801661828' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/4361676335801661828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/4361676335801661828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2011/08/pasti-halal-belum-tentu-haram-pasti.html' title='pasti halal, belum tentu haram. pasti haram, tidak mungkin halal'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-5718528067274053632</id><published>2011-07-24T01:50:00.006+07:00</published><updated>2011-07-24T02:36:44.263+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>waktu tak pernah menunggu</title><content type='html'>"&lt;br /&gt;Hidupku dalam keadaan koma,&lt;br /&gt; kosong seperti hidup Adam di Surga,&lt;br /&gt; ketika aku melihat Selma berdiri di hadapanku seperti berkas cahaya.&lt;br /&gt; Perempuan itu adalah Hawa hatiku yang memenuhinya dengan rahasia dan keajaiban&lt;br /&gt; dan membuatku paham akan makna hidup…………….&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun,&lt;br /&gt; sekarangkah saatnya kehidupan akan memisahkan kita agar engkau bisa memperoleh keagungan seorang lelaki&lt;br /&gt; dan aku kewajiban seorang perempuan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk inikah maka lembah menelan nyanyian burung bul-bul ke dalam relung-relungnya,&lt;br /&gt; dan angin memporakporandakan daun-daun mahkota bunga mawar,&lt;br /&gt; dan kaki-kaki menginjak-injak piala anggur?&lt;br /&gt; Sia-siakah segala malam yang kita lalui bersama dalam cahaya rembulan di bawah pohon melati,&lt;br /&gt; tempat dua jiwa kita menyatu?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apakah kita terbang dengan gagah perkasa menuju bintang-bintang hingga lelap sayap-sayap kita,&lt;br /&gt; lalu sekarang kita turun ke dalam jurang?&lt;br /&gt; Atau tidurkah cinta ketika ia mendatangi kita, lalu, ketika ia terbangun, menjadi marah dan memutuskan untuk menghukum kita?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ataukah jiwa-jiwa kita mengubah angin malam yang sepoi menjadi angin ribut yang mengoyak-ngoyak kita menjadi berkeping-keping dan meniup kita bagai debu ke dasar lembah? Kita tak melanggar perintah apa pun; kita pun tak mencicipi buah terlarang; lalu apa yang memaksa kita meninggalkan sorga ini?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita tidak pernah berkomplot atau menggerakkan pemberontakan, lalu mengapa sekarang terjun ke neraka? Tidak, tidak, saat-saat yang menyatukan kita lebih agung daripada abad-abad yang berlalu, dan cahaya yang menerang jiwa-jiwa kita lebih perkasa daripada kegelapan; dan jika sang prahara memisahkan kita di lautan yang buas ini, sang bayu akan menyatukan kita di pantai yang tenang, dan jika hidup ini membantai kita, maut akan menyatukan kita lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hati nurani seorang wanita tak berubah oleh waktu dan musim; bahkan jika mati abadi, hati itu takkan hilang murca. Hati seorang wanita laksana sebuah padang yang berubah jadi medan pertempuran; seudah pohon-pohon ditumbangkan dan rerumputan terbakar dan batu-batu karang memerah oleh darah dan bumi ditanami dengan tulang-tulang dan tengkorak-tengkorak, ia akan tenang dan diam seolah tak ada sesuatu pun terjadi karena musim semi dan musim gugur datang pada waktunya dan memulai pekerjaannya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------&lt;br /&gt;“Guru, bagaimanakah perihal Waktu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dia menjawab:&lt;br /&gt;Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.&lt;br /&gt;Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.&lt;br /&gt;Suatu ketika kau ingin membuat anak sungai, di mana atas tebingnya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesedaran akan kehidupan nan abadi,&lt;br /&gt;Dan mengetahui bahawa semalam hanyalah kenangan utk hari ini dan esok adalah harapan dan impian utk hari ini.&lt;br /&gt;Dan yang menyanyi dan merenung dari dalam jiwa, sentiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.&lt;br /&gt;Siapa di antara kalian yang tidak merasa bahawa daya mencintainya tiada batasnya?&lt;br /&gt;Dan siapa pula yang tidak merasa bahawa cinta sejati, walau tiada batas, terkandung di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari fikiran cinta ke fikiran cinta, pun bukan dari tindakan cinta ke tindakan cinta yang lain?&lt;br /&gt;Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika di dalam fikiranmu baru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkumi semua musim yang lain,&lt;br /&gt;Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan."&lt;br /&gt;-----------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedua tulisan di atas milik Gibran. siapa yang tidak kenal dengan Sang Kahlil ini yang karya-karyanya menjadi inspirasi bagi semua orang yang membacanya. kisah cintanya dengan Mary Haskell (yang dituangkan dalam sayap-sayap patah, untuk Selma Karami) yang bertahan sampai akhir hidupnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan menjelang dini hari ini, Gibran memberi pelajaran kepadaku. mengajarkan aku untuk menggunakan semua waktu yang masih aku punya, dengan sebaik mungkin, tanpa ada kesia-siaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata-kata tidak pernah cukup untuk menjelaskan, atau mengurai apa yang ada dalam pikiran atau perasaan..&lt;br /&gt;satu hal yang ingin aku sampaikan kepada kalian semua, dan juga kepada diriku sendiri: untuk semua hal baik yang ingin kalian lakukan, untuk semua cinta yang ingin kalian bagikan, untuk semua impian yang ingin kalian wujudkan. kerjakan sekarang dan jangan tunda lagi, karena waktu tak pernah menunggu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jemariku lembut bermain pada jendela-jendela kaca&lt;br /&gt;Dan berita yang kubawa membawa bahagia,&lt;br /&gt;Semua orang dapat mendengarnya, namun hanya yang peka, dapat memahami maknanya."&lt;br /&gt;(Kahlil Gibran - Nyanyian Hujan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-5718528067274053632?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/5718528067274053632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=5718528067274053632' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/5718528067274053632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/5718528067274053632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2011/07/waktu-tak-pernah-menunggu.html' title='waktu tak pernah menunggu'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-4186433959082512537</id><published>2011-07-21T23:46:00.004+07:00</published><updated>2011-07-22T00:34:55.966+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>jujur pada diri sendiri</title><content type='html'>saya suka dengan samuel mulia, kolumnis kompas yang setiap hari minggu muncul dengan tulisan-tulisannya yang menggelitik dan selalu menarik. menggelitik karena apa yang ditulisnya itu sebenarnya adalah potret kehidupan harian kita. menarik karena beliau menulis tanpa melukai, kenapa bisa begitu? samuel mulia mengajar melalui dirinya sendiri..tanpa malu dia buka kekurangannya, perasaan dan keinginan yang sangat manusiawi dalam segala positif dan negatifnya; untuk kemudian dia tertawakan dan kritik dirinya sendiri..yang membuat kita nyaman, dan belajar tanpa merasa diserang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti samuel mulia, saya mencoba untuk menelanjangi diri sendiri dan kemudian berani menertawakan serta menceritakannya pada semua orang. bukan sebagai pemenuhan narsistis, tapi semoga bisa menjadi bahan permenungan. atau at least bacaan pengisi waktu luang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai pemegang kekuasaan tertinggi egositas dibandingkan semua makhluk lain, keinginan untuk selalu aman dan nyaman serta terlihat baik dan sempurna tanpa cacat selalu menjadi bagian dan kebutuhan mendasar dalam hidup saya.&lt;br /&gt;kecenderungan itu yang membuat saya menjadi memilih-milih untuk bergaul dan lebih akrab dengan orang-orang yang satu ide atau punya kesamaan. ada rasa tidak aman di antara lingkungan orang-orang yang berbeda entah itu idealisme, cara pandang, pemikiran. apalagi jika saya tahu mereka tidak suka atau memusuhi saya.&lt;br /&gt;perilaku ini yang membatasi pergaulan. sehingga mudah mengelompokkan orang dalam hitungan sahabat, teman dekat, teman biasa, teman yang harus dihindari, atau bahkan saingan dan lawan. tendensi yang ada ini kemudian diwujudkan melalui pengaruh, kekuasaan, dan apapun yang bisa dilakukan untuk membuat lingkungan turut dan sesuai dengan keinginan. supaya saya menjadi lebih nyaman ada di dalamnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk selalu terlihat baik dan sempurna tanpa cacat, saya sering menggunakan topeng-topeng yang bisa dipakai. entah itu kesopanan,keramahan, dan segala hal lain yang bisa membuat orang menjadi lebih suka dan nyaman di dekat saya.&lt;br /&gt;sering jika ada masalah yang terpikirkan pertama kali adalah bagaimana bukan saya yang dipersalahkan tapi orang lain yang harus bertanggung jawab. alih-alih menghadapi secara kesatria, saya cenderung untuk melarikan diri dari masalah dan meninggalkannya tidak terselesaikan atau membuat orang lain menjadi korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan sama seperti layaknya manusia yang berakal budi, saya juga sering sekali sadar akan kondisi ini. mencoba untuk mulai berubah dan menjadi lebih baik dalam semua hal. walaupun seringnya akan kembali jatuh dalam lubang yang sama untuk kemudian menyalahkan lagi semua orang selain diri saya sendiri. bahkan tuhan pun saya tempatkan dalam posisi yang berlawanan karena tidak memihak saya sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tulisan ini tidak akan di akhiri dengan kesimpulan apapun, sama seperti tulisan samuel mulia yang sering kita jumpai terus setiap minggu, saya juga akan terus mencoba mencari tahu semua hal pada diri saya yang bisa saya tertawakan dan kritisi. tanpa harus muluk-muluk berjanji untuk berubah dan menjadi lebih baik, saya hanya akan jalani hidup ini semampu yang saya bisa. apapun adanya.&lt;br /&gt;jika ada yang bisa diperbaiki dan dilakukan serta bermanfaat, so be it. jika ada kesalahan yang terulang dan dilakukan lagi, yah saya memang masih manusia.&lt;br /&gt;tapi proses penyadaran dan pembelajaran ini, yang semoga menjadi milik kita semua. untuk tidak pernah puas dengan apa yang ada pada kita saat ini, meskipun kita sudah baik, atau terlihat baik, atu berusaha kita buat supaya terlihat baik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perlu untuk sejenak melepaskan topeng-topeng yang selalu saya pakai ini, untuk melihat diri saya sendiri sebenarnya dan seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jujur saja pada diri kita masing-masing, jujur pada saya sendiri, tentang semua kelemahan saya, tentang semua hal buruk yang mesti saya ubah dan saya perbaiki jika waktu masih berpihak dan bersama hidup ini. sehingga setiap hari tidak akan menjadi hari yang terlewat dengan sia-sia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-4186433959082512537?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/4186433959082512537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=4186433959082512537' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/4186433959082512537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/4186433959082512537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2011/07/jujur-pada-diri-sendiri.html' title='jujur pada diri sendiri'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-5336541303787102708</id><published>2011-07-14T17:26:00.005+07:00</published><updated>2011-07-15T00:21:13.339+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>pelayanan dan perlindungan terhadap pasangan</title><content type='html'>ada film ftv diputar di sctv tadi malam, judulnya 'ketika waginah bicara'. pemainnya alex komang dan kinaryoshi.&lt;br /&gt;saya tidak akan banyak bicara tentang filmnya selain alex komang yang kalau bermain sensualitasnya menurut saya sama sperti george cloney tapi yang dihilangkan kenakalannya dan kinaryoshi yang di film itu sensual sekali menurut saya (loh saya sudah mulai mau melantur lagi, lebih baik kembali ke pikiran awal saya menulis ini)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada salah satu adegan dalam film itu dimana waginah yang diminta bantuan untuk mengaku sebagai isteri pak drajad dengan tanpa diminta melepaskan sepatu dan kaos kaki pak drajad yang tertidur karena kelelahan dalam perjalanan mereka pulang ke kampung halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya agak terkesima melihat adegan itu, kemudian langsung terbayang tentang pelayanan perempuan jawa kepada pasangannya. berperan sebagai kasta nomer dua dalam kehidupan sosial, mereka seakan mengemban amanah 3M (masak, macak, manak = memasak, berhias diri, melahirkan) dalam rumah tangga; dan hrus total mengabdi dan melayani suami. bahkan secara sacral, pemahaman swargo nunut nroko katut (surga dan neraka bergantung dari suami) yang dikuatkan dalam ideologi islam jawa lelaki sebagai khafilah atau pemimpin dalam keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlintas dalam pikiran saya bagaimana jika saya kelak mempunyai pasanga yang seperti itu yah? melayani dalam kepatuhan absolut. dulu kakak saya pernah bilang, seorang istri itu harus bisa secara ekstrim menjadi pelayan di rumah, figur ibu dalam keluarga, bahkan seperti pelacur di ranjang demi pasangannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya tersenyum, pendapat ini sekarang akan ditentang oleh banyak sekali perempuan moden jaman sekarang. konsep kepatuhan absolut dan pelayanan yang saya gambarkan di atas tidak akan pernah dimengerti oleh para penganut kesetaraan gender, perempuan modern yang cerdas, mengutamakan karir, dan persamaan hak serta kedudukan dengan lelaki atau pasangannya. boro-boro mau membukakan sepatu, memasak, mencuci, dan kerjaan rumah tangga yang lain itu urusan si mbak jadi jangan harap deh :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi kemudian pikiran egois dan sangat patriarkis ini harus saya imbangi dengan mencoba untuk mengerti apa yang juga dibutuhkan oleh para perempuan itu dari pasangannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waginah mewakili banyak perempun dari semua strata dan latar belakang budaya menyerukan harapan para perempuan dari pasangannya:&lt;br /&gt;'apakah saya akan dipukul dan dikasari apabila tidak mau diajak berbuat intim?'&lt;br /&gt;'apakah saya akan dipukul dan dimarahi jika melakukan kesalahan?'&lt;br /&gt;ini yang seharusnya menjadi pegangan bagi semua lelaki termasuk saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai lelaki, kita mungkin harus tampan, pintar, atau kaya untuk bisa tampil langsung menarik pada kesan pertama; tapi at the end, perempuan siapapun dia mengharapkan pasangan yang mampu melindungi sebagai tempat bersandar. yang mau bekerja keras untuk menghidupi keluarga mereka. yang tidak kasar dan mudah memukul ketika pasangannya tidak melakukan yang diinginkan, yang tidak mudah marah dan menyakiti hati mereka.&lt;br /&gt;lelaki perkasa yang lembut dan bisa menopang mereka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena saya bukan perempuan, saya hanya bisa mendalami lebih dalam kelelakian saya. apakah saya sudah menjadi seperti itu? siapa tahu ini hanya omong besar yang hanya bisa diucapkan tapi tidak pernah dilakukan..&lt;br /&gt;apakah saya mau dan terus berusaha menjadi lelaki perkasa yang lembut dan bisa menopang pasangan itu??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;relasi itu selalu dua arah, selalu memberi dan menerima. dengan hanya terus menuntut tanpa mau mawas diri untuk memberikan diri secara utuh dan penuh itu berarti memeras dan mengeksploitasi pasangan belaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya tersenyum simpul di akhir permenungan saya.&lt;br /&gt;mungkin saja, dan sangat mungkin, jika saya dan para lelaki semua bisa melakukan apa yang diinginkan dan menjadi kebutuhan perempun-perempuan itu; bisa menjadi tumpuan dan harapan mereka dalam hidup yang diselimuti oleh apa yang dinamakan kebahagiaan, maka mereka juga akan menjadi pasangan seperti yang kita inginkan. mungkin pelayanan yang utuh dan penuh, dan tidak mustahil juga apa yan saya lihat dalam film kemarin terjadi pada saya - membukakan sepatu saat saya tertidur kelelahan bekerja demi kami..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-5336541303787102708?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/5336541303787102708/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=5336541303787102708' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/5336541303787102708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/5336541303787102708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2011/07/pelayanan-dan-perlindungan-terhadap.html' title='pelayanan dan perlindungan terhadap pasangan'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-3096822100231389080</id><published>2011-06-21T21:51:00.005+07:00</published><updated>2011-06-21T23:01:14.673+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>berdiri menghadap fatamorgana</title><content type='html'>berlari dengan dada membusung dan wajah tengadah&lt;br /&gt;tangan terkembang sorakkan pekik kemenangan&lt;br /&gt;siang terasa panjang, dalam jelasnya cahaya yang menyinari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kadang bergerak pun terasa enggan&lt;br /&gt;peluh yang bercampur dengan debu, kadang luka dan darah yang mengering&lt;br /&gt;tatap mata yang menyelidik seakan bertanya kau kenapa&lt;br /&gt;namun diam tak mau menyapa&lt;br /&gt;bahkan bulan pun sembunyi di balik awan&lt;br /&gt;desahan setan seakan menunggu datangnya kesempatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencari sebentuk bantuan, apakah itu diperlukan&lt;br /&gt;menghapus seberkas tulisan berbunyi tuhan&lt;br /&gt;lalu berjalan, kadang tertatih, tapi tetap tegak mencoba terlihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanggalkan kepala, meneliti kenapa ada mimpi-mimpi jahanam yang tertanam&lt;br /&gt;saat yang terjadi seharusnya pelangi terang, dan suara desau angin di ujung lembayung senja&lt;br /&gt;betapa sulit diurai satu per satu. yang ada kemudian pasrah, dan menyerah pada keadaan.&lt;br /&gt;tapi mata yang nyalang itu menandakan semangat belum padam&lt;br /&gt;belum mati, masih ada yang harus dikejar, harus dilakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu persatu tiap pribadi berpelukan&lt;br /&gt;sebisa mungkin semua diajak bersalaman, kenapa menabur kebencian&lt;br /&gt;kenapa memupuk benih benih kecurigaan? bukankah penat menuai permusuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melihat ke depan, menjangkau lebih dari yang cakrawala&lt;br /&gt;berdiri di depan jalan membentang&lt;br /&gt;apakah itu fatamorgana, saat terlihat ada air yang menggenang di jalanan&lt;br /&gt;ah lihatlah&lt;br /&gt;jalanan masih memantulkan butir-butir pengharapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langit mungkin berganti merah saga dan kemudian temaram&lt;br /&gt;sang malam mungkin merengkuh disaksikan dewi bulan&lt;br /&gt;apakah ada fatamorgana di waktu malam?&lt;br /&gt;ataukah semaian impian kosong dalam jalan keterpurukan&lt;br /&gt;sisihkan kepercayaan atau iman. seperti lagu yang meninabobokkan&lt;br /&gt;tapi kemudian hilang saat bangun dalam kesadaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak, ini belum berhenti&lt;br /&gt;masih banyak kisah-kisah harus digambarkan&lt;br /&gt;tarian tarian pagi, yang menggelinjang bersemangat dalam terik siang&lt;br /&gt;kemudian menggeliat dalam sore yang temaram sebelum akhirnya beristirahat &lt;br /&gt;dalam peraduan malam&lt;br /&gt;masih ada banyak cerita untuk dituturkan. pribadi-pribadi yang menemani&lt;br /&gt;kadang datang dan pergi dalam peziarahan. beberapa menemani untuk saling berkembang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada yang sama,&lt;br /&gt;kebodohan, keberhasilan, kegagalan, senyum kemenangan&lt;br /&gt;kenapa melekatkan diri pada yang akan terhilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara fatamorgana memantulan butiran-butiran peristiwa&lt;br /&gt;yang tak pernah terkirakan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;invictus - yang tak terkalahkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-3096822100231389080?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/3096822100231389080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=3096822100231389080' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/3096822100231389080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/3096822100231389080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2011/06/berdiri-menghadap-fatamorgana.html' title='berdiri menghadap fatamorgana'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-1590768507023168155</id><published>2011-06-15T22:41:00.007+07:00</published><updated>2011-06-15T23:46:09.665+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>bagi jiwa bebasku aku adalah kapten jiwaku</title><content type='html'>saya mendapat cerita tentang film bagus malam ini. &lt;br /&gt;judulnya adalah invictus, artinya yang tak terkalahkan...&lt;br /&gt;bercerita tentang memaafkan, seorang leader visioner yang memampukan kelompoknya melakukan sesuatu melebihi kemampuan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada cuplikan menarik dari film itu: Apapun Tuhan jadikan aku, aku kedepankan syukurku, sebab jiwaku yang tak terkalahkan. Bagaimana menyeberang rintangan aku takkan risau. Akulah penentu sendiri takdir hidupku. Bagi jiwa bebasku, aku adalah kapten jiwaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya tidak ingin membahas tuhan malam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi saya, invictus dan quote terakhir di atas memberikan semangat tersendiri: bagi jiwa bebasku, aku adalah kapten jiwaku..&lt;br /&gt;siapa yang bisa membelenggu jiwa yang bebas. hidup kita bisa dikendalikan oleh pikiran, perasaan ketakutan atau emosi-emosi yang berlebihan. tubuh fisik bereaksi terhadap kondisi pikiran dan perasaan.&lt;br /&gt;tapi jiwa tak bisa dikekang. jiwa yang bebas, menarikan tariannya sendiri di jalan-jalan kehidupan. dan kita, diri kita sendiri, adalah pemimpin dan empunya jiwa bebas itu.&lt;br /&gt;saya seakan disadarkan kembali bahwa kelekatan terhadap semua hal di dunia, penyesalan, kepuasan, kesombongan, kesedihan, dan semuanya itu tidak akan bisa menghalangi tarian jiwa yang ingin mengisi kehidupan ini dengan penuh, dan utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan bagi jiwa bebasku, aku adalah kapten jiwaku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-1590768507023168155?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/1590768507023168155/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=1590768507023168155' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/1590768507023168155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/1590768507023168155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2011/06/bagi-jiwa-bebasku-aku-adalah-kapten.html' title='bagi jiwa bebasku aku adalah kapten jiwaku'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-2662911316637467483</id><published>2011-06-01T23:59:00.005+07:00</published><updated>2011-06-02T00:25:53.287+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>everything will be fine...</title><content type='html'>everything will be fine, itu salah satu quote dari film terakhir yang saya tonton sekitar 3 minggu yang lalu. dan seorang teman berkata hal yang sama: "before, i was thinking that everything will be OK. Now I am saying, everything may not always be OK, but it will be fine, it goes better"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemarin di akhir bulan mei saya pulang ke jogja dengan membawa bermacam perasaan: antara semangat karena sebentar lagi saya akan menyelesaikan salah satu tugas belajar saya, dengan perasaan bahwa saya tidak cukup baik mempersiapkan diri untuk menghadapinya. kesibukan kerja yang sangat menyita waktu, pikiran, dan emosi saya membuat saya tidak sempat belajar dengan sungguh menghadapi ujian sidang saya kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gerimisnya jogja di waktu malam ketika saya landing itu belum mampu mendinginkan perasaan saya. biasanya saya selalu tenang dan sangat menghayati suasana kota ini. suasana yang selalu menarik saya untuk rindu dan kembali padanya.&lt;br /&gt;tapi malam kemarin kecemasan saya terus berlanjut. memang dua minggu terakhir setelah mendapatkan jadwal sidang saya berusaha semaksimal mungkin untuk mengambil waktu belajar, membuat presentasi, dan terus memperbaikinya. tapi saya merasa belum cukup. malam hari kemarin di rumah saya juga tidak punya cukup waktu karena bapak ibu kemudian membuat saya hanyut dalam percakapan panjang setelah lama tidak pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi saya sungguh beruntung. saya didukung oleh banyak orang yang memberikan perhatian, semangat, bantuan, dan dukungan bahwa saya mampu melewatinya. "mas, ini hanya salah satu dari sekian banyak presentasi yang pernah kamu lakukan. you will be great. it's not about the song, it's the singer". "aku percaya kamu mampu melakukannya, kamu hebat!" dan masih banyak lagi perkataan dan dukungan yang saya terima. beberapa orang membantu memeriksa presentasi saya dan memberikan saran-saran yang sangat bermanfaat. orang tua saya bahkan berdoa novena untuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan tadi sore, dengan semua dukungan, perhatian, dan bantuan yang diberikan itu. saya berhasil melewatinya. saya lulus dengan nilai A untuk Thesis dengan tanpa revisi. Nilai akhir saya Cum Laude.&lt;br /&gt;Bagi orang lain ini mungkin hal yang biasa, dan saya juga tidak bermaksud untuk menyombongkan pencapaian ini kepada siapapun. at least saya lega bahwa apa yang saya mulai dua tahun lalu bisa selesai dan tidak sia-sia puluhan juta rupiah yang saya keluarkan selama ini (jumlah yang tidak sedikit untuk saya sekarang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, malam ini saat refleksi, saya memaknai ini menjadi dua hal:&lt;br /&gt;1. bahwa cinta, perhatian, bantuan, dan dukungan dari orang-orang terdekat kita, dari teman dan sahabat di sekitar kita, sungguh merupakan satu kekuatan yang akan memampukan kita menghadapi apapun. yang akan menegakkan kaki kita saat berdiri dan membawa kita melewati semua hal yang harus dihadapi.&lt;br /&gt;2. bahwa semua masalah dan kesulitan yang kita hadapi tidak akan berlangsung selamanya. akan ada saatnya kita melewatinya. mungkin tidak selalu mulus dan OK, akan tetapi it will get better, it will be fine. kita akan mampu melaluinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi saat anda membaca tulisan ini, bermurah hatilah; karena dukungan, perhatian, cinta, dan bantuan yang anda sebarkan pada siapapun akan menjadi kekuatan bagi mereka menapaki jalan-jalan kehidupan ini.&lt;br /&gt;dan jika saat ini anda merasa bahwa beban hidup yang ditanggung sangat berat dan terasa sulit diterima, yakinlah, ini hanya sementara. everything will be fine, karena kehidupan akan terus berjalan bersama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahagialah kawan! dan bermurah hatilah!&lt;br /&gt;salam sayang,&lt;br /&gt;wisnu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-2662911316637467483?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/2662911316637467483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=2662911316637467483' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/2662911316637467483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/2662911316637467483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2011/06/everything-will-be-fine.html' title='everything will be fine...'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-2970049408632873745</id><published>2011-05-28T15:50:00.002+07:00</published><updated>2011-05-28T16:13:56.851+07:00</updated><title type='text'>intermezzo - dejavu di sabtu sore</title><content type='html'>tidak ada yang berubah saat aku kembali datang di tempat ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku memang tidak kreatif dalam memilih tempat tujuan yang akan didatangi&lt;br /&gt;untuk duduk, nongkrong, atau bergaul&lt;br /&gt;di dalam otakku, tempat yang paling sering aku kunjungi itu yang ada di daftar teratas tumpukan memori data yang akan diambil saat berpikir hendak kemana diriku; apalagi dalam kondisi pergi sendiri seperti saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alih-alih belajar di kamar untuk menghadapi ujian di minggu depan, kebosanan mengajakku untuk keluar. selain karena rasa lapar, juga dengan alasan klasik seperti biasa bisa ngerjain presentasinya atau belajar di tempat yang ada wi-fi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan seharusnya aku tahu, bahwa itu tidak pernah akan efektif untuk diriku saat sendirian. ketika aku sendiri, tidak ada yang mengingatkan untuk fokus pada hal belajar, maka akan selalu muncul keinginan untuk melihat dan mengamati orang-orang di sekitarku. sesuatu yang aku sukai sejak dulu, melihat orang-orang..&lt;br /&gt;dan sudah dua jam lebih, aku belum menambahkan apa-apa di presentasiku, selain hanya memperbaiki kata-kata validadi data dari tringulasi menjadi triangulasi sesudah browsing artinya di google. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan tidak ada yang berubah juga dengan apa yang aku lakukan ketika datang kembali di tempat ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;celingukan mencari tempat yang ber-ac dan dekat dengan colokan sticker. kemudian memesan menu yang selalu sama: soto mie, tahu pong, minum es lemon tea. sedangkan ini adalah cafe dengan menu utama kopi dan makanan luar-nya (selera desa selalu lebih kuat dan mengenyangkan) kemudian sibuk membuka laptop untuk kemudian mendiamkannya karena sibuk mengamati orang-orang di sekitarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika sudah hampir tiga jam kemudian aku tersadar, bukan malah kemudian mencoba fokus lagi, tapi lebih memilihi untuk menulis apa yang terjadi di blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu suara di dalam diriku berteriak, kau harus fokus untuk kembali belajar! tadi malam kau sudah pakai untuk istirahat, tidak bergaul, untuk memulihkan kondisimu. sekarang saatnya menggunakan energi itu untuk mempersiapkan ujianmu.&lt;br /&gt;lalu kemudian ada suara lain yang menyangkal. baiklah jangan kau sesali waktu tadi. tidak hanya fisik, psikis dan pikiran kita pun perlu di istirahatkan sejenak untuk melakukan hal-hal yang kita sukai. sehingga kembali bugar.&lt;br /&gt;tapi kau sudah cukup istirahat fisik dan psikis!&lt;br /&gt;ini kan weekend, kau berhak untuk melakukan yang kau inginkan&lt;br /&gt;dan mereka terus bersaut-sautan di dalam kepalaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku melihat lagi orang-orang di sekitarku,&lt;br /&gt;ketika mereka bicara berdua atau dengan berkelompok, kadang tertawa tergelak. apa yang mereka bicarakan, siapa mereka&lt;br /&gt;orang-orang yang sedang sendirian dengan laptop di meja, apa yang mereka lakukan, apakah mereka sedang bekerja atau mengisi waktu?&lt;br /&gt;orang-orang yang sendirian dan melihat ke luar di jalanan, apa yang sedang mereka pikirkan? apakah ada suara-suara yang bersautan juga di rongga kepala mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hmmhh, saatnya unutuk memesan es lemon tea gelas yang kedua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28/05/2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-2970049408632873745?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/2970049408632873745/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=2970049408632873745' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/2970049408632873745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/2970049408632873745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2011/05/intermezzo-dejavu-di-sabtu-sore.html' title='intermezzo - dejavu di sabtu sore'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-1121893192026123316</id><published>2011-05-23T00:51:00.004+07:00</published><updated>2011-05-23T02:11:37.653+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritual'/><title type='text'>bosan hidup dalam kecemasan</title><content type='html'>seorang teman menelfon saya malam ini:'mas ada yang mau aku sharingkan dengan dirimu katanya dengan bersemangat'. 'tentang apa?' tanya saya kepadanya.&lt;br /&gt;'tadi aku nangis di gereja dengan temanku!' lalu lancar dia bercerita..&lt;br /&gt;tentang kehidupan rumah tangga temannya yang gagal karena saat pacaran mereka tidak saling terbuka. tentang bagaimana temannya yang dulu berharap bahwa pasangannya adalah the only one forever in life.&lt;br /&gt;'kok dirimu diam saja mas?' katanya setelah bercerita panjang lebar. 'lah, terus aku harus bilang apa? aku kan dengerin ceritamu..' saya mencoba menjawab&lt;br /&gt;'lah ya nanggapin gimana gitu loh. atau aku yang berempati berlebihan yah?'&lt;br /&gt;saya menyahut cepat 'bukan gitu, aku hanya ngga ngerti mesti ngomong apa soal kayak gini' sesaat terdiam sebelum kemudian dia berkata pelan 'iya sih, aku juga hanya pengin sharing ke kamu. aku kalau dengar kayak gini jadi sedih, dan juga cemas tentang masa depanku. sama seperti orang lain, aku juga pengin menikah dan settle. tapi kalau marriage does not take us anywhere lalu ngapain aku mesti nikah apalagi kalau ujungnya musti pisah atau tidak bahagia' dan saya menjadi semakin diam tak tahu harus menjawab apa.&lt;br /&gt;mungkin karena saya pernah merasakan hal yang sama, mungkin karena saya pernah mengalaminya, mungkin karena saya juga pernah gagal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selesai bicara di telfon saya merenung, kecemasan seperti yang baru saja di sharingkan oleh teman saya tadi hanya salah satu dari banyak kecemasan yang menghantui saya, dan juga mungkin anda..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada banyak kecemasan yang bermain dalam otak dan memenuhi kepala kita. tentang hari depan, keluarga, pasangan, keturunan, pekerjaan, pendidikan, dan masih banyak lagi hal lainnya.&lt;br /&gt;kecemasan yang pada umumnya terbentuk dari bayang-bayang dan ketakutan akan kegagalan, emosi-emosi negatif yang akan datang dan mewarnai kehidupan kita. saat hidup tak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. saat hal-hal buruk datang membebani kita. melukai ego maupun status sosial kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita selalu mengatakan dalam kegagalan kita, andai bisa diulang aku akan melakukan dengan lebih baik lagi!kenyataannya, semua sudah terlambat. semua sudah terjadi. yang sudah terjadi tak bisa ditarik lagi ataupun disesali terus menerus. hidup harus terus dilanjutkan dan dijalani. jika kita bisa belajar dari kesalahan-kesalahan di masa lalu untuk menata hidup dengan lebih baik lagi itu bagus! artinya kita menjadi individu atau pribadi yang lebih baik. jika kita tidak bisa belajar dan terus mengulang kesalahan yang sama itu artinya kita bodoh dan tidak mau berkembang. tapi menjadi bodoh atau menjadi pribadi pembelajar kadang itu juga pilihan yang tidak mudah untuk dikalkulasi secara sederhana layaknya rumus fisika dasar atau matematika terapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kecemasan akan apapun juga hanya membuat hati, pikiran dan fisik kita lelah, tanpa kita melakukan apapun atau memperbaiki apapun. beban absurd karena itu belum terjadi sekarang akan tetapi bebannya sudah mulai kita tanggung. what a fool!&lt;br /&gt;kebanyakan orang membawanya ke dalam doa atau meminta bantuan tuhan agar dimudahkan atau dikuatkan. semua upaya yang dilakukan itu pada intinya bertujuan sama yaitu berusaha untuk menghilangkan kecemasan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi saya, saya sudah bosan hidup saya dibebani dengan kecemasan. dihantui dengan pikiran-pikiran buruk atau ketakutan tentang hari depan yang belum pasti datangnya dan juga belum pasti apakah akan sungguh buruk atau kebalikannya.&lt;br /&gt;sama seperti sebuah pepatah lama mengatakan: everything will be fine. maybe not OK, but things will get better.&lt;br /&gt;kesulitan, halangan, hal-hal buruk yang akan terjadi pada kita, seberat apapun itu pasti tak akan abadi - karena hidup terus berjalan dan kita terus melangkah.&lt;br /&gt;ketika tidak ada yang abadi dan yang tidak berubah hanyalah perubahan itu sendiri, maka seburuk apapun yang akan kita hadapi pasti akan berganti juga. jika demikian apa yang harus kita takutkan lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alih-alih hidup dalam kecemasan dan kekhawatiran, saya akan terus berusaha untuk mengambil setiap detik dalam hidup ini bersama dengan orang-orang di sekitar saya.&lt;br /&gt;saya akan berusaha mensyukuri bahwa saya merasa didukung dan dicintai, bahwa saya diperhatikan, bahwa saya mempunyai pekerjaan untuk dilakukan dan yang menghidupi saya. dan banyak hal lain yang menggembirakan dan selalu bisa untuk disyukuri.&lt;br /&gt;mungkin ada beberapa saat lamanya saya akan sedih, marah, kecewa, atau menyesal untuk hal-hal yang terjadi dalam hidup saya, untuk kesalahan yang saya lakukan. yang kemudian membuat saya cemas atau takut. tapi saya akan berusaha untuk membuat tidak terlalu lama.&lt;br /&gt;karena saya tidak tahu berapa lama lagi sisa hidup saya, maka saya memilih untuk tidak berdiam dalam kegelapan atau bayangan suram. saya memilih untuk berusaha mencari terang dan kebahagiaan. semampu saya, yang sebisa mungkin saya bisa raih dan jalani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga anda sepaham dengan saya. semoga anda mengusahakan hal yang sama.&lt;br /&gt;hidup ini tidak pernah memihak, hidup ini hanya akan terus berjalan.&lt;br /&gt;pilihan nya ada di tangan kita, sang pelaku kehidupan itu sendiri...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-1121893192026123316?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/1121893192026123316/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=1121893192026123316' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/1121893192026123316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/1121893192026123316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2011/05/bosan-hidup-dalam-kecemasan.html' title='bosan hidup dalam kecemasan'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-286376285614497532</id><published>2011-04-08T02:53:00.002+07:00</published><updated>2011-04-08T03:10:28.853+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>ilusi diriku</title><content type='html'>dia berdiri di ujung ruangan, wajahnya ditutup cadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia berdiri di ujung ruangan, matanya sayu seakan menyimpan pahit kehidupan&lt;br /&gt;tatap matanya layu seakan menahan derita&lt;br /&gt;wajahnya menunduk pasi dalam diam. tak ada suara yang terucapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada sepi yang membentang membuat jarak antara kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bicaralah padaku, bisikku - aku tak bisa membaca pikiranmu&lt;br /&gt;namun dia hanya terus membeku dalam bisu&lt;br /&gt;aku ulurkan tangan untuk menggapainya, namun tak teraih&lt;br /&gt;dan dia hanya diam tak menyambut uluranku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada sepi yang membentang membuat jarak antara kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tak bisa seperti ini, seakan ada dalam dunia yang berbeda&lt;br /&gt;dia seperti tak bisa diraih, tak bisa direngkuh&lt;br /&gt;tapi kenapa dia ada di ruanganku, kenapa dia tak pergi entah kemana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku berteriak padanya, apa yang kau mau&lt;br /&gt;buka cadarmu sehingga aku bisa melihatmu jeritku&lt;br /&gt;dalam bisu tangannya bergerak&lt;br /&gt;melepaskan cadar di wajahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa wajahnya berubah-ubah?&lt;br /&gt;aku melihat wajah-wajah masa laluku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia berdiri di ujung ruangan, sekarang wajahnya menatapku&lt;br /&gt;ya tuhan, aku melihat perempuan itu adalah diriku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia berjalan ke arahku, menghampiri dan memelukku&lt;br /&gt;diriku menjadi satu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-286376285614497532?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/286376285614497532/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=286376285614497532' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/286376285614497532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/286376285614497532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2011/04/ilusi-diriku.html' title='ilusi diriku'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-5122526802217808152</id><published>2011-04-08T02:27:00.003+07:00</published><updated>2011-04-08T02:50:45.557+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>apa yang kita percayai dalam kehidupan ini</title><content type='html'>hal-hal apa yang kita percayai dalam kehidupan ini,&lt;br /&gt;yang memampukan dan menyemangati kita untuk terus berjuang&lt;br /&gt;dan memperjuangkan hidup kita dengan sebaik mungkin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;minggu-minggu terakhir ini saya menyaksikan dan bertemu dengan banyak pribadi hebat.&lt;br /&gt;hebat menurut saya karena mereka mengajarkan tentang bagaimana mengisi&lt;br /&gt;dan memperjuangkan hidup dengan sepenuh mungkin&lt;br /&gt;beberapa mengajarkan juga apa yang harus saya tidak lakukan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam kehidupan yang sudah berada di kepala tiga ini, setengah dari perjalanan kehidupan kata beberapa orang, kadang saya berpikir ada baiknya untuk berhenti sejenak - melihat apa yang sudah dilakukan dalam setengah perjalanan kehidupan ini.&lt;br /&gt;apa yang sudah dipelajari, pengalaman dan kejadian yang membentuk dan mengajarkan banyak hal.&lt;br /&gt;tanpa harus menjadi melankolis atau terikat erat pada pengalaman masa lalu, sebagaimana layaknya sebuah project, kehidupan memang perlu untuk direview. hal-hal apa saja yang sudah kita lakukan, apa yang belum kita lakukan dengan baik, apa yang harus ditingkatkan dan diperbaiki untuk mencapai tujuan berikutnya&lt;br /&gt;dan dalam proses pembelajaran itu kadang kita diperkaya dengan pengalaman orang-orang di sekitar kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kadang saya tak percaya mendengar cerita-cerita kehidupan yang dialami orang lain. beberapa membuat saya iri, akan tetapi sangat banyak yang membuat saya bisa bersyukur. dalam tumpukan masalah dan kelamnya pengalaman kehidupan saya, ternyata masih banyak orang yang lebih tidak beruntung dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan tetapi hebatnya adalah, pribadi-pribadi itu tidak menyerah, akan tetapi mengubah ketidakberuntungan itu menjadi pemicu untuk berbuat lebih jauh lagi. untuk melakukan banyak hal baik untuk mereka sendiri, keluarga, dan orang-orang terdekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ajaran agama dan keyakinan iman mungkin menjadi salah satu pijakan yang mendasari keyakinan mereka untuk melanjutkan hidup. akan tetapi lebih jauh lagi, pasti ada sesuatu yang mereka percayai dalam hidup ini. sesuatu yang diharapkan akan terjadi sehingga mereka masih bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sangat mudah untuk mengatakan: aku mempercayaimu kepada orang lain, akan tetapi terkadang jauh lebih sulit untuk bisa mempercayai diri kita sendiri. mempercayai bahwa kehidupan selalu menyimpan banyak hal baik yang siap untuk dianugerahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan saya masih belum tahu pasti apa yang setiap orang percayai dalam hidup mereka sehingga dalam semua hal baik atau buruk yang terjadi - kehidupan tetap dimainkan dengan seindah mungkin. alasan yang mungkin berbeda pada setiap pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan alih-alih terus mempertanyakan, saya akan berhenti sejenak. kemudian kembali melihat pada diri dan hidup saya sendiri. kemudian bertanya: apa yang saya percayai dalam kehidupan ini?&lt;br /&gt;saya akan mencari tahu hal itu, karena itu akan membekali saya untuk terus melangkahkan kaki melewati jalan setapak kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi jangan pernah berhenti untuk selalu mencari dan percaya. pada semua hal baik yang akan terjadi, pada semua kekuatan yang memampukan kita untuk melakukan sesuatu, pada harapan dan impian, pada pelangi kehidupan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sayang,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-5122526802217808152?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/5122526802217808152/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=5122526802217808152' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/5122526802217808152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/5122526802217808152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2011/04/apa-yang-kita-percayai-dalam-kehidupan.html' title='apa yang kita percayai dalam kehidupan ini'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-3415487480045786173</id><published>2011-02-20T02:16:00.002+07:00</published><updated>2011-02-20T02:42:19.545+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>kemarahan tidak pernah menyelesaikan permasalahan</title><content type='html'>banyak teori menyatakan jangan pernah memendam emosimu, ungkapkan itu, cari jalan untuk menyalurkannya, sehingga tidak mengendap dan merusak diri kita sendiri.&lt;br /&gt;pada tataran bahwa emosi itu harus disalurkan dan dikeluarkan, memang benar, akan tetapi ternyata tidak sesederhana itu. kita juga harus bisa menyalurkan dan mengeluarkan emosi secara tepat sehingga tidak menambah buruk kondisi yang ada dan berdampak kembali pada kita sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;emosi, terutama yang negatif, sangat sering terjadi pada hari-hari kehidupan kita. tidak semua hal yang kita alami menyenangkan tentu saja. banyak hal yang mudah membangkitkan emosi kita, entah itu di kantor, di sekolah, di lingkungan bergaul kita, maupun orang-orang terdekat kita. dan mengungkapkan emosi dalam bentuk kemarahan, apalagi jika membabi-buta ternyata tidak pernah menyelesaikan masalah yang menyebabkan hal itu terjadi. seringnya malah memperburuk dan menambah parah permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai orang yang emosional, saya belajar banyak tentang hal ini di hari-hari belakangan kemarin. mungkin tuntutan pekerjaan, permasalahan hidup, kondisi lingkungan, dan banyak hak lain yang bisa saya persalahkan atau saya tuding menjadi penyebab munculnya emosi saya (selain tentu saja diri sendiri yang selalu sering lepas kendali dan masih kurang kontrol sebagai faktor utama pencetus emosi).&lt;br /&gt;mudah bagi saya untuk menelaah teori-teori yang ada. but when it comes to reality, when the anger rule my mind, everything i know suddenly disappear.&lt;br /&gt;saya bisa jadi sangat mudah untuk mencaci, mengeluarkan kata-kata kasar, bahkan pada orang-orang terdekat saya, yang seharusnya saya sayangi, saya jaga, dan perhatikan. terhadap teman-teman sekerja yang tidak melakukan hal yang seharusnya mereka lakukan menurut kebenaran saya, terhadap teman-teman di sekitar saya yang saya anggap melakukan hal yang salah di mata saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan sungguh, emosi yang keluar dalam bentuk kemarahan itu, tidak pernah menghasilkan hal yang lebih baik, bagi orang-orang yang menjadi objek pelampiasan emosi saya, maupun bagi saya sendiri. yang muncul mungkin adalah rasa takut, segan, kikuk, atau mungkin benci yang tersembunyi. di lain pihak, kemarahan itu tidak membawa solusi apapun untuk memperbaiki keadaan. apakah dengan marah itu akan memuaskan dan melegakan saya? ternyata tidak juga. perasaan saya tidak menjadi lebih baik sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berkaca dari pengalaman-pengalaman yang terjadi, ada beberapa hal yang menjadi pelajaran untuk saya:&lt;br /&gt;1. jika saya emosi dan ingin marah, lebih baik saya berdiam diri sejenak atau menyendiri meninggalkan subjek atau objek penyebab kemarahan saya. daripada mengeluarkannya secara langsung.&lt;br /&gt;2. saya tetap harus mengkomunikasikan kemarahan dan kekecewaan saya terhadap sesuatu itu kepada orang yang bersangkutan sehingga tidak menjadi beban yang saya pendam. akan tetapi harus menunggu sampai saya tenang dulu agar pembicaraannya tidak berubah menjadi pertengkaran&lt;br /&gt;3. saya perlu belajar untuk melihat bahwa tidak semua orang sempurna. dan saat orang lain melakukan kesalahan dari kacamata saya, mungkin mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan atau memang itu yang terbaik dilakukan menurut mereka. saya hanya harus mengklarifikasi dan mencari jalan tengah kemenangan bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan ketiga hal di atas sungguh tidak mudah untuk bisa selalu dilakukan, terutama jika kita sudah meradang. akan tetapi saya percaya bahwa semua hal itu bisa dilatih dan dibiasakan. saya percaya bahwa kebaikan dan perbaikan diri itupun memerlukan latihan dan ketekunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin yang terjadi pada saya, tidak sama persis dengan yang anda atau orang lain alami. pelajaran yang saya dapat mungkin tak selalu serupa. tapi semoga kita bisa mengambil sesuatu dari pengalaman saya. dan semoga itu bisa memperkaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya masih terus belajar, dan mungkin saya juga akan belajar kepada anda jika anda mau berbagi dengan saya. jika anda juga masih dan sedang belajar, maka mari kita lakukan latihan ini bersama. remember: practice make perfect.&lt;br /&gt;dan berbagilah dengan saya tentang apa yang anda pelajari dalam latihan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tuhan memberkati,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-3415487480045786173?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/3415487480045786173/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=3415487480045786173' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/3415487480045786173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/3415487480045786173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2011/02/kemarahan-tidak-pernah-menyelesaikan.html' title='kemarahan tidak pernah menyelesaikan permasalahan'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-3860407222646115701</id><published>2011-02-02T20:41:00.002+07:00</published><updated>2011-02-02T21:17:09.330+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>tentang ketekunan dalam proses yang dijalani</title><content type='html'>hal lain yang menjadi resolusi saya di tahun 2011 ini adalah hidup dengan lebih sehat. beberapa hal yang saya lakukan adalah mulai menjaga pola makan, jam istirahat yang lebih teratur, dan berolahraga lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya memilih fitness, dengan pertimbangan bahwa ada lokasi yang dekat dengan kantor - sehingga lebih mudah dan praktis saya bisa berolahraga sesudah bekerja, waktu yang lebih flexible, dan selain segar juga mendapatkan bentuk tubuh yang lebih indah dan proporsional :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada banyak slogan dan tulisan yang saya temukan di dinding tempat fitness: kebanyakan tentang ketekunan, proses, dan kerja keras untuk mencapai hasil yang ditargetkan. bahwa fitness bukan hanya sekedar olah raga pembentukan badan, akan tetapi juga keuntungan lain yang bisa diperoleh misalnya refreshing, fokus fikiran, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang mau saya ceritakan adalah proses yang saya jalani dan juga orang-orang yang saya lihat berada di sana untuk latihan dengan teratur. jujur bagi saya, setelah berhenti berolah raga selama lebih dari dua tahun, sangat berat untuk memulai kembali. jantung rasanya mau pecah saat dipakai berlari, perut keram, dll&lt;br /&gt;beberapa orang yang tekun berlatih dan saya temui di sana kelihatan mulai menikmati rutinitas dan proses yang mereka lakukan. sedang saya setelah 5x latihan mulai merasakan kebosanan dan kadang berpikir: gila udah bayar, disiksa gini, hasilnya apa yah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat saya mulai bosan, kemudian saya mencoba melihat lagi kenapa saya melakukan ini semua. dan kenapa orang-orang yang saya temui di tempat fitness itu terus bertahan berulang-ulang ada di sana. sambil saya mengingat tulisan-tulisan di dinding tempat latihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perlahan kemudian timbul benang merah di pemikiran saya, hal yang pasti teman-teman semua juga sudah pahami dan mengerti dengan baik: ini soal tujuan yang hendak dicapai dan hasil yang ingin diperoleh. apa yang dilakukan sekarang merupakan proses menuju ke arah itu dan kita butuh bertekun dalam proses yang dijalani.&lt;br /&gt;tidak semua orang berhasil dalam proses dan ketekunan ini. entah karena kemalasan, kurangnya atau tidak bisa membagi waktu, urusan yang dianggap lebih penting, dll&lt;br /&gt;saya juga tidak tertarik untuk menganalisa dan menjustifikasi karena alasan setiap orang mungkin tidak sama dan semua orang punya kebenaran masing-masing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang ingin saya ambil dan pegang untuk menyemangati saya adalah bahwa ada proses yang harus dilalui dalam setiap perjuangan dan usaha untuk mencapai hasil apapun yang kita inginkan..apapun itu, hampir semua hal membutuhkan perjuangan dan usaha.&lt;br /&gt;maka ketekunan menjadi hal yang penting bagi kita untuk terus bertahan. visualisasi hasil dan kebahagiaan yang akan didapatkan mungkin bisa menyemangati kita, ditambah dengan dukungan dari teman-teman seperjalanan. membangun dan mempertahankan sikap positif supaya kita tidak menyerah dan meninggalkan apa yang sudah kita mulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi, semoga ini mengingatkan kita, dalam hal apapun yang sedang kita lakukan saat ini, jika kita merasa itu layak untuk dijalani dan diperjuangkan untuk hasil dan kebahagiaan yang akan kita dapatkan di akhir nanti, maka bertahanlah, bertekunlah dalam setiap usaha dan perjuangan yang sedang dilakukan. carilah sebanyak mungkin hal baik yang bisa menguatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga berhasil, kita: anda dan saya :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-3860407222646115701?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/3860407222646115701/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=3860407222646115701' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/3860407222646115701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/3860407222646115701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2011/02/tentang-ketekunan-dalam-proses-yang.html' title='tentang ketekunan dalam proses yang dijalani'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-5957997054537322861</id><published>2011-01-24T00:35:00.002+07:00</published><updated>2011-01-24T00:52:28.929+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>2011, tahun yang akan dijalani</title><content type='html'>agak terlambat sebenarnya untuk membicarakan tentang tahun 2011 ini karena sudah hampir satu bulan tahun ini akan dijalani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, akan tetapi bukankah masih ada bilangan 11 dalam hitungan bulan yang harus dijalani, jadi semoga ini masih belum begitu terlambat. dan juga, better late than never masih cukup sesuai dalam konteks ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya belum bisa menulis banyak saat ini; selain karena ini sudah lewat tengah malam dimana salah satu resolusi tahun 2011 saya adalah tidur dengan lebih cepat sehingga bangun di pagi hari dengan bada yang lebih segar, saya juga punya begitu banyak hal dan pikiran yang sebenarnya ingin saya tuangkan, akan tetapi masih ada begitu banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan on the other hand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya hanya ingin sampaikan, setelah menjalani tahun 2009 dan 2010 kemarin yang terus terang begitu penuh dengan banyak hal yang menguras energi, pikiran dan perasaan saya, segala hal dalam carut marut emosi yang terjadi, saya punya banyak harapan di tahun 2011 ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meskipun ada banyak hal yang masih saya cemaskan, ada banyak kekuatiran yang terbayang, tantangan dan kesulitan yang terpikirkan, saya mempunyai banyak impian dan tujuan yang ingin saya wujudkan di tahun ini.&lt;br /&gt;ini akan menjadi tahun besar dan hebat bagi saya, perjuangan untuk membangun lagi kehidupan saya menjadi lebih utuh dan penuh dalam semua aspek yang bisa saya pikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada banyak resolusi yang saya susun, ada banyak rencana yang menunggu untuk diwujudkan, dan saya fokus, berusaha sekuat mungkin untuk mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapapun anda, dimanapun anda berada, saat anda membaca tulisan ini, saya ingin katakan bahwa anda pun mempunyai hal berharga untuk diperjuangkan, cita-cita dan tujuan dalam kehidupan anda. mulailah dengan anda sendiri, kebahagiaan anda, mimpi-mimpi anda. dan yakinlah saat itu menjadi penuh, anda akan mampu menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar anda..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mari kita memperjuangkan hidup kita di tahun 2011 ini..yah kita...anda dan saya...&lt;br /&gt;bersama dengan orang-orang yang berdinamika dengan kita..&lt;br /&gt;saya berdoa semoga perjuangan anda dimudahkan, dan tuhan memberkati anda, sama seperti saya yakin tuhan akan menolong saya, amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-5957997054537322861?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/5957997054537322861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=5957997054537322861' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/5957997054537322861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/5957997054537322861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2011/01/2011-tahun-yang-akan-dijalani.html' title='2011, tahun yang akan dijalani'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-7067916016457980401</id><published>2010-11-26T00:57:00.003+07:00</published><updated>2010-11-26T01:31:51.872+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>kesenangan apa yang kita cari sebenarnya</title><content type='html'>2 minggu yang lalu saya diajak teman saya untuk dugem di bilangan segitiga emas jakarta. ada party ulang tahun salah satu pemilik klab di situ. lu bisa minum apa saja bro, free fall kata teman saya, saya mengiyakan karena memang sudah lama sekali tidak minum liquor dan masuk ke klab lagi.&lt;br /&gt;jam 11 malam pulang dari kantor saya tidak pulang tetapi langsung menuju ke sana, tidak usah mandi atau jaga penampilan cuman mau minum ini pikir saya.&lt;br /&gt;ternyata suasanya meriah sekali. ada beberapa artis dan penyanyi yang datang dan semuanya wangi serta menarik. saya jadi agak culun rasanya tapi ya sudahlah lah wong saya memang pengin datang untuk minum. dan jadilah malam itu saya minum dengan enaknya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya mulai dikenalkan oleh teman-teman saya ke beberapa orang di situ. yang berulang tahun baru berumur tiga puluh tahun; wah kaya sekali baru 30 sudah jadi pemilik klab pikir saya (sekarang saya teringat salah satu dari 50 perempuan berpengaruh di dunia yaitu salah satu VP Google baru berusia 35 tahun, bos saya regional manager south east asia baru berusia 33 tahun), kemudian saya dikenalkan ke beberapa sosialita party jakarta yang lain. nah yang di ujung itu god father guwe bro, salah satu komisaris group besar di indonesia. saya mangguk-mangguk sambil bersalaman (siapa tahu bisa di rekrut jadi staf ahli komisaris atau direktur pikir saya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teman-temanmu ini kerjanya apa bos? tanya saya, ngga tau gw nggak pernah tanya. ketemu aja kalau party, siangnya ngga ngerti gw jawab teman saya dengan cueknya. saya tetap mengangguk-angguk, entah mengerti atau karena otak saya mulai dipengaruhi alkohol. pandangan mata saya menatap sekeliling, para artis, sosialita itu, kemudian berhenti pada si bapak komisaris;&lt;br /&gt;usianya pasti sudah lebih dari 50 tahun dan dia kelihatan capek sebenarnya, dikelilingi dan diciumi oleh banyak perempuan cantik di sekitarnya si bapak nampak mulai kelelahan. dia mulai duduk, terlihat terkantuk-kantuk dan sempat tertidur di kursinya sambil duduk. saat orang datang untuk bersalaman dan menyapanya, si bapak nampak kaget, berusaha tersenyum, lalu kemudian mengantuk dan tidur lagi (pikir saya kenapa tidak pulang saja toh pak sudah lewat tengah malam juga mbok ya jaga kondisi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu saya mulai sok sibuk menganalisa kenapa si bapak dan orang-orang ini termasuk saya datang, karena kenal, diundang, sebagai teman atau rekanan bisnis mungkin&lt;br /&gt;atau karena mencari kesenangan dengan minum (seperti saya) dan datang ke tempat seperti ini untuk relax, menari, dan melepas kepenatan bergaul dengan teman-teman.&lt;br /&gt;tidak ada yang salah dengan semua alasan itu tentu saja, sekali lagi ini hanya pikiran saya yang menganalisa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu saya menganalisa lagi kenapa tadi setelah makan malam saya bersama saya ikut teman-teman saya datang ke salah satu klab di hotel bintang 5 di bangkok ini untuk minum, atau having fun with girls begitu kata mereka; instead of untuk pulang ke hotel dan beristirahat karena minggu ini begitu sibuk dengan pekerjaan.&lt;br /&gt;mungkin alasan yang sama dengan orang-orang yang datang ke party teman saya itu dua minggu yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi ternyata rasanya kini tidak lagi sama kesenangannya. saya tidak lagi terlalu menikmati minum dan suasananya. atau mungkin saya yang sudah menua atau tidak gaul lagi, saya tidak tahu&lt;br /&gt;saya lebih menikmati kesenangan yang lain, dengan membaca dan membalas email kantor kemudian menulis blog sambil makan phad thai gong dengan jus semangka ini. walaupun hotel ini besar dan dingin sekali untuk seorang diri&lt;br /&gt;apakah ini kesenangan yang lebih sehat atau kesenangan lain sesaat saya juga tidak tahu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa yang sebenarnya kita cari...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-7067916016457980401?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/7067916016457980401/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=7067916016457980401' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/7067916016457980401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/7067916016457980401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2010/11/kesenangan-apa-yang-kita-cari.html' title='kesenangan apa yang kita cari sebenarnya'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-7620607217004815534</id><published>2010-11-24T19:53:00.003+07:00</published><updated>2010-11-24T20:07:21.674+07:00</updated><title type='text'>masihkah ada ketulusan yang benar-benar murni?</title><content type='html'>judul di atas mungkin terlihat sarkastik dan agak bodoh menurut saya.&lt;br /&gt;kalau sudah tulus yah seharusnya tidak ada bumbu-bumbu lain yang menyertai atau kepentingan-kepentingan lain yang melekat pada tindakan yang dilakukan.&lt;br /&gt;jika masih ada kepentingan lain apapun itu maka pastilah itu tidak tulus..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu jika demikian apakah memang ketulusan itu ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengaca pada pengalaman yang sering dijumpai di tempat kerja kita masing-masing&lt;br /&gt;banyak orang yang mengatakan saya ini murni mengerjakan semua tugas dan tanggung jawab saya bahkan melakukan effort lebih demi kemajuan dan kebaikan perusahaan. saya tulus, tidak punya tendensi dan pamrih apa-apa selain kemajuan dan kebaikan perusahaan itu sendiri.&lt;br /&gt;well, it sound clear and convincing. berarti memang ketulusan itu ada donk.&lt;br /&gt;indahnya jika memang apa yang diucapkan itu dilaksanakan dengan hati dan pikiran yang sama tanpa terkotori oleh ambisi atau kehendak pribadi demi pencapaian kepuasan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengaca pada kehidupan personal dan sosial kita seberapa sering kita melakukan sesuatu tanpa ada kepentingan atau pamrih lain di belakangnya. entah itu hanya untuk dipuji, digemari, dianggap care, baik, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan celakanya banyak juga orang yang mulai percaya bahwa ketulusan itu tidak pernah ada. tidak ada ketulusan (apalagi yang murni), semua pasti punya pamrih di belakangnya&lt;br /&gt;dan ketika kita mencoba untuk melakukan sesuatu hal yang tulus kepada orang-orang di sekitar kita kadang yang kita dapat bukanlah feedback yang semestinya akan tetapi justru kecurigaan atau negative feedback: tujuanmu apa sebenarnya?&lt;br /&gt;walah, how messy the life is..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi apakah benar bahwa ketulusan itu tidak ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teman kantor saya mengetuk kamar mengajak diskusi presentasi jadi tulisan ini berhenti sampai di sini dengan pertanyaan untuk kita semua, anda dan saya, apakah kita bisa untuk tulus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-7620607217004815534?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/7620607217004815534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=7620607217004815534' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/7620607217004815534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/7620607217004815534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2010/11/masihkah-ada-ketulusan-yang-benar-benar.html' title='masihkah ada ketulusan yang benar-benar murni?'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-1432908687329330187</id><published>2010-10-30T21:08:00.002+07:00</published><updated>2010-10-30T21:20:21.846+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>citizen of the world</title><content type='html'>menarik bagi saya ketika bertemu dengan orang-orang ketika mereka berada di negeri asing yang bukan tanah air dan negaranya. at least ini yang saya rasakan dan saya temui sejauh ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika kita di negara asal kita, atau di tempat yang sudah kita kenal dan kuasai, terkadang kita menjadi sangat percaya diri dan kalau tidak hati-hati jatuh ke arogansi termasuk dalam berelasi dengan orang lain ataupun para pendatang di tempat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan tetapi berbeda rasanya ketika kita berada di tempat asing atau belum pernah kita singgahi, bagaimana kita berusaha menjaga diri, sikap dan tindakan kita. bersikap ramah terhadap orang lain, siapa saja yang kita temui dalam perjalanan kita. dalam setiap perjumpaan selalu ada senyuman, sopan santun, dan tutur kata halus di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa dari kita mungkin bisa mengatakan bahwa ini adalah salah satu cara untuk survive, karena kita tidak tahu pasti budaya di tempat yang baru sehingga kita harus selalu berhati-hati: dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung kurang lebih seperti itu peribahasanya..&lt;br /&gt;well itu mungkin benar, kemudian menjadi menarik bagi saya untuk memikirkan jika demikian bagaimana jika tidak perlu ada yang namanya negara dengan batas-batas dan pengkotak-kotakannya sehingga semua orang tidak merasa terbedakan dengan yang lain, tidak merasa lebih baik dibandingkan dengan orang lain. mungkin tidak harus strict menganut konsep seorang internationalist, akan tetapi bagaimana kita bisa mengatur sikap dan tindakan kita untuk selalu santun, ramah, dan perduli pada orang lain. mengutip salah satu signature teman saya: citizen of the world, menjadi seorang warga dunia dimana semua orang dianggap sama dan tidak ada pembedaan berdasarkan klasifikasi apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengutip salah satu tag line giordano: the world without stranger, sehingga tidak ada seorangpun yang akan merasa teralienasi dalam kehidupan di dunia ini. bayangkan keindahan yang terjadi saat semua orang saling tersenyum satu sama lain, santun dan ramah, tidak ada tipuan atau niat untuk memanfaatkan di sana..maka dunia ini akan benar menjadi tempat yang lebih layak untuk ditinggali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berkah dalem,&lt;br /&gt;wisnu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-1432908687329330187?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/1432908687329330187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=1432908687329330187' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/1432908687329330187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/1432908687329330187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2010/10/citizen-of-world.html' title='citizen of the world'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-2113408159528517984</id><published>2010-10-30T20:34:00.002+07:00</published><updated>2010-10-30T20:47:23.101+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>penghargaan terhadap kebajikan masa lalu</title><content type='html'>ada sesuatu yang unik di sini, di saigon, yang sekarang lebih dikenal dengan nama ho chi minh city: tour apapun yang kita ikuti, kemanapun tujuannya, mereka akan membawa kita terlebih dahulu ke sebuah tempat pembuatan handycraft...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa menariknya? apa istimewanya? pembuat handycraft ini kebanyakan adalah para veteran atau keluarga dari korban perang vietnam tahun 1960-an yang lalu, begitu kata tour guide saya yang ternyata juga seorang veteran perang vietnam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pemerintah vietnam dengan sistem komunisme-nya ternyata memiliki kepedulian tinggi terhadap warga negaranya yang dulu mereka atau keluarganya berperang untuk negara. Pemerintah mendirikan tempat semacam balai latihan karya untuk memfasilitasi dan mengajari mereka, di saat yang bersamaan pemerintah mengatur agar setiap wisatawan yang datang ke Vietnam dibawa terlebih dahulu ke tempat itu untuk melihat apa yang mereka lakukan, untuk membeli hasil karya mereka dan membawa pulang ke negara masing-masing. dengan begitu tidak hanya secara ekonomi para purnawirawan dan keluarganya itu terbantu akan tetapi juga secara historis dan sosial mereka tidak pernah dilupakan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi saya ini menarik, bagi saya ini menyentuh hati, melihat apa yang dilakukan oleh pemerintah dan negara terhadap warganya yang telah berjasa dan berkorban untuk negaranya. paling tidak saya membandingkan dengan apa yang terjadi di negara saya sendiri dengan begitu banyak para pahlawan dan keluarganya yang seolah dilupakan baik secara sekonomis, sejarah maupun sosial dan harus berusaha sekuat tenaga melakukan apapun untuk menghidupi diri hari demi hari. bagi mereka mungkin perang tak pernah usai, sesudah menghadapi penjajah, kemudian menghadapi rasa lapar dan tekanan ekonomi yang semakin keras hari demi hari..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu mengilhami saya, bahwa kebajikan yang dilakukan di masa lampau, oleh siapapun, tidak seharusnya dilupakan dalam konteks global, regional, nasional, maupun personal. bahwa siapapun kita, apapun yang kita lakukan, mempunyai kewajiban paling tidak secara moral dan rasional semampu kita untuk meneruskan kebajikan-kebajikan yang telah dilakukan di masa lampau, dan tidak menghilangkan begitu saja orang-orang di dalamnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tuhan beserta kita, happy halloween night..&lt;br /&gt;wisnu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-2113408159528517984?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/2113408159528517984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=2113408159528517984' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/2113408159528517984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/2113408159528517984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2010/10/penghargaan-terhadap-kebajikan-masa.html' title='penghargaan terhadap kebajikan masa lalu'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-4381859878580129652</id><published>2010-05-21T22:37:00.002+07:00</published><updated>2010-05-21T23:26:41.794+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>menghargai setiap uang yang dimiliki</title><content type='html'>hargailah setiap uang yang kau miliki. belajarlah untuk hidup dalam kesederhanaan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini saya mendapat pelajaran tentang hidup dalam kesederhanaan serta menghargai uang hasil jerih payah kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tadi malam saya benar-benar tidak bisa menahan rasa rindu saya untuk menikmati makanan rumahan, saya jadi ingat jogja dan akhirnya memilih untuk makan di angkringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;angkringan itu masih belum begitu ramai saat saya datang, beberapa orang makan sambil duduk lesehan di trotoar beralas tikar, hanya ada satu orang yang duduk di kursi dalam menghadap meja, dan sedang menyelesaikan makanannya. saya memilih untuk ikut duduk di kursi menghadap meja hidangan, supaya lebih dekat ke makanan dan mulai ritual makanan yang tidak sehat tapi nikmat ini: nasi kucing, gorengan tempe, usus, daging dan babat, serta minum es jeruk manis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak lama berselang pengunjung lain mulai berdatangan, mungkin karena ini memang sudah waktunya makan malam..ada pasangan yang datang lalu duduk di sebelah kiri saya, kemudian seorang laki-laki duduk di seberang meja menghadap ke saya. yang akan saya ceritakan adalah seorang lelaki yang datang terakhir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;datang dengan menggunakan sepeda motor ber-plat Semarang, usianya sekitar 35-40 tahun. wajahnya kelihatan cukup letih mungkin sesudah seharian bekerja ditambah kemacetan jakarta, pria ini masih lajang, aku tahu dari percakapannya kemudian.&lt;br /&gt;sesudah memarkir motornya, ia duduk di sebelah kananku dengan membawa bungkusan plastik yang diletakkan di meja. seperti biasa mas penjual akan mengulurkan piring sebagai tempat untuk nasi dan lauk pauknya sambil menawarkan minuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya ngga minum mas" jawabnya sambil menerima piring dari tangan sang penjual, kemudian ia mengambil satu bungkus nasi kucing kecil itu dan satu tusuk kikil kemudian makan dengan lahap. sekilas aku melirik ke kanan ke arahnya, agak tidak biasa seorang lelaki hanya makan satu nasi kucing kecil di angkringan. biasanya para lelaki mengambil dua sampai empat nasi kucing ditambah lauk pauknya karena memang porsi nasi kucing yang kecil. even mbak di sebelah kiri saya sudah menghabiskan dua bungkus dan masih lahap mengambil gorengan tahu dan tempe di meja hidangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya makan tidak dengan buru-buru, kadang saya melihat ke sekeliling, kadang ke jalan dimana kemacetan jumat malam masih saja terjadi. lelaki itu menyelesaikan nasi kucing dan satu tusuk sate kikilnya. sejenak dia terdiam kemudian bangkit menuju motornya, dia buka jok motornya kemudian mengambil botol air mineral ukuran sedang di bawah jok tempat duduknya. saya tertegun, bagi saya ini menarik karena dia bisa saja memesan air putih atau teh tawar hangat dengan gratis jika memang tidak mau membayar lebih, akan tetapi lelaki ini memilih untuk mengambil sendiri minuman air mineral yang dibawanya dengan ditaruh di bawah jok motor. &lt;br /&gt;yang terjadi kemudian lebih menarik lagi bagi saya, dari bungkusan yang tadi dibawa saat datang dan diletakkan di meja, ia mengeluarkan satu demi satu, pisang molen, tahu isi, dan bakwan untuk kemudian dimakannya sambil minum air putih itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi saya ini mengesankan, lelaki itu jelas tidak kenyang hanya dengan makan satu nasi kucing dan tusuk sate kikil tadi. tapi dia tidak mau mengambil makanan lebih karena dia membawa makanan yang akan dihabiskannya. dia tahu bahwa di angkringan itu dia bisa mengambil makanan yang dia mau saja dan masih bisa makan yang dia bawa dari luar. dia pun memilih minum air yang dibawanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya tidak tahu, dan bagi saya tidak penting apakah dia melakukan itu karena tidak mempunyai cukup uang, atau dia harus mengirit uangnya untuk suatu alasan. akan tetapi lelaki tadi menunjukkan dan mengajarkan kepada saya untuk tidak boros dengan uang yang kita miliki, untuk menggunakan uang kita secara cerdas sesuai dengan kebutuhan kita dan tidak menyia-nyiakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kadang saya tidak perduli dengan bagaimana saya menggunakan uang saya dengan alasan kenyamanan atau kenikmatan, atau karena saya merasa saya sudah bekerja keras untuk mendapatkan jerih payah ini dan saya layak menikmatinya. akan tetapi malam tadi saya belejar bahwa untuk menikmati hasil jerih payah kitapun, bisa dilakukan dengan lebih bijaksana...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-4381859878580129652?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/4381859878580129652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=4381859878580129652' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/4381859878580129652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/4381859878580129652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2010/05/menghargai-setiap-uang-yang-dimiliki.html' title='menghargai setiap uang yang dimiliki'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-8133213930420868176</id><published>2010-05-14T23:50:00.005+07:00</published><updated>2010-05-15T00:26:44.683+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>tentang belas kasihan dan pemberian</title><content type='html'>pemikiran ini muncul ketika sepanjang hari ini saya banyak berhenti di lampu merah dan hampir di semua lampu merah selalu ada yang mendekati saya untuk meminta uang.&lt;br /&gt;mulai dari anak kecil yang merengek minta uang dengan alasan buat makan, ibu-ibu yang datang dengan wajah antara masam dan memelas, kemudian ibu-ibu lain yang membawa bayi, pengamen laki-laki, sampai waria yang datang menari dan meminta tanpa henti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak semua orang yang datang meminta itu saya beri, walaupun saat itu saya ada banyak uang kecil, saya memberi kepada orang yang dalam pandangan saya kasihan dan layak saya beri. kadang saya memberi bergantung pada mood saya. kalau sedang baik hati, siapapun yang datang saya beri. kalau sedang uringan atau mood kacau, mau memelas seperti apapun go to hell buddy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam ini saya memikirkan tindakan saya terkait dengan memberikan atau tidak uang recehan tersebut. mungkin saya yang terlalu pelit karena faktanya uang recehan itu tidak berarti banyakbagi saya saat ini dan seharusnya saya selalu memberi kepada semua yang meminta tanpa kecuali. tapi ada pemikiran lain yang mengatakan bahwa saya harus memberi kepada yang tepat, jangan sampai itu menjadikan kebiasaan atau uangnya dikumpulkan lalu dipakai membeli barang-barang yang malah tidak bermanfaat.&lt;br /&gt;dari sini saja perdebatannya bisa panjang sampai ke level idealisme atau bahkan konsep yang lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang saya pikirkan saat ini adalah apakah keputusan untuk berbelas kasih atau memberi itu dipengaruhi oleh logika? artinya saya akan memberi kepada orang yang menurut saya pantas untuk diberi, berapapun jumlahnya. ketika logika saya mengatakan orang ini layak untuk ditolong dan hati saya mendukungnya maka terjadilah belas kasihan itu. jika tidak, meskipun hanya recehan, mungkin tidak akan saya berikan..&lt;br /&gt;hari ini saya baru saja memberikan uang satu juta kepada seseorang yang tidak saya kenal karena dia mengaku ibunya sakit jantung dan butuh uang untuk menebus obat di rumah sakit (ini saya tidak tahu apakah saya kasihan atau bodoh karena uang di rekening saya tinggal dua juta saat itu, tapi terserahlah, niat saya baik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah ada faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi belas kasihan itu? sehingga belas kasihan itu tidak selalu bisa muncul? dan ketika kita muncul apakah kemudian ada syarat-syarat yang mengikuti? seperti misalnya saya harus tahu pemanfaatan uang ini untuk apa, apakah benar bantuan saya akan digunakan dengan sebagaimana mestinya?&lt;br /&gt;ataukah belas kasihan seharusnya muncul tanpa syarat dan melampui semua logika yang ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masing-masing dari kita akan mempunyai jawaban yang berbeda terhadap pertanyaan di atas, tergantung dari sikap dan pemikiran kita, dari bagaimana kita memandang dan memaknai belas kasih itu sendiri.&lt;br /&gt;dan tulisan ini juga saya buat bukan untuk memperdebatkan atau mencari pendapat dan sikap mana yang paling benar untuk kemudian seharusnya diaplikasikan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apapun pendapat dan pandangan anda, pada akhirnya saya hanya bisa menutup tulisan ini dengan sebuah ajakan: teruslah berbelas kasih, teruslah memberi, jangan berhenti..&lt;br /&gt;(dan ajakan ini berlaku untuk saya juga)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-8133213930420868176?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/8133213930420868176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=8133213930420868176' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/8133213930420868176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/8133213930420868176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2010/05/tentang-belas-kasihan-dan-pemberian.html' title='tentang belas kasihan dan pemberian'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-7152244278065708344</id><published>2010-05-05T23:36:00.002+07:00</published><updated>2010-05-05T23:45:41.137+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>Belajar Psikologi Bersama David J Lieberman, Ph.D</title><content type='html'>Ada beberapa rahasia yang diceritakan oleh David Lieberman untuk membuat siapapun menyukai kita...setiap saat..:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Beradalah di sekitar orang sesering mungkin, karena keakraban menumbuhkan rasa sayang, bukan rasa benci!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jika hendak berbicara dengan seseorang, lakukanlah ketika suasana hatinya sedang baik. Bicarakanlah tentang minat dan pengalaman yang sama-sama pernah dialami dan usahakan lebih banyak mendengarkan jangan terlalu banyak berbicara..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jika kita menghormati atau menyukai sesuatu yang ada pada diri seseorang, biarkan mereka mengetahuinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Buatlah orang melakukan sedikit kebaikan pada kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Lakukanlah komunikasi dengan meniru gerak tubuh dan menyesuaikan diri dengan tempo dan nada bicaranya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tunjukkan kepercayaan diri kita dengan mampu tertawa pada diri kita sendiri dan tidak terlalu menjaga penampilan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Buatlah orang merasa nyaman, jadilah orang yang penuh pengertian, baik hati, tulus, dan hangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Miliki sikap mental positif; orang tertarik pada orang yang antusias, bergairah, periang, dan aktif&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-7152244278065708344?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/7152244278065708344/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=7152244278065708344' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/7152244278065708344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/7152244278065708344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2010/05/belajar-psikologi-bersama-david-j.html' title='Belajar Psikologi Bersama David J Lieberman, Ph.D'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-3037308820885672835</id><published>2010-05-04T23:42:00.002+07:00</published><updated>2010-05-05T00:17:39.267+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>selamat malam ego</title><content type='html'>selamat malam ego, apa kabarmu saat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku melihat engkau masih tegak berdiri dengan kuatnya&lt;br /&gt;menatap sekeliling menantang siapapun yang mengusikmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku terdiam ketakutan, kenapa sekarang kau mudah terusik&lt;br /&gt;apa yang kau rasakan, apa yang kau takutkan?&lt;br /&gt;terkadang aku ingin mendekati dan memelukmu&lt;br /&gt;namun tatapan matamu, kerasnya hatimu mengurungkan niatku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terkadang aku begitu bangga dan bahagia melihatmu&lt;br /&gt;persistent kata orang, dengan keteguhanmu untuk melakukan dan mencapai yang kau inginkan, untuk meraih apa yang menjadi cita dan anganmu&lt;br /&gt;kau begitu perkasa terlihat olehku. tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini sebelum dicoba, begitu selalu seruanmu dalam setiap perjuanganmu..&lt;br /&gt;banyak hal kau lakukan, banyak hal kau menangkan, banyak hidup kau bahagiakan&lt;br /&gt;orang-orang begitu nyaman di dekatmu dan meminta bantuanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi,&lt;br /&gt;sesekali aku melihatmu, dalam compang-camping kesendirianmu&lt;br /&gt;di tengah keramaian dan bising sekelilingmu&lt;br /&gt;tak berkawan, tak tersapa, karena kau ciptakan tembok-tembok pemisah&lt;br /&gt;dirimu dan mereka..orang-orang terdekatmu&lt;br /&gt;siapa yang tidak mendukungmu adalah musuhmu&lt;br /&gt;yang tidak memahamimu dan mengertimu tak layak di sisimu&lt;br /&gt;yang tak sepaham denganmu bukan temanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sungguh terkadang aku tak mengerti dirimu&lt;br /&gt;kenapa kau begitu keras, tak mampukah kau melunakkan diri&lt;br /&gt;untuk mencoba mengerti tentang orang-orang lain di sekitarmu&lt;br /&gt;mulai dari orang-orang terdekatmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku yakin hidupmu akan lebih mudah karenanya&lt;br /&gt;senyuman akan lebih banyak terpancar dari dirimu&lt;br /&gt;dan kegembiraan serta kebahagiaan akan tertebar di sekitarmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun aku tak mau memaksa dirimu&lt;br /&gt;aku merasa aku adalah orang yang paling mengerti dirimu&lt;br /&gt;kenapa kau seperti ini, apa yang ada di pikiranmu&lt;br /&gt;apa yang ada di masa lalumu&lt;br /&gt;apa yang kau rasakan saat ini&lt;br /&gt;apa yang kau cita-citakan dan kau impikan di masa depanmu&lt;br /&gt;aku sungguh mengerti itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku juga tak mau melepaskan kedekatan kita ini kepada orang lain&lt;br /&gt;hanya aku yang mengerti dirimu karena dirimu ada di dalamku&lt;br /&gt;bersama telah kita jalani berdua biduk kehidupan ini&lt;br /&gt;dan terus kita kayuh menuju pada impian hari depan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sayang padamu,&lt;br /&gt;aku tak mau membiarkanmu terlalu sering sendirian dalam topeng ketegaran&lt;br /&gt;dan keangkuhan yang kau ciptakan&lt;br /&gt;sementara aku tahu kau butuh ditemani, bukan sendiri&lt;br /&gt;aku selalu ingin mendekatimu, memelukmu, dan berbisik padamu bahwa semua baik-baik saja, semua akan baik-baik saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka jangan tolak aku ketika aku ingin memperhatikanmu&lt;br /&gt;jangan berpaling dariku saat aku ingin memelukmu&lt;br /&gt;aku ini selalu di pihakmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat malam ego, aku masih melihatmu&lt;br /&gt;dan aku selalu memperhatikanmu&lt;br /&gt;saat kau terluka demi mempertahankan kebanggaan dan harga dirimu&lt;br /&gt;saat kau menoba tegak berdiri walau aku tahu bahwa kau kesakitan dan butuh ditopang&lt;br /&gt;ah, aku tahu segalanya tentang dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya bisa berbisik: lembutkan dirimu..lembutkan dirimu...&lt;br /&gt;aku menyayangimu, dan akan kulakukan semua untukmu&lt;br /&gt;lembutkan dirimu..lembutkan dirimu...&lt;br /&gt;kau tidak sendirian, banyak orang mencintaimu dan perduli padamu&lt;br /&gt;lembutkan dirimu...lembutkan dirimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuletakkan cermin hati di hadapanku&lt;br /&gt;kupeluk erat egoku, hangat kurasakan diriku...&lt;br /&gt;lembutkan dirimu...lembutkan dirimu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-3037308820885672835?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/3037308820885672835/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=3037308820885672835' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/3037308820885672835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/3037308820885672835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2010/05/selamat-malam-ego.html' title='selamat malam ego'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-329419162994205035</id><published>2010-05-03T17:07:00.002+07:00</published><updated>2010-05-03T17:27:57.028+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>keluh kesah tentang penampilan (appearance)</title><content type='html'>seberapa penting sebenarnya faktor penampilan ini memepengaruhi dalam kehidupan sehari-hari kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;benar bahwa ada pendapat kesan pertama menentukan semua hal di belakangnya, tapi apakah keseluruhan kesan pertama itu sangat didominasi oleh penampilan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat kita berteman atau bergaul dengan orang lain entah sama atau berbeda jenis apakah kita memperhatikan penampilan mereka? apakah penampilan mereka mempengaruhi kenyamanan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika kita bekerja di kantor: dengan atasan, bawahan, atau rekan kerja kita; apakah penampilan mereka mempengaruhi respect kerja dan penilaian kita? apakah ketika mereka berpenampilan seadanya, cenderung tidak memperhatikan penampilan, itu akan mengganggu kita? apakah penampilan merupakan pertimbangan kita saat merekrut karyawan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam kehidupan pribadi kita apakah kita memilih pasangan berdasar penampilan? apakah penampilan pasangan mempengaruhi perasaan cinta kita? apakah mempengaruhi gairah kita untuk bercinta? apakah kita malu jika pasangan kita tidak berpenampilan menarik seperti yang kita mau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jawaban dari pertanyaan di atas bisa jadi akan sangat beragam, tergantung siapa diri kita, apa bidang pekerjaan kita, ataupun bagaimana pandangan kita tentang sebuah penampilan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya termasuk orang yang sangat tidak peka (kalau tidak mau dikatakan tidak peduli) dengan permasalahan penampilan ini, tapi belakangan lingkungan di sekitar saya memberikan masukan bahwa ternyata saya sangat kurang untuk masalah satu ini dan bahwa ini berimbas atau mengganggu mereka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertama saya masih menanggapi dengan lucu, tapi kemudian saya mulai berpikir, apakah sedemikian pentingnya penampilan itu dalam konteks kehidupan kita. mungkin pertanyaannya bukan penting atau tidak penting tapi seberapa dominankah itu mengambil bagian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagian dari saya percaya bahwa penampilan itu mempunyai peranan, tapi mayoritas di dalam pemikiran saya masih berpendapat bahwa penampilan ini bukan key factor untuk menentukan keberhasilan pergaulan, karir, pendidikan, relasi, atau apapun itu dalam kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian dengan sedikit malu saya tersenyum, kenapa saya begitu mempermasalahkan hal ini yah? apa karena memang sebetulnya penampilan saya tidak menarik sehingga saya harus mati-matian menyangkal hal ini. karena kita akan cenderung menyangkal dan menutupi kelemahan yang ada pada kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya masih tidak tahu... dan saya masih kecewa ketika penampilan mempengaruhi faktor lain yang menurut saya lebih dominan..dalam hal apapun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi tentu saja saya tidak akan bisa membuat semua kepala lain menganggukkan kepala dengan penjelasan dan reasoning saya ini...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-329419162994205035?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/329419162994205035/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=329419162994205035' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/329419162994205035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/329419162994205035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2010/05/keluh-kesah-tentang-penampilan.html' title='keluh kesah tentang penampilan (appearance)'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-3058843126820920799</id><published>2010-04-30T15:10:00.002+07:00</published><updated>2010-04-30T15:27:02.788+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritual'/><title type='text'>kerinduan manusia akan tuhannya</title><content type='html'>beberapa hari terakhir ini aku melihat keindahan kerinduan manusia akan tuhannya. dalam bingkai dan perspektif ajaran manapun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyenangkan melihat bagaimana orang mendaraskan dzikir dengan tekunnya, bersimpuh dan menyentuhkan dahi di ujung sajadah atau mengucapkan doa dengan khusyuknya dalam balutan mukenah putihnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;indah mendengar orang menyanyikan pujian dengan sepenuh hatinya, melafalkan untaian doa dalam butiran rosari atau bersujud dalam konsekrasi yang ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendengar kesaksian orang tentang bagaimana sang maha kasih menjaga dan melindunginya, memampukannya menghadapi saat-saat terberat dalam kehidupannya dan membawa ke suatu jalan terang keberhasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendengar orang melantunkan paritta dalam puja bakti atau mendaraskan catur veda dalam semadinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manusia berbicara dengan penciptanya, manusia yang merindukan tuhannya. meretas batas-batas pemikiran dan logika ketika menundukkan diri dan berserah pada yang tak terlihat namun dipercaya itu ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah aku melihat, aku mendengar, aku merasakan keindahan-keindahan itu. keindahan itu ada dimanapun, tidak terkotakkan dalam bingkai manapun...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-3058843126820920799?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/3058843126820920799/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=3058843126820920799' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/3058843126820920799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/3058843126820920799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2010/04/kerinduan-manusia-akan-tuhannya.html' title='kerinduan manusia akan tuhannya'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-3924162456088867240</id><published>2010-04-28T21:54:00.004+07:00</published><updated>2010-04-29T01:39:00.023+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>perempuan khayali - onani jiwaku</title><content type='html'>saat pagiku menjelang dia bangunkanku dengan kecupan di dahi sambil membisikkan selamat pagi. tak peduli dengan bau tubuhku dia memelukku dengan hangat mengantarku memulai hari baru. mungkin tak ada makanan lengkap di meja untuk makan pagiku itu tak mengapa, tapi dia tuangkan segelas air putih dan membawakannya untukku tuk segarkan dahaga pagi.&lt;br /&gt;jika dia sedang tak bersamaku dia telefon atau sms untuk membangunkan. menyemangati hari dengan suaranya yang lembut namun lincah dan gembira, membuatku selalu merasa muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika aku sibuk dengan pekerjaan dan kesibukanku, dan aku yakin dia juga penuh dengan pekerjaan dan kesibukannya, dia tak pernah lupa untuk menyapaku. sms-sms lucu atau kadang nakal nya menghiburku di tengah penat pekerjaanku. telfon-telfonnya walaupun hanya sesaat membuatku tak pernah bosan mengerjakan apapun juga karena aku tak pernah merasakan sendirian. karena aku merasa ada dia yang selalu menemaniku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika aku pulang dari kerja atau dari pergi kemanapun dia akan selalu siap menyambutku. terkadang sudah rapi, cantik, dan wangi. senyumnya yang ramah dan tulus menyambutku dengan ceria: selamat datang di rumah kita katanya. lalu bibirnya mengecup dan mengulum hangat bibirku. lembut dan hangat. tangannya memeluk dan mendekapku erat di tubuhnya. membuat semua lelah dan penatku pergi tanpa sisa.&lt;br /&gt;terkadang dia masih awut-awutan atau juga baru pulang dari kerja atau bepergian. tapi senyum manisnya tak pernah lepas dari wajah biarpun lelah bisa kulihat disana.&lt;br /&gt;maaf yah mas aku juga baru pulang, aku mandi dulu lalu kita makan bareng yah: mau maem di rumah atau pergi makan di luar kita? ucapnya membuatku tak pernah bosan memandanginya. ketika ku pulang dan dia tak ada di sisiku dia akan mengirim sms atau menelfonku: selamat datang, maaf aku tak ada di sana tapi tahukan kamu aku memikirkanmu saat ini, i miss you so much dear and can't wait to be with you...&lt;br /&gt;sehingga aku tidak akan pernah kesepian, karena aku merasa dia selalu bersamaku menemaniku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika malam datang, menutup hari yang akan berganti dia mengantarku ke dalam tidur. kadang tingkahnya lucu menggodaku, atau sedikit nakal mengajakku bercinta. kadang juga dengan senyum lembut dia mengajakku beristirahat karena besok masih banyak hal harus dilalui dan dikerjakan. tubuhnya masuk dalam pelukanku sehingga aku bisa mendekapnya. harum rabutnya dan wangi badannya menenangkan jiwaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tak pernah bosan dengannya karena aku mencintainya, sama seperti aku tahu dia mencintaiku seutuhnya. dia tak pernah peduli dengan kekurangan dan kelemahanku, dan penerimaannya itu yang mengubahku dan membuatku jadi lebih baik lagi untuknya&lt;br /&gt;aku tak peduli dengan masa lalunya atau apa yang orang lain lihat tentangnya karena bagiku dia begitu indah, saat dia mencintaiku seutuhnya dan memberikan semuanya untukku. di saat yang sama aku melakukan semuanya untuknya, hanya demi dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari tak pernah sama tanpanya, meski kadang dia tak ada secara fisik bersamaku namun kehangatan cinta dan perhatiannya, kelembutan kasih sayangnya selalu menyelimutiku dan tak pernah buat aku kedinginan sehingga harus mencari kehangatan lain dengan cara apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perempuan khayaliku, apakah kau dilahirkan, atau harus diciptakan? dari dinding rahim mana bisa kutemukan dirimu, benih mana yang akan menciptakanmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perempuan khayaliku, kutundukkan semua ego ku di hadapanmu. kusungkurkan semua kesombongan dan harga diriku di hadapanmu. karena tanpamu aku tak seperkasa kenyataannya. aku tak mampu tunjukkan kekuatan diriku, dan kesejatian tak lagi terpapar di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi dimanakah engkau? apakah ini sekali lagi hanya onani jiwaku? saat aku jatuh bangun dari satu dewi ke bidadari yang lainnya? atau sesungguhnya engkau memang tak ada? ini hanya sebuah angan semu yang bernama impian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perempuan khayaliku, munculkan dirimu, mewujudlah, turunlah ke arcapada jika engkau memang hanya berasal dari surga.. dan tunjukkan padaku jalan-jalan kesejatian kehidupan. tunjukkan padaku tentang keindahan dan kedamaian, tentang kebahagiaan, agar aku tak larut dalam fana...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-3924162456088867240?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/3924162456088867240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=3924162456088867240' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/3924162456088867240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/3924162456088867240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2010/04/perempuan-khayali-onani-jiwaku.html' title='perempuan khayali - onani jiwaku'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-3954263723094479007</id><published>2010-04-27T00:35:00.002+07:00</published><updated>2010-04-27T01:37:34.132+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>sebuah pelukan, sebentuk dukungan</title><content type='html'>ada yang menarik dari acara the amazing race di axn malam ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;empat besar the amazing race malam ini adalah pasangan model, dua orang koboi, kakak beradik laki-laki, dan dua orang detektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tantangan awal mereka ada di shanghai china ketika mereka diharuskan membuat mie china dengan berat tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pasangan model itu datang pertama kali, diikuti kakak beradik, dua koboi, lalu dua detektif yang terakhir.&lt;br /&gt;akan tetapi pasangan koboi berhasil menyelesaikan mie terlebih dahulu, kemudian diikuti pasangan model, dan yang ketiga adalah pasangan detektif.&lt;br /&gt;satu orang dari dua bersaudara yang melakukan tantangan itu terlihat sangat kesulitan untuk menyelesaikan pekerjaannya. ia mengeluh tangannya membeku dan mentalnya menjadi jatuh karena menjadi pasangan terakhir yang berarti potensi untuk tersingkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang menarik adalah apa yang dilakukan oleh saudaranya. alih-alih seperti pasangan yang lain yang kadang memaki atau menyuruh untuk lebih cepat, mengetahui bahwa saudaranya berada dalam tekanan berat dan merasa tidak mampu menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan, ia menghampiri saudaranya, lalu memeluknya, mengucapkan kata-kata penghiburan dan menyemangatinya, membuat saudaranya mampu untuk menyelesaikan hal yang tadi terasa mustahil. dan cara ini berhasil...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini bisa dimaknai dengan biasa atau sebaliknya, bagi saya di tengah ketakutan akan tersingkir yang dialami, di tengah tekanan yang dihadapi. bukannya menyalahkan saudaranya atas kelemahan atau kekurangan yang dilakukan, menyemangati, memberikan dukungan untuk memampukan kembali itu merupakan hal yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah pelukan, ciuman, usapan tangan, sentuhan, kata-kata, apapun yang anda gunakan untuk menyemangati atau menguatkan orang yang sedang membutuhkan, akan sangat besar artinya. hanya saja kadang kita terlalu asyik memperdulikan kepentingan kita, memperhatikan diri kita sendiri sehingga lupa dengan orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan bantuan atau dukungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga potongan ilustrasi sederhana ini memampukan kita, anda dan saya, untuk menjadi lebih peka dan lebih bisa bersikap positif serta suportif pada saat dibutuhkan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-3954263723094479007?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/3954263723094479007/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=3954263723094479007' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/3954263723094479007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/3954263723094479007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2010/04/sebuah-pelukan-sebentuk-dukungan.html' title='sebuah pelukan, sebentuk dukungan'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-5416095966088243560</id><published>2010-04-26T22:36:00.003+07:00</published><updated>2010-04-27T00:29:51.534+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>lapar itu nikmat, lapar itu membahagiakan</title><content type='html'>beberapa bulan belakangan ini saya melakukan proses penurunan berat badan (maklum perut sudah kemana-mana dan tidak enak untuk bergerak ataupun dipandang mata)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hasilnya cukup menyenangkan, meskipun six pack masih cukup jauh untuk dicapai, akan tetapi perut saya sudah mengecil, dan beberapa orang yang sering melihat saya mengatakan saya sekarang kurus (tentu saja jika dibandingkan dengan yang dulu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang saya lakukan ini sebenarnya bukan diet yang benar karena tidak diimbangi dengan olah raga yang cukup dan hanya membatasi (jika tidak mau dikatakn menghentikan) kuantitas makanan yang masuk ke dalam perut saya, selain tentu saja waktu makan saya.&lt;br /&gt;Alhasil saya sering sekali merasa lapar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat saya lapar (dan kadang teramat sangat) saya ingat dengan karakter silas di novel davinci code karangan dan brown yang merupakan pengikut sekte tertentu dan sering melakukan penyiksaan diri sebagai penebusan dosa dan kesalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang saya ingat adalah kata-kata yang dia ucapkan: sakit itu nikmat...sakit itu membahagiakan... (kurang lebih begitu yang dia ucapkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu yang menjadi rapalan saya saat lapar itu melanda: lapar itu nikmat...lapar itu membahagiakan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika saya maknai lebih jauh (walaupun mungkin bisa dijustifikasi bahwa ini pemaknaan yang ngawur juga): ini lebih seperti ketika dirimu menginginkan sesuatu, ada beberapa hal yang harus kau korbankan, penderitaan yang kau jalani, untuk mencapai semuanya itu...&lt;br /&gt;tentu saja ini terlepas dari pemahaman apakah diet saya ini sehat atau tidak..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-5416095966088243560?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/5416095966088243560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=5416095966088243560' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/5416095966088243560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/5416095966088243560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2010/04/lapar-itu-nikmat-lapar-itu.html' title='lapar itu nikmat, lapar itu membahagiakan'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-4145993413402381516</id><published>2010-04-26T18:45:00.004+07:00</published><updated>2010-04-26T20:05:55.846+07:00</updated><title type='text'>and yet, do not be a reactive person</title><content type='html'>ini pengalaman di hari minggu kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari minggu kemarin diawali dengan berangkat tidur pukul 3 pagi sesudah belajar untuk ujian dan mendengarkan curhatan beberapa teman. bangun pukul 6 langsung mandi dan bersiap untuk ujian di kampus jam setengah 8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selesai ujian yang cukup melelahkan dan menguras pikiran, aku berangkat ke gereja sesudahnya karena di fikiranku kuliah berikutnya akan sampai jam 9 malam dan otomatis tidak bisa ke gereja sore seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai di halaman gereja suasananya ramai dan berisik sekali. rupanya sedang ada pameran sesudah misa. keributan itu masih terbawa sampai ke dalam gereja, mungkin aku yang datangnya kepagian jadi mereka belum berhenti untuk mempersiapkan misa berikutnya.&lt;br /&gt;tapi di dalam gereja sudah ada doa bersama sebelum misa. entah suasana hati ku yang sedang jelek atau kecapekan tapi rasanya jadi kesal mendengar suara bising itu. ingin ku keluar dan mencabut kabel sound system itu agar berhenti bisingnya, atau menghardik mereka karena berisik saat orang-orang sedang berdoa di dalam gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kekesalanku bertambah karena di sekitar aku duduk banyak sampah tisu yang bertebaran.&lt;br /&gt;aku hanya bisa mengumpat ini orang kok pada nyampah sembarangan ngga aturan yah. tapi untuk memungutnya pun saat itu aku segan karena ini bekas siapa aku tak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak lama kemudian suara-suara di luar gereja itu pun berhenti dan selang beberapa menit misa dimulai. dua bangku di sebelahku masih kosong..&lt;br /&gt;tak berapa lama, ada seorang lelaki africano yang berdiri di dekatku sambil menunjuk-nunjuk kursi yang kosong di sebelahku. yes, you may sit there jawabku sambil menggerutu, ngomong kenapa tanya kosong apa ngga, boleh duduk di situ atau ngga. ngga bisa bahasa inggris yah...&lt;br /&gt;sepuluh menit berselang, ada lelaki africano lain datang, kelihatannya teman dari lelaki pertama. yang ini lebih bisa bicara dia bilang excuse me dan tanpa menjawab aku memberinya jalan untuk lewat. kalau lelaki yang pertama tadi pendiam yang kedua ini kebalikannya. dia begitu percaya diri untuk berdoa bersama dan bernyanyi walau nadanya sering fals dan tidak sama. beberapa orang yang mendengar juga sampai menoleh ke arah kami. damn! umpatku saat itu this is totally suck membayangkan aku harus duduk di sebelahnya sepanjang misa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;but as other story goes, something happened:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika sedang persiapan komuni, si hitam besar mulut itu membungkukkan badannya dan mengumpulkan sampah-sampah serta tisu yang berserakan di sekitar kami duduk ke tengah kakinya. aku masih dengan apatis melihatnya, lah dikumpulin di tengah trus mau dipojokin atau disembunyikan pikirku saat itu. tapi ternyata aku salah, dia menggunakan kerta yang dipegangnya untuk meraup dan membungkus semua sampah itu jadi satu sehingga lantai di bawah kami jadi bersih. lalu dia menyimpan bungkusan kertas berisi sampah-sampah tadi di celana panjangnya karena tidak ada tempat sampah di kursi gereja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku merasa tertampar melihat apa yang dia lakukan. diriku yang sok suci menghardik orang yang membuat gereja kotor dengan membuang sampah sembarangan tapi tidak melakukan tindakan apapun untuk membersihkannya. si hitam ini memberiku contoh dengan langsung melakukan tindakan nyata untuk memperbaiki kondisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiba-tiba semua berubah di perspektifku. si hitam tadi mungkin memang tidak bisa bernyanyi dengan baik, akan tetapi dia berusaha untuk turut berperan serta dalam memuji tuhan melalui apa yang dia punya melalui kebiasaan suara kerasnya.&lt;br /&gt;orang-orang yang berisik di halaman gereja tadi bukannya tidak perduli tapi mungkin mereka masih berfikir misa belum dimulai dan mereka dengan semangat menarik peserta pameran itu dengan kebisingan dan suara-suara keras yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selesai komuni, setelah misa ketika kembali ke kampus aku berfikir.&lt;br /&gt;begitu mudah bagiku untuk menghakimi orang atas apa yang mereka lakukan ketika itu tidak sesuai dengan apa yang aku kehendaki. untuk menganggap bahwa mereka ini salah.&lt;br /&gt;kadang pikiranku tidak terlalu panjang untuk menjangkau latar belakang di balik apa yang mereka lakukan. hatiku tidak terlalu lapang untuk bersabar dan mencoba mencerna lebih dahulu. kedegilanku ini membuat aku begitu mudah reaktif dan menghakimi orang, juga orang-orang di sekitarku, yang pada akhirnya memperburuk situasi yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tidak mau membuat reasoning kenapa aku bisa begitu reaktif, setiap dari kita pasti punya reasoning masing-masing. akan tetapi yang mau aku sharingkan adalah jika saja kita bisa sedikit lebih sabar dan menahan diri... sabar disini bukan hanya berarti tidak meledakkannya akan tetapi untuk juga berusaha tidak berfikir negatif untuk semua hal yang tidak kita kehendaki yang dilakukan orang lain, mungkin kita akan bisa lebih mudah tersenyum, mungkin kita akan bisa lebih mudah memaafkan, mungkin kita akan bisa lebih mudah melihat cinta dan keindahan yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mungkin masih sangat reaktif, karena untuk berubah tidak semudah membalikkan telapak tangan ku. akan tetapi aku mau berusaha untuk menjadi lebih rendah hati dan sabar karena efek yang ditimbulkan dari sikap ini bisa menjadi bola salju yang menyakiti semua, termasuk diriku sendiri..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-4145993413402381516?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/4145993413402381516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=4145993413402381516' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/4145993413402381516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/4145993413402381516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2010/04/and-yet-do-not-be-reactive-person.html' title='and yet, do not be a reactive person'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-2696872038753730894</id><published>2010-02-12T20:48:00.002+07:00</published><updated>2010-02-12T21:26:42.527+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>life? you just need to live it</title><content type='html'>tadi sore saya pergi ke warung tegal di dekat tempat saya tinggal untuk mengisi perut setelah seharian kosong tidak terisi apapun selain air putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suasana warteg itu tidak terlalu ramai, ada empat orang yang sedang menghabiskan makanannya. "makan apa mas?" tanya mbak si penjual dengan ramah, kelihatannya dia habis mandi karena rambut panjangnya masih basah dan wajahnya segar berseri.&lt;br /&gt;saya memilih menu makanan saya sore itu, "hmm harus yang bergizi tapi tidak menambah lemak di tubuh" pikiran saya ketika menunjuk satu demi satu sayur dan lauk yang saya inginkan. kemudian saya memesan teh tawar hangat untuk minumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak berapa lama 4 orang yang terlebih dahulu makan sebelum saya satu persatu menyelesaikan makannya, membayar kemudian meninggalkan warung itu, tinggal mbak penjual dengan saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin karena merasa pembelinya tinggak saya dan belum banyak yang datang lagi (saya datang lebih awal untuk makan malam karena baru jam setengah enam sore, langit masih terang), mbak itu kemudian menghidupkan radio. tidak berapa lama kemudian mengalun lagu-lagu dangdut dengan suara perempuan yang mendayu-mendayu. dikeraskannya suara radio itu sehingga bisa terdengar sampai ke luar warung. beberapa orang yang lewat menoleh karena suara lagu dangdut itu, tapi si mbak penjual tetap saja sambil tersenyum mengangguk-anggukkan kepalanya mengikuti irama lagu. saya jadi geli sendiri melihatnya begitu menikmati lagu-lagu dangdut itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya perhatikan terus penjual makanan itu kemudian saya ingat lagi, dia memang ramah, tidak hanya kepada saya tetapi juga kepada pembeli yang lain. mungkin memang itu sebuah keharusan sebagai penjual akan tetapi juga mungkin karena memang sifatnya demikian. saya tidak tahu, dan saya melihat keramahan dan cara menikmati lagu itu sebagai cara si mbak memilih menjalani kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selesai makan sambil membayar sambil membayar saya mencoba membuka percakapan, "mbak, keras banget muter lagu dangdutnya. suka yah?" tanya saya. sambil tersenyum dia berkata "iyah mas, lagunya enak didengarkan sore-sore gini". "emang ngga malu didengarkan orang di luar, mana suaranya kenceng banget" celetuk saya. "biarin aja, ngga ganggu orang ini" jawab dia masih sambil tersenyum dan memberikan kembalian kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam perjalanan pulang, saya memikirkan lagi percakapan sederhana di warteg tadi. membandingkan hidup mbak penjual makanan tadi dengan hidup saya, dan dengan kehidupan orang-orang pada umumnya. saya berfikir mbak itu tidak mungkin tidak punya masalah, entah memikirkan apakah makanannya akan habis malam ini, apa yang akan dia beli dan dimasak besok pagi, sampai kapan warungnya akan bertahan, apa yang akan terjadi dengan hidupnya, dan mungkin masih banyak lagi. tidak berbeda dengan kita, anda, saya, dan orang-orang lain yang memiliki banyak pikiran dan masalah dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang menarik adalah mbak itu memilih untuk tetap menjalani hidupnya dengan gembira, mandi di sore hari sebelum melayani pembeli sehingga tetap segar dan menarik orang untuk tidak malas makan di warungnya karena penjualnya kumuh misalnya. ramah dan murah senyum, kemudian di saat senggang melakukan hal-hal yang membahagiakan dan bisa dia nikmati. "tidak ganggu orang ini" prinsipnya ketika melakukan hal yang dia suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin bukan sebuah pilihan yang mudah untuk selalu dilakukan setiap hari, mungkin tidak selalu dia akan ramah atau tersenyum terus, akan tetapi paling tidak dalam pandangan saya dia mencoba menjalani hidupnya dengan gembira dan dalam sikap positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini mungkin sebuah teladan bagi kita, anda dan saya, tentang bagaimana sekali lagi kita melihat kehidupan ini. masalah? itu pasti tidak akan pernah berhenti. mungkin karena itulah kita dikaruniai akal budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika demikian mungkin ada baiknya kita mengikuti mbak penjual tadi, live the life the best that we can. "tidak ganggu orang ini" tidak berarti kita menjadi tidak perduli akan tetapi lebih bahwa kita lakukan yang kita yakini dan kita bahagia dengan apa yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat menikmati hidup ini :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-2696872038753730894?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/2696872038753730894/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=2696872038753730894' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/2696872038753730894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/2696872038753730894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2010/02/life-you-just-need-to-live-it.html' title='life? you just need to live it'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-6553362153583603691</id><published>2010-02-10T00:34:00.000+07:00</published><updated>2010-02-10T00:35:28.674+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>The Man Who Selling Jagung Rebus</title><content type='html'>it was 11pm at sudirman street when i saw this man, the street seller.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;he was standing beside the cart, old and tired, while there are still a lot of jagung rebus not yet sold. his eyes looking far as if thinking of something.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suddenly i felt that i had to buy it, so i stopped my car and park it in the alley next to the street. I came and asked him: good evening sir, how much you sell the jagung rebus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;he turned the face and looked very happy seeing someone want to buy his jagung rebus: it's three thousands rupiahs only..he replied with the hope that I will buy it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i nodded my face and said: ok then i will buy five. and then i gave my money to him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;the smile became wider when receiving my money: thank you, thank you very much sir. and he kept smiling when i left him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i don't want to show that i am a good person when i wrote this story. this money is not much for us, in fact it needs to be multiplied by six to have a shoot of tequila or a glass of chardonnay. it needs to be multiplied by ten to have mojito or lychee martini. in other word, it's little money for us, everyone can do the same.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;the thing that i want to share is my feeling when i saw his smile. the feeling of sharing to others, it made me feel good and happy also. actually i am the one being blessed during the event.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;my friends, this is just refreshment as i am sure all of you know it already.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;small things for us can be big things for others who really need it. so be sensitive with others around you and be proactive to share what you have to others. you will never know, how your compassion can turn out someone's life into a better one.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;at least, it makes this world more comfortable to live in...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-6553362153583603691?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/6553362153583603691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=6553362153583603691' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/6553362153583603691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/6553362153583603691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2010/02/man-who-selling-jagung-rebus.html' title='The Man Who Selling Jagung Rebus'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-8950142616754662971</id><published>2010-02-03T01:10:00.003+07:00</published><updated>2010-02-03T01:34:34.816+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>tentang ibuku</title><content type='html'>ijinkan aku bercerita tentang ibuku, perempuan yang sangat aku cintai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibuku lahir hampir 62 tahun yang lalu, dari pasangan jagabaya dan perempuan petani sederhana di desa. orang tuanya penganut aliran kepercayaan.&lt;br /&gt;ketika kecil ibuku diasuh oleh seorang polisi. polisi ini yang mengajarkan kepada ibu tentang arti pendidikan, kedisiplinan, dan banyak hal lainnya.&lt;br /&gt;dari ayahnya ibuku belajar tentang kesederhanaan dan kerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meskipun seorang perempuan, ibuku bercita-cita untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin. dulu bahkan cincin tunangan dari seorang pemuda yang melamarnya dikembalikan karena ibu masih ingin bersekolah. sungguh luar biasa untuk gadis desa waktu itu. saat teman-teman sebayanya memilih menikah dan bekerja di sawah, ibu masih menggenjot sepeda puluhan kilometer untuk bersekolah, sampai akhirnya mendapatkan gelar sarjana muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibuku kemudian mengajar di sekolah sebelum akhirnya kemudian menikah dengan ayahku. satu hal yang aku ingat adalah kegigihan dan kerja kerasnya, ibu begitu kreatif dalam mengajar, bahkan sempat direkrut untuk membuat buku pelajaran oleh penerbit intan pariwara dan erlangga yang terkenal pada masa itu. ibu juga aktif sebagai guru inti di propinsi, sebagai pengawas, bahkan hendak dijadikan kepala sekolah. tapi ibu menolak karena alasan keluarga waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi ibuku pendidikan adalah segalanya, mungkin karena ibu merasa dengan pendidikan akan bisa meningkatkan pengetahuan dan membuka wawasan kita. ibuku selalu bilang: le, bapak ibu itu cuman guru, pegawai negeri yang ngga bisa ngasih kamu bekal kekayaan. bapak ibu cuman bisa berusaha untuk memberikan bekal pendidikan sebagai pegangan hidupmu. itu selalu terngiang di kepalaku. dalam hal pendidikan disiplinnya sangat kuat. jika kami sedang ujian, jangan harap ada televisi atau radio menyala, atau bermain dengan teman. harus belajar kemudian tidur agar besok pagi bisa ingat apa yang dibaca dan dipelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam kesibukannya, ibuku selalu ingin menjaga setiap anaknya. selalu tampil sebagai penolong dalam setiap kebutuhan dan kesusahan anaknya. aku ingat saat aku kecelakaan dan dirawat di rumah sakit bagaimana ibu meninggalkan pekerjaannya untuk menjagaku setiap hari. bagaimana ibu pergi ke departemen pendidikan dan sekolah untuk mengusahakan aku bisa ujian di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sangat mencintai ibuku dan aku tau ibuku sangat mencintai aku. dalam setiap hal yang aku lakukan ibu selalu di belakangku dengan doa restunya. setiap kali aku akan ujian atau melakukan hal penting, ibu selalu berdoa dan membiarkan lilin itu terus bernyala. walau kadang tindakanku salah atau tidak sesuai dengan kehendaknya, ibu tetap mendoakan yang terbaik untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gempa bumi di jogja tahun 2006 kemarin sedikit banyak berpengaruh terhadap kondisi ibuku yang sudah semakin tua, apalagi sejak pensiun ibu jadi tidak lagi seperkasa dahulu kala. tubuhnya tidak lagi tegak dan tak bisa lagi berlari atau berjalan cepat seperti biasa dia lakukan dahulu. pengaruh naik motor selama lebih dari 25 tahun juga membuat kadang tangannya mulai gemetar. tapi saat dibutuhkan, oleh saudara maupun siapapun, dalam kelemahan dan keterbatasannya ibu kembali menunjukkan kehebatannya. pikiran dan pertimbangannya, langkah taktis dan sikap efisien cepatnya. itu diakui oleh kami semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibuku kini sudah semakin tua, kadang ibu berkata duh dulu kenapa sering meninggalkan anak-anak untuk bekerja, tapi kalau nggak gitu ngga bisa membiayai sekolah kalian. lalu matanya mulai berkaca-kaca. ah aku selalu terharu jika melihatnya seperti itu.&lt;br /&gt;aku tidak selalu berdamai dengan ibuku, kadang aku membuatnya kecewa, kadang aku juga marah kalau ibu terlalu banyak bertanya, tapi saat jauh, saat aku sendiri, mengingat ibuku selalu membuatku terharu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibuku mungkin sudah tak seperkasa dulu lagi, sudah tak sepandai dulu lagi, kekuatannya sekarang terletak dalam diamnya melihat dan mendoakan anak-anaknya. kadang dia masih saja memikirkan kami, uangnya itu dipakai untuk kebutuhan kalian yang masih banyak, bapak ibu masih punya dari pensiun, jangan dikasih ke bapak ibu terus uangnya. ah cinta kasihnya sungguh tak pernah berhenti kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mencintai ibuku dan aku tahu ibuku begitu mencintai aku. aku ingin bercerita kepada semuanya tentang perempuan hebatku, yang begitu aku cintai dan aku banggakan&lt;br /&gt;ibuku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-8950142616754662971?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/8950142616754662971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=8950142616754662971' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/8950142616754662971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/8950142616754662971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2010/02/tentang-ibuku.html' title='tentang ibuku'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-3888329759296224124</id><published>2010-01-31T00:03:00.002+07:00</published><updated>2010-01-31T00:12:36.915+07:00</updated><title type='text'>Belajar dari Ursula Burns</title><content type='html'>Lahir pada tanggal 20 September 1958, Ursula M Burns menjadi salah satu tokoh yang menginspirasi saya, dan semoga kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ursula pada bulan Juli tahun 2009 kemarin dipilih menjadi Chief Executive Officer (jabatan eksekutif tertinggi) di perusahaan Xerox Corporation. Ini menjadikannya sebagai perempuan kulit hitam pertama yang memimpin perusahaan yang termasuk di Fortune 500 (dan ini juga menjadikannya duduk di posisi ke-14 the Most Powerful Woman in the World 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tentang kehidupan Ursula sama seperti orang-orang Afrika Amerika pada umumnya, lahir di kawasan miskin NewYork, dibesarkan oleh Ibu tunggal dan hidup di kawasan keras. Akan tetapi ketekunan dan semangatnya untuk mengejar pendidikan dan masa depan.&lt;br /&gt;Bergabung di Xerox sejak 1980 dan terus menekuni apa yang dia lakukan setelah 29 tahun membuatnya mampu berada di posisi puncak perusahaan terkemuka ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagi saya ini menginspirasi, siapapun kita, apapun latar belakang kita, selama kita fokus dan tekun mengejar mimpi dan cita-cita kita, tidak ada yang mustahil untuk diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih kepada Ursula yang mengingatkan kita akan hal ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-3888329759296224124?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/3888329759296224124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=3888329759296224124' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/3888329759296224124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/3888329759296224124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2010/01/belajar-dari-ursula-burns.html' title='Belajar dari Ursula Burns'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-6494416623292173099</id><published>2010-01-30T17:59:00.002+07:00</published><updated>2010-01-30T18:24:55.746+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>tentang masa depan</title><content type='html'>mulai dari minggu kemarin sampai minggu ini saya menjalani serangkaian interview di satu perusahaan. cukup melelahkan dan menyita energi karena setiap interview baik secara face to face maupun teleconference dilakukan selama lebih kurang tiga jam dan dalam bahasa inggris. akan tetapi saya tetap menjalaninya karena ini menjanjikan masa depan yang lebih baik untuk saya (at least seperti itulah yang saya pikirkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jumat malam kemarin ketika reuni dengan teman-teman sma saya, ada kakak kelas yang bercerita tentang pengalamannya bekerja di salah satu konsultan internasional yang hanya merekrut orang-orang terbaik, demikian secara tidak langsung dia menjelaskan. jam kerjanya pun tidak terbatas dan fokus yang diberikan setiap waktu. akan tetapi dia menjalaninya karena menurut dia ini menjanjikan masa depan yang lebih baik untuknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siang tadi di kampus ada teman baru yang bercerita bagaimana dia berusaha memulai usaha dengan segala cara. jatuh bangun, di luar pekerjaan dan pendidikannya karena dia tidak mau masa depannya hanya menjadi seorang karyawan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua hal di atas mempunyai benang merah lebih pada masa depan kita dalam hal pekerjaan dan penghidupan yang lebih layak. Bagaimana kita mengusahakn itu dengan sebaik mungkin karena kita tidak mau masa depan kita berakhir tidak seperti yang kita cita-citakan. kita mengejar mimpi dan harapan kita sekuat tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian saya teringat tentang 5 balls theory, 30 second Speech by Bryan Dyson (CEO of Coca Cola)yang diceritakan kepada saya pada waktu itu:&lt;br /&gt;"Imagine life as a game in which you are juggling some five balls in the air.&lt;br /&gt;You name them - Work, Family, Health, Friends and Spirit and you're keeping all of these in the Air.&lt;br /&gt;You will soon understand that work is a rubber ball.&lt;br /&gt;If you drop it, it will bounce back.....&lt;br /&gt;But the other four Balls - Family, Health, Friends and Spirit - are made of glass.&lt;br /&gt;If you drop one of these; they will be irrevocably scuffed, marked, nicked, damaged or even shattered.&lt;br /&gt;They will never be the same.&lt;br /&gt;You must understand that and strive for it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas ada sesuatu yang bertentangan dari 5 balls theory itu dengan kejadian2 yang saya ceritakan di atas, tetapi ternyata tidak...&lt;br /&gt;at least dari hasil pemikiran dan permenungan saya itu bisa berjalan berdampingan (saya tidak tahu apakah ini karena saya termasuk dalam penganut aliran jalan tengah yang berusaha untuk meraih semuanya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita mengusahakan masa depan kita, dalam segala hal yang kita lakukan sekarang. tidak hanya bagi kita sendiri akan tetapi juga bagi orang-orang tercinta, yang kita kasihi, yang ingin kita bahagiakan.&lt;br /&gt;tekad dan keyakinan itu yang membuat kita bersemangat untuk melakukan apa yang sedang kita tekuni saat ini, dan kesadaran itu membuat kita juga menjaga kesehatan kita karena jika kita tidak sehat maka kita tidak akan mampu meraih apa yang menjadi impian kita. dan teman-teman adalah orang yang berjalan bersama kita, berinteraksi dengan kita dimanapun itu baik di sekolah, di kantor, maupun di lingkungan yang lain. yang mempunyai cita-cita, harapan, dan impian mereka sendiri, yang berjuang bersama kita, berinteraksi dan membantu kita baik secara langsung maupun tidak langsung untuk mencapai tujuan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi masalahnya adalah bagaimana kita menempatkan semuanya secara proper pada tempat masing-masing. saya akan mengatakan bahwa semua hal dalam five balls theory itu penting dan saling berkaitan. kegagalan yang satu akan menyebabkan ketidak sempurnaan yang lain. dan yang harus kita latih adalah bagaimana menempatkan semua itu pada porsi masing-masing dengan benar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lebih jauh lagi ada satu hal yang saya ingat dari buku how to win the people yang belum selesai saya baca, kita menjadi penting dan berhasil bukan pada saat kita berhasil saja, akan tetapi lebih jauh lagi, bagaimana kita bisa membuat orang-orang di sekitar kita, orang-orang yang berelasi dengan kita berhasil mencapai impian masa depannya. itulah keberhasilan yang lebih besar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi akhirnya, apapun masa depan yang kita impikan, perjuangkanlah itu sebaik mungkin! dengan tanpa mengorbankan hal-hal terbaik yang sudah kita miliki sekarang, yang juga akan menjadi bagian penting dalam keberhasilan masa depan kita nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan jangan lupa, perjuangan tak pernah dilakukan sendirian, kita butuh orang lain, dan orang lain membutuhkan kita untuk meraih masa depan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;at the end, may god bless us and everyone striving for the best future, to make the dream come true...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-6494416623292173099?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/6494416623292173099/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=6494416623292173099' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/6494416623292173099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/6494416623292173099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2010/01/tentang-masa-depan.html' title='tentang masa depan'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-2950132657979666482</id><published>2010-01-14T12:30:00.002+07:00</published><updated>2010-01-14T13:00:33.030+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>melakukan sesuatu bersama</title><content type='html'>tadi malam aku menonton film did you hear about the morgans&lt;br /&gt;sebuah film drama yang tidak terlalu kuat menurutku dari jennifer aniston dan hugh grant dengan ending yang biasa saja.&lt;br /&gt;(sebelum terlalu jauh melenceng menjadi sebuah resensi film) tapi ada satu hal yang menarik perhatianku dari cerita di film ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu adalah tentang melakukan suatu hal bersama..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesimpulanku adalah ini berlaku untuk kita semua: siapapun kita, dimanapun kita berada, dengan siapa kita melakukannya apakah itu dengan partner dalam pekerjaan, pasangan, maupun teman-teman kita&lt;br /&gt;ketika intensitas kebersamaan meningkat, dan frekuensi melakukan banyak hal secara bersama menjadi semakin sering, maka itu akan meningkatkan kedekatan hati dan emosional kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentu saja secara matematis ini belum menjadi sebuah aksioma, mungkin adalah dalil yang menuntut pengujian lebih lanjut. Akan tetapi itu yang aku alami, aku lihat, dan aku ingat dari melihat cerita tadi malam.&lt;br /&gt;tentu saja apakah ini hanya bisa terjadi pada kondisi ceteris paribus atau tidak, well aku tidak mau menganalisa lebih jauh, karena dinamika yang terjadi pada setiap orang mungkin berlainan dan akan merujuk pada hasil akhir yang bisa berbeda satu dengan yang lain. Jadi keismpulan ini bukan untuk diperdebatkan :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka ketika aku membayangkan lebih lanjut, benarlah apa yang dikatakan ibu teresa waktu beliau menyatakan 'kemiskinan terbesar bukanlah terletak pada materi atau kekayaan akan tetapi ketika manusia merasa sendirian dan tidak dicintai'.&lt;br /&gt;saat kita merasakan hanya sendirian menghadapai semuanya, tidak mempunyai siapapun untuk diajak melakukan sesuatu bersama, maka itulah kemiskinan yang sesungguhnya. &lt;br /&gt;tidak heran banyak orang menggunakan apa yang mereka miliki: kepandaian, kekayaan, keindahan fisik, dll untuk bisa diterima dimana dia berada, mendapatkan teman sebanyak mungkin, untuk tidak sendirian dan terasingkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;indahnya dunia, menariknya modernisasi, mungkin sesaat bisa membuat kita melupakan orang lain, akan tetapi sebagai makhluk sosial manusia tetap tidak akan bisa terlepas dari kebutuhannya akan orang lain. dan kebersamaan yang tidak semu, kebersamaan yang tulus, saling menerima apa adanya, saling menghormati dan menghargai, mengusahakan sesuatu secara bersama, itu yang akan terus membuat seseorang bertumbuh menjadi lebih baik, dan sebuah relasi apapun bentuknya tetap terjaga...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-2950132657979666482?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/2950132657979666482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=2950132657979666482' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/2950132657979666482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/2950132657979666482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2010/01/melakukan-sesuatu-bersama.html' title='melakukan sesuatu bersama'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-4290418918140367835</id><published>2010-01-13T13:06:00.002+07:00</published><updated>2010-01-13T13:24:31.070+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>tentang sapaan</title><content type='html'>di kantorku yang baru, ada sebuah kebiasaan yang berbeda - at least belum pernah aku jumpai di kantor-kantorku sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hal yang berbeda itu adalah tentang sapaan: &lt;br /&gt;setiap pagi, setiap orang yang datang ke kantor akan menyalami teman-teman yang sudah datang terlebih dahulu sambil mengucapkan selamat pagi, apa kabar, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Setiap sore, setiap orang yang akan pulang juga akan menyalami teman-teman yang masih tinggal di kantor sambil berpamitan, sampai ketemu besok, see you tomorrow, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tidak tahu siapa yang mempopulerkan atau menerapkan ini untuk pertama kalinya, dan menurutku tidak penting juga untuk ditanyakan kepada teman-teman lain yang lebih lama di kantor ini :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan menurutku juga bukan karena jumlah karyawan di kantor ini yang tidak begitu banyak (tidak sampai 100 orang) yang menyebabkan kebiasaan ini masih bertahan sampai sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu aku berpikir, mungkin yang menyebabkan kebiasaan itu masih bertahan sampai saat ini adalah karena kita semua nyaman melakukannya, itu membuat kita lebih dekat satu dengan yang lainnya. mungkin pada awalnya akan canggung untuk melakukannya di hari-hari pertama, atau mungkin ini dilakukan agar tidak menjadi orang aneh jika tidak melakukannya, akan tetapi lebih jauh lagi itu membuat kita merasa lebih akrab dalam lingkungan kerja kantor ini.&lt;br /&gt;kadang mungkin kita menyapa dengan terburu-buru atau tidak dengan sepenuh hati, akan tetapi lebih sering kita melakukannya dengan iklas, dengan senyum yang tulus, dan ketika itu dilakukan, tatapan mata yang bersahabat, senyuman yang tulus, jabat tangan yang erat itu semua akan menghangatkan hati - baik untuk yang memberikan ataupun yang menerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah sapaan, perhatian, sekecil apapun, jika itu diberikan dengan sepenuh hati, aku yakin akan mendamaikan dan membahagiakan orang yang memberi ataupun menerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masalah besar kita di dunia yang semakin maju dengan ilmu pengetahuan dan teknologi serta gelombang besar modernisasi dan materialisme ini adalah hilangnya perhatian dan keperdulian kita untuk peka dan menyapa orang-orang di sekitar kita, yang mungkin membutuhkannya.&lt;br /&gt;orang menjadi teralienasi dari lingkungan sekitarnya, asyik dengan berbagai peralatan modern atau hal-hal yang bisa mengalihkannya dari dunia sekitarnya dan hilang pulalah kepekaan kita. individualisme yang akhirnya akan meraja. well aku boleh dibilang skeptis atau berlebihan dengan statement di atas, akan tetapi jika kita tidak dengan sadar menumbuhkan dan memelihara perhatian dan kepekaan kita terhadap orang lain di sekitar kita, dunia ini tidak akan pernah menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan sebuah sapaan, apapun bentuknya, sebuah perhatian, sekecil apapun itu, akan mampu membuat dunia ini menjadi lebih indah untuk semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau demikian:&lt;br /&gt;selamat menyapa, selamat memperhatikan orang lain&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-4290418918140367835?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/4290418918140367835/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=4290418918140367835' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/4290418918140367835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/4290418918140367835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2010/01/tentang-sapaan.html' title='tentang sapaan'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-8509988229953768237</id><published>2010-01-07T12:35:00.002+07:00</published><updated>2010-01-07T12:45:44.374+07:00</updated><title type='text'>tetaplah menulis</title><content type='html'>well, ini mungkin hanyalah sebuah jargon untuk menyemangati diri saya sendiri :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menulis, apapun itu..&lt;br /&gt;apa yang kita lihat&lt;br /&gt;apa yang kita dengar&lt;br /&gt;apa yang kita rasakan&lt;br /&gt;apa yang kita pikirkan&lt;br /&gt;apa yang kita inginkan&lt;br /&gt;apa yang menjadi cita-cita dan keprihatinan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan takut merasa tulisan kita jelek&lt;br /&gt;jangan takut merasa tulisna kita tidak berarti atau tidak bermakna&lt;br /&gt;apapun itu, itu adalah jejak gambaran dinamika kehidupan yang kita alami&lt;br /&gt;bahkan bagi beberapa orang itu adalah pengingat tentang kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetaplah menulis apapun bentuknya, seberapapun panjangnya, dimanapun medianya&lt;br /&gt;menuangkan apa yang ada di otak, pikiran, hati, dan perasaan kita&lt;br /&gt;jika itu bisa bermanfaat bagi orang lain, terima kasih tuhan&lt;br /&gt;paling tidak itu akan bermanfaat bagi diri kita sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;happy writing :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-8509988229953768237?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/8509988229953768237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=8509988229953768237' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/8509988229953768237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/8509988229953768237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2010/01/tetaplah-menulis.html' title='tetaplah menulis'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-7938913395190549465</id><published>2009-11-24T12:28:00.002+07:00</published><updated>2009-11-24T12:43:18.944+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>kurva sinusoidal dalam kehidupan - kesepian dan keramaian</title><content type='html'>para bijaksana mengatakan: kehidupan itu layaknya sebuah roda yang berputar, tidak ada sesuatu yang tetap, yang tetap adalah perubahan itu sendiri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demikian juga dengan suasana hati ternyata. tidak pernah tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada di suatu masa dimana hati ini dipenuhi dengan kegembiraan dan keramaian. hingar bingar dan riuh nya suasana yang kita rasakan. adrenalin terpompa untuk menyalurkan darah dengan kencang dan segalanya menjadi penuh dengan warna dan keriangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada juga suatu masa dimana hati ini merasa kesepian meskipun di tengah kerumunan. perasaan sendirian, tertinggalkan, atau mungkin ternafikan. meskipun itu tak pernah terucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau dulu kita belajar matematika tentang fungsi sinus, cosinus, tangen, dll&lt;br /&gt;kita akan belajar juga tentang kurva setiap fungsi. dan ternyata suasana hati maupun kehidupan itu layaknya sebuah kurva sinusoidal, kadang melambung ke atas, kemudian turun menukik ke bawah sampai titik terendah, lalu naik lagi. demikian seterusnya kejadian itu berulang walaupun mungkin lamanya tidak selalu sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika demikian maka mungkin kita yang harus menata diri kita sendiri untuk mensikapi setiap saat dengan semestinya, saat kita ada di atas putaran, mungkin kegembiraan itu tidak harus terlalu berlebihan. demikian juga saat kita ada di titik nadir dalam hidup maupun suasana hati kita, harus diyakinkan bahwa ini akan berganti menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gibran mengatakan kebahagiaan dan kesedihan itu bagaikan dua tamu yang mengetuk pintu rumahmu, saat engkau membukakan pintu untuk yang satu, maka yang lain akan datang mengikutinya. dan bergantian akan menyapamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti juga para bijaksana mengatakan: kehidupan itu layaknya sebuah roda yang berputar, tidak ada sesuatu yang tetap, yang tetap adalah perubahan itu sendiri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-di tengah siang-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-7938913395190549465?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/7938913395190549465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=7938913395190549465' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/7938913395190549465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/7938913395190549465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/kurva-sinusoidal-dalam-kehidupan.html' title='kurva sinusoidal dalam kehidupan - kesepian dan keramaian'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-6957963790796893197</id><published>2009-11-19T23:40:00.003+07:00</published><updated>2009-11-20T00:08:23.510+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>hidup ini bukan hanya sebuah pilihan tetapi juga perjuangan</title><content type='html'>beberapa malam yang lalu saat di jalan saya dilewati oleh sebuah mobil pick-up terbuka di jalan.&lt;br /&gt;tidak ada yang istimewa dengan mobil tersebut, hanya sebuah pick-up biasa yang lewat di jalan di tengah malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi ada satu hal yang menarik ketika saya melihat bagian belakangnya.&lt;br /&gt;saya melihat di belakang mobil itu duduk berjajar lima orang ibu menghadap belakang, tidur dalam posisi duduk tepatnya karena kepala mereka terangguk-angguk seiring dengan gerakan mobil di jalan.&lt;br /&gt;saya tidak tahu siapa ibu-ibu ini tapi yang saya berfikir mereka baru pulang dari bekerja (beberapa masih memakai boot dari plastik), dan karena kelelahan mereka sampai tertidur di belakang pick up terbuka yang tentu saja ini berbahaya karena mereka bisa terjatuh jika ada goyangan mobil atau posisi tidur yang berubah.&lt;br /&gt;atau mungkin saja mereka sudah sering menjalani hal ini sehingga pertimbangan keselamatan tidak lagi menjadi hal yang signifikan untuk dipikirkan. selain kepercayaan kepada sang sopir tentu saja (atau mereka sudah terlalu lelah untuk memikirkan hal-hal seperti itu, yang penting bisa istirahat karena besok harus mengulangi lagi aktivitas berat berikutnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada dua pilihan saya saat itu, melupakan saja pemandangan ini sebagai sebuah hal yang biasa, atau mencoba memikirkan dan merenungkannya. saya memilih yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibu-ibu tadi mengajarkan kepada saya, dan mungkin juga kita, bahwa kehidupan ini tidak sekedar sebuah pilihan. pilihan apapun itu bisa menjadi sebuah penyesalan ketika yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. masalahnya tidak selalu semuanya menjadi seperti yang kita harapkan. dunia kadang terasa tak adil dengan tidak mengabulkan pilihan-pilihan kehidupan kita.&lt;br /&gt;akan tetapi para ibu tadi mengajarkan secara nyata dan sederhana bagaimana mensikapi hidup dan kehidupan ini dalam tindakan mereka. tidak penting apakah pilihan yang diambil itu berjalan sesuai dengan harapan atau apa yang dikehendaki, hidup ini harus tetap berjalan dan diperjuangkan.&lt;br /&gt;ketika perjuangan itu berarti penderitaan, kerja keras, melakukan hal yang nampaknya sia-sia dan tiada harapan, hanya sekedar mengalir hari demi hari untuk menghabiskan waktu yang terus berjalan tanpa ada perbaikan - tetap saja harus diperjuangkan dan dilakukan. menjalani setiap hal dengan sederhana, dan apa adanya akan tetapi tetap memperjuangkan tujuan dan harapan mereka, bahkan ketika seakan tiada hasil sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak perlu berdalih dengan teori atau rumusan-rumusan dogma maupun filsafat apapun,&lt;br /&gt;jalani saja hidup ini dengan apa adanya. saat dihadapkan pada sebuah pilihan maka pilihlah, saat hasilnya tidak sesuai yang diharapkan tetap terus berjuang dan jalani setiap hal dengan sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga ibu-ibu tadi, yang tidak kenal, bisa mengajarkan kepada saya-dan mungkin juga kita, bahwa hidup ini bukan hanya sebuah pilihan akan tetapi juga perjuangan.&lt;br /&gt;siapapun kita, apa yang kita lakukan, apa yang kita pilih dan hidupi, apapun tujuan kita, perjuangkanlah itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-6957963790796893197?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/6957963790796893197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=6957963790796893197' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/6957963790796893197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/6957963790796893197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/hidup-ini-bukan-hanya-sebuah-pilihan.html' title='hidup ini bukan hanya sebuah pilihan tetapi juga perjuangan'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-4328022470979700019</id><published>2009-11-18T20:29:00.003+07:00</published><updated>2009-11-18T23:01:35.010+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>tentang kekuatiran</title><content type='html'>kadang kita kuatir akan hal-hal di depan kita, apa yang akan kita alami nantinya&lt;br /&gt;kita kuatir bahwa kita akan kecewa, tidak mendapatkan apa yang kita inginkan&lt;br /&gt;kita kuatir bahwa berdasarkan pengalaman masa lalu kita, kita akan mendapatkan lagi sesuatu yang tidak kita harapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kekuatiran mempunyai kekuatan yang sangat besar saat mencengkeram kita, kita jadi tidak mampu berpikir jernih, mulai melakukan hal-hal bodoh, tidak bisa merencanakan tindakan dan perbuatan kita dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masalahnya kemudian apakah ketika kekuatiran itu ada di dalam hati atau pikiran kita, kemudian kita tidak akan bergerak maju atau melangkah melakukan sesuatu hal?&lt;br /&gt;ada di dalam buku suci dikatakan:siapakah daripadamu yang dengan kekuatiranmu bisa menambahkan sejengkal saja daripada usiamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masa depan memang tidak pasti tapi bukankah kita yang akan mengusahakan masa depan kita, kalau kita membiarkan ketidakpastian menutupi langkah kita bagaimana kita bisa mengembangkan potensi yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang mau saya katakan adalah bahwa semua itu ada di dalam pikiran kita masing-masing.mundur sejenak untuk pikirkan dan menimbang semuanya, tentukan apa yang menjadi keinginan dan tujuan kita yang sebenarnya kemudian mulailah melangkah. jangan biarkan kekuatiran itu melingkupi kita selamanya dan kemudian kita jadi tidak melakukan apapun karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin dalam proses dan dinamika perjalanan kehidupan kita, tidak selalu berjalan dengan baik dan tidak selamanya kita akan berhasil dengan apa yang kita usahakan. that's fine. it's life. tetapi bahwa kita sudah mengambil keputusan untuk melangkah, dan kemudian menjalaninya itulah yang lebih penting. karena proses itu tidak akan pernah menjadi sia-sia. kita akan belajar dari jatuh bangunnya perjuangan, pahit getirnya usaha, dan apa yang kita lakukan. kemudian saat hasilnya sesuai dengan apa yang kita harapkan, bukankah nikmatnya akan tidak tertahankan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi jangan biarkan kekuatiran menjadi batas yang memisahkan kita dengan tujuan dan harapan yang kita inginkan, anda dan saya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-4328022470979700019?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/4328022470979700019/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=4328022470979700019' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/4328022470979700019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/4328022470979700019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/tentang-kekuatiran.html' title='tentang kekuatiran'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-543153490787035450</id><published>2009-11-12T21:15:00.001+07:00</published><updated>2009-11-16T22:10:46.429+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>dewasalah kawan</title><content type='html'>Ketika kaki – kaki kecil melangkah di atas jalan&lt;br /&gt;Tidak hanya sepasang kaki itu yang melangkah&lt;br /&gt;Ada berbagai rona emosi dan perasaan yang melangkah bersamanya&lt;br /&gt;Jalanan memang tidak selamanya berbatu&lt;br /&gt;Kadang mulus dan menurun walau terselingi oleh kelokan tajam dan tanjakan tak terduga&lt;br /&gt;Tapi itu menjadikan kita tetap terbangun, tidak tidur ketika kita harus melangkah&lt;br /&gt;Kadang kita merasa nyaman ketika melangkah di atas jalan yang mendatar dan mulus&lt;br /&gt;Tetapi sungguh tidak menyenangkan jika kita melangkah di tanjakan, apalagi jika jalanannya berbatu.&lt;br /&gt;Tapi apakah kita pernah berpikir, bahwa dengan menanjak di jalan yang berbatu itulah&lt;br /&gt;Yang menyebabkan kaki-kaki kecil kita menjadi lebih kuat, dan menjadikan kita lebih merasa nyaman ketika ada di jalan yang mendatar&lt;br /&gt;Mungkin akan ada goresan dan luka, tetapi bukankah itu sebuah hal yang biasa dalam sebuah perjalanan?&lt;br /&gt;Goresan dan luka mungkin akan berbekas dan bekasnya tidak mudah atau mungkin tidak dapat hilang&lt;br /&gt;Tetapi kaki-kaki kecil kita akan menjadi lebih kuat dan terbiasa untuk melangkah di berbagai keadaan jalan manapun&lt;br /&gt;Ketika kaki – kaki kecil melangkah di atas jalan&lt;br /&gt;Tidak hanya sepasang kaki itu yang melangkah&lt;br /&gt;Ada berbagai rona emosi dan perasaan yang melangkah bersamanya&lt;br /&gt;Kadang ketika melangkah kita akan bertemu dengan orang yang menyenangkan&lt;br /&gt;Itu akan membuat kita bahagia dan bersemangat untuk meneruskan perjalanan&lt;br /&gt;Apalagi jika orang itu mau menjadi teman seperjalanan kita&lt;br /&gt;Melangkah bersama&lt;br /&gt;Di jalan yang empuk dan mendatar&lt;br /&gt;Tapi juga temani kita di tanjakan maupun kelokan tajam&lt;br /&gt;Jika itu yang terjadi bersyukurlah &lt;br /&gt;Tapi terkadang pula kita bertemu dengan orang yang tidak menyenangkan&lt;br /&gt;Bahkan mungkin ia menjadi sebuah kutukan bagi kita&lt;br /&gt;Celakanya lagi jika kita harus berjalan bersamanya&lt;br /&gt;Di jalan yang tidak selalu mulus, tetapi penuh dengan tanjakan dan kelokan tajam&lt;br /&gt;Tapi apakah celaka?apakah bahagia?&lt;br /&gt;Hanya sebuah perasaan semu yang begitu cepat tergantikan&lt;br /&gt;Bahagia pun dapat menjadi sebuah celaka jika dipandang dari sudut yang berbeda&lt;br /&gt;Celaka pun dapat menjadi bahagia ketika kita mampu memaknainya&lt;br /&gt;Ketika kaki – kaki kecil melangkah di atas jalan&lt;br /&gt;Tidak hanya sepasang kaki itu yang melangkah&lt;br /&gt;Ada berbagai rona emosi dan perasaan yang melangkah bersamanya&lt;br /&gt;Kadang pula kita harus melangkah seorang diri&lt;br /&gt;Meskipun melewati kegelapan jalan yang seakan tak berujung&lt;br /&gt;Akankah kita berhenti dan menangis ketakutan&lt;br /&gt;Meratapi nasib yang menjadi hantu kematian&lt;br /&gt;Atau kita tetap melangkah&lt;br /&gt;Meski tertatih-tatih&lt;br /&gt;Meraba dalam gelap&lt;br /&gt;Hanya dengan bekal harapan&lt;br /&gt;Bahwa ada yang lebih baik di ujung jalan&lt;br /&gt;………………&lt;br /&gt;……………………….&lt;br /&gt;…………………………………….&lt;br /&gt;Pernahkah kita mempertanyakan&lt;br /&gt;Kenapa kita harus terus melangkah&lt;br /&gt;Akankah ada sesuatu yang lebih indah di depan sana&lt;br /&gt;Bukankah mungkin saja kematian yang kan kita jelang di depan&lt;br /&gt;Ah………….&lt;br /&gt;…………………..&lt;br /&gt;…………&lt;br /&gt;………………………….&lt;br /&gt;Tapi kenapa harus mempertanyakan alasan kita terus melangkah&lt;br /&gt;Bukankah lebih baik kita nikmati saja langkah demi langkah&lt;br /&gt;Tak usah pikirkan bahwa kita adalah pecundang jika berhenti melangkah&lt;br /&gt;Jangan pula pikirkan bahwa kita adalah pemenang dengan terus melangkah&lt;br /&gt;Tetaplah melangkah&lt;br /&gt;Tetaplah berjalan&lt;br /&gt;Dan nikmati sajalah langkah – langkah kita&lt;br /&gt;Selagi kita masih dapat melangkah&lt;br /&gt;Bukankah setiap langkah adalah anugerah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, antara idealisme, realitas, keinginan, ketika menyapa nilai diri dalam sebuah kehidupan………………dewasalah kawan……………&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-543153490787035450?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/543153490787035450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=543153490787035450' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/543153490787035450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/543153490787035450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/dewasalah-kawan.html' title='dewasalah kawan'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-7623587278295560478</id><published>2009-11-12T21:11:00.000+07:00</published><updated>2009-11-16T22:11:53.866+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>Homeless People (In Jogjakarta) How To End The Reality Of Poverty</title><content type='html'>A house is something visible. It is a place in which to be. It is where children study, play, and grow. It is where friends and family come to visit. “There is nobody who has peace without a house”. A house is incredibly important to a family. A house is to a family like what soil is to a plant. It is place to be rooted, a foundation on which children can grow, develop, and become all that they want to. &lt;br /&gt;But millions of people all over the world do not have a decent house in which to live.  Even in developed counties like the United States, Canada, and the United Kingdom, or New Zealand there are thousands of families who have no decent place to live. In developing countries, like Indonesia, the number of families who have no decent place to live are much greater.&lt;br /&gt;Homeless people seems to be the endless story, because the reality have been existing for very long time. But it is our duty as human being to help them, solving their problems, and trying to make their life better. &lt;br /&gt;Before thinking about how to solve the problems, first of all we have to know exactly about homeless people and their problems in order to make the best solution.&lt;br /&gt;According to the Stewart B. McKinney Act, 42 U.S.C.  11301, et seq. (1994), a person is considered homeless who “lacks a fixed, regular, and adequate night-time residence and; …has a primary night time residency that is (A) a supervised publicly or privately operated shelter designed to provide temporary living accommodations…(B) an institution that provides a temporary residence for individuals intended to be institutionalized, or (C) a public or private place not designed for, or ordinarily used as, a regular sleeping accommodation for human beings”. In this essay I will compare the reality of homeless people in Jogjakarta as a focus of this project with homeless people in other culture (I choose U.S with American culture), and I will try to make the best and real solution based on both culture to help homeless people in Jogjakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. The Characteristic of Homeless People&lt;br /&gt;I will explain the characteristic of homeless people in American Culture first. Based on the survey from U.S. Department of Agriculture, Rural Economic and Community Development who work together with National Coalition For the Homeless on February 1999, The majority of homeless are male; the largest proportion are single men. Illegal immigrants are swelling the ranks of the homeless. One child in five lives below the poverty line, making children the poorest age group in the U.S, which accounts for the growing percentage of children who are homeless. Many homeless people have completed high school; some have attended college and even graduate school, but they are among working poor. A person who earn minimum wage, therefore he can’t earn enough to pay inner-city rent. The homeless are found not only in cities, but also in small town, rural areas, and affluent suburbs. They usually live in the street or in the shelter provided by religious institutions, NGO, or the government. Millions are among the hidden homeless—people who are one crisis away from loosing their homes. They may be doubled or tripled up in housing or 48 hours from eviction or about to leave a hospital with nowhere to go. Rather different with homeless people in U.S, In Jogjakarta the major of homeless are family with or no children. We can see them living in the street, sleeping in public places, some of them make a shelter under the river’s bridge, and the others living in the shelter provided by the government. Usually they come from the rural area with lower education. Most of the homeless people are unemployment or person who has a job with lower income. Their job generally are pedicab driver, garbage collector, street singer and sometimes a blue collar worker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. The Causes Of Homeless People&lt;br /&gt;In the U.S, the main factors which largely responsible for the rise in homelessness over the past 15-20 years according to the survey published by National Coalition for The Homeless on June, 1999 are a growing shortage of affordable rental housing and a simultaneous increase in poverty. Homelessness and poverty are inextricably linked. Poor people are frequently unable to pay for housing, food, child care, health care, and education. Difficult choices must be made when limited resources cover only some of these necessities. Often it is housing, which absorbs a high proportion of income, that must be dropped. Being poor means being illness, an accident, or a paycheck away from living on the streets. Two factors help account for increasing poverty : eroding employment opportunities for large segments of the workforce, and the declining value and availability of public assistance. Moreover, a lack of affordable housing and the limited scale of housing assistance programs have contributed to the current housing crisis and to homelessness.&lt;br /&gt;Particularly within the context of the poverty and the lack of affordable housing, certain additional factors may push people into homelessness. Other major factor which can contribute to homelessness are   Lack of Affordable Health Care, for families and individuals struggling to pay the rent, a serious illness or disability can start a downward spiral into homelessness, beginning with a lost job, depletion of savings to pay for care, and eventual eviction. Domestic Violence, battered women who live in poverty are often forced to choose between abusive relationships and homelessness. Mental Illness, approximately 20-25% of the single adult homeless population in U.S suffer from some form of severe and persistent mental illness (Koegel et al, 1996).&lt;br /&gt;In Indonesia especially in Jogjakarta the causes is almost the same, but the situation become more complicated. As we already know that homeless people in Jogja usually does not have a job with good salary, so it is like an impossible thing for them although just to rent a house for a moment. The other factor is the price to built a house is increasing every year because of economic crises in Indonesia that also influence condition in Jogja, this condition become worse since the developer always make houses for the middle and upper class to give them a lot of profit. The price of the house can not be reached by the lower class. Sometimes it also related to the basic mental  from the homeless people. Some people feel hopeless with their condition and just resign for their fate.&lt;br /&gt;In other words, I can conclude that the causes for homeless people in Jogjakarta especially supported by the social construction in the society. People in the lower class can not try to change and improve their life because there is no way for them to exist. They are placed in the difficult condition and sometimes they become victims because of the development done by the government that factually have side effect to make wider range for poor and rich people. Unfortunately the hsomeless people sometimes become an objects for some institutions to get something from another institutions like funding, publicity, and other things by making some issues among them. It makes the condition becomes more terrible.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Why Should The Situation Change&lt;br /&gt;I think both Indonesian and American cultures have same perspective about homelessness and poverty. Homeless people are also citizen and they have the same rights with other citizens to live as normal person who have houses for their family. Moreover, they are also human being and I think it is our duty to work together hand in hand helping them to improve their life. Homelessness and poverty are also our problems and we need to get some effective solutions for ending the bad reality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now the big question for us is what are the effective solutions to help the homeless (especially in Jogjakarta)?&lt;br /&gt;The National Coalition for Homeless in America explains some solutions to help homeless people in U.S. According to them Permanent solutions to homelessness must address its fundamental cause; the inability to pay for housing. Permanent solutions to homelessness must address both the shortage of affordable housing and the inadequacy of income to meet basic needs. Permanent solutions must also address the additional need for treatment for people suffering from disabilities.&lt;br /&gt;From the explanation it can concluded that the solutions must :&lt;br /&gt;1. Ensure Affordable Housing. Provide subsidies to make existing housing affordable; create additional affordable housing through rehabilitation and where needed, new construction.&lt;br /&gt;2. Ensure Adequate Income. Ensure that working men and women earn enough to meet basic needs, including housing; ensure that those able to work have access to jobs and job training; ensure that those not able to work are provided assistance adequate to meet basic needs, including housing.&lt;br /&gt;3. Ensure Social Services. Ensure access to social services, including health care, child care, mental health care and substance abuse treatment.&lt;br /&gt;4. Prohibit Discrimination. Prohibit laws that discriminate against homeless people, including laws that specifically target them or activities they must engage in because they are homeless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permanent solutions must also prevent people from becoming homeless. New policies that address the underlying structural causes of homelessness—by addressing housing, income, and treatment problems—must coincide with specific prevention policies to stem the rising tide of homelessness.&lt;br /&gt;In U.S, increasingly, homelessness affects not only the very poor, but also working and middle class Americans (U.S Bureau of the Census. Poverty in the United States : 1997). Middle class families are increasingly unable to afford to buy, or even rent, their own homes. Middle class workers are now facing rising unemployment, coupled with declining assistance from “safety net” programs.&lt;br /&gt;I believe that permanent solutions to homelessness reintegrate homeless people into society and foster self-empowerment. Policies that produce affordable housing by employing homeless people are among the necessary policies that strengthen the economy while also helping to end homelessness.&lt;br /&gt;From the survey of U.S Bureau of the Census, pools consistently reveal that the majority of the American Public supports aid to the homeless. According to the pools, the majority of the public understands the underlying causes of homelessness, and 81 % would pay additional taxes to fund increase aid.&lt;br /&gt;In the U.S there so many Non Government Organizations that build shelters or houses for the homeless people. Their action is supporting by the government. The U.S Government provide many laws to help the homeless people get their right, besides that  the government also provide funding to built some houses and shelters for the homeless people. There is a synergy between government, religious institutions (like church), and the society to work together help each other making solutions for the homeless.&lt;br /&gt;Maybe it is rather different in Indonesia and also in Jogjakarta. The solutions that applied by the Government to solve the problem of homelessness is not built a house for them but the government evacuates the homeless people in Java to other islands like Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, or Irian Jaya. (the program called transmigrasi). The fact that Indonesian’s government seems to give few attentions to the homeless people make the problem become difficult to be solved. Moreover the developers still ignore the homeless. They still build houses for middle and upper class.&lt;br /&gt;Now, we will focus on homeless people in Jogjakarta. First of all we have to recover their mentality from the hopeless person into optimistic person to facing their future, because it is important for them to have good and strong mentality if they want to change and improve their life.&lt;br /&gt;Considering the condition of the homeless, I think they need some skills to survive. Because most of them come from lower education background, they just have the opportunity to work in informal sectors that generally doesn’t need graduation certification. But they need to have enough skills and experiences. Therefore, we have to give them some courses, and we can cooperate with some institutions who capable for giving that.&lt;br /&gt;Fortunately, in jogjakarta there are also some Non Government Organizations who care about the homelessness. One of the NGO like Habitat For Humanity built simple house to live for the homeless people. They can buy the house in credit without interests. Some students and members of the community work together to build the house in order to reduce the price, so people in lower class can reach it. Habitat For Humanity in Jogjakarta is the affiliate of Habitat For Humanity International whose headquarter is in U.S.&lt;br /&gt;One thing that we also have to do is making our economic foundation become stronger, because homeless people very close to the poverty and it is related to the economic condition of the nation.&lt;br /&gt;And the last, we have to renew our social construction to prevent discrimination for the poor and homeless people. In our national constitution, it is said that every citizens has the same right in working and the right to live as normal people. Based on the statement it is our duty to help each other improving our life.&lt;br /&gt;In conclusion, I want to say that evacuating the homeless people into the new area sometimes is not the best conclusion for them.  I think the best conclusion for the homeless people must address both the shortage of affordable housing and the inadequacy of income to meet basic needs. It is also important to reintegrate homeless people into society and empower the homeless people to face their future. Since we have the solutions, there must be no discrimination among people.&lt;br /&gt;From the essay, I think that it is clear for us at this time that homelessness is one of the biggest problems in the world, which also related to poverty. We have to do something for the homeless because it is our duty as human being to help each other in order to make the world become a better place to live.&lt;br /&gt;No Shacks anymore!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sources&lt;br /&gt; Koegel, Paul et al. “The Causes of Homelessness” in Homelessness in America, 1996, Oryx Press.&lt;br /&gt; Fuller, Millard et al. “More Than Houses”, 1999, Word Publishing, Nashville, Tennese.&lt;br /&gt; Fuller, Millard et al. “The Theology of The Hammer”, 1994, Smyth &amp; Helwys Publishing, Inc. Macon, Georgia.&lt;br /&gt; Smith, Hedrick et al. “Rethinking America”, 1996, Avon Books, New York.&lt;br /&gt; Fuller, Milard et al. “A Simple, Decent Place To Live”, 1995, Habitat For Humanity, International, Inc.&lt;br /&gt; Wright, James D.  “Evaluation Review”, 1992, Sage Publications, 2455 Teller Rd, California.&lt;br /&gt; National Coalition for The Homeless. “Homelessness in America : Unabated and Increasing”, 1997, Washington, DC. E-mail : nrc@prainc.com&lt;br /&gt; U.S. Bureau of the Census. “Poverty in the United States: 1997”, http://www.census.gov/hhes/www/poverty.html&lt;br /&gt; Institute of Medicine. “Homelessness, Health, and Human Needs”, 1998, National Academy Press, Washington, DC.&lt;br /&gt; Burt, Martha, and Barbara Cohen. “America’s Homeless: Number, Characteristics, and Programs that serve them”, 1989, The Urban Institute, Washington, DC.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-7623587278295560478?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/7623587278295560478/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=7623587278295560478' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/7623587278295560478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/7623587278295560478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/homeless-people-in-jogjakarta-how-to.html' title='Homeless People (In Jogjakarta) How To End The Reality Of Poverty'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-8218489162680532537</id><published>2009-11-12T20:53:00.001+07:00</published><updated>2009-11-16T22:08:01.130+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritual'/><title type='text'>1 Korintus 3:1-19</title><content type='html'>Ada dua point yang bisa dikembangkan dari bacaan ini:&lt;br /&gt;1. Tentang iri hati dan perselisihan karena masing-masing pihak merasa dirinya berbeda dengan yang lain&lt;br /&gt;2. Tentang tubuh kita sebagai bait Allah dan bagaimana harus menyikapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua thema di atas dapat dikembangkan bersama dalam sebuah renungan, tetapi salah satu hal yang harus diingat adalah untuk siapa renungan ini dibuat. Ketika kita menyiapkan renungan ini untuk remaja atau kaum muda, maka sebaiknya tidak terlalu banyak teori dan pelajaran tetapi lebih pada hal praktis yang menyentuh kehidupan kita sehari-hari.&lt;br /&gt;Perselisihan dan iri hati merupakan dua hal yang sering kita temui dalam kehidupan bersama kita, baik di dalam keluarga maupun di dalam lingkungan kehidupan kita bersama teman dan sesama. Iri hati yang sangat sering muncul ketika melihat orang lain mampu melakukan atau memeperoleh sesuatu sedangkan kita tidak, padahal yang mereka mampu capai atau yang mereka peroleh itu sesuatu yang juga sangat kita inginkan merupakan salah satu hal yang dapat menyebabkan iri hati. Kadang kekayaan, kebahagiaan, prestasi, dan pergaulan orang lain merupakan factor-faktor lain yang merupakan penyebab umum timbulnya iri hati di kalangan orang muda.&lt;br /&gt;Perselisihan muncul apabila ada sesuatu hal yang kita pertentangkan dengan pihak lain, masing-masing pihak merasa paling benar dan tidak mau mengalah, merasa lebih dari pihak yang lain, tidak mau saling bertoleransi dan mencari penyelesaian terbaik bagi semuanya merupan factor-faktor yang pemicu timbulnya perselisihan. Apalagi di kalangan orang muda yang masih penuh dengan idealisme dan keakuan yang begitu besar. Keinginan untuk membuktikan eksistensi diri membuat mereka begitu mudah untuk terlibat dalam perselisihan dengan orang lain.&lt;br /&gt;Perselisihan yang diakibatkan oleh rasa iri hati akan membawa dampak yang lebih buruk lagi dalam sebuah relasi atau hidup bersama dalam suatu komunitas. Terkadang, bangunan persahabatan yang dibangun selama beberapa tahun begitu mudah dihancurkan kurang dalam waktu sehari hanya karena perselisihan yang muncul dari rasa iri hati kepada teman kita.&lt;br /&gt;Rasul Paulus mengajarkan dengan sederhana untuk menghindari perselisihan. Allah menghendaki dan bekerja secara istimewa pada masing-masing dari kita. Dia memberikan talenta yang berlainan kepada kita, karena Dia akan menggunakan kita secara istimewa sesuai dengan keunikan yang kita miliki untuk memuliakan Allah dan berbuat sesuatu bagi sesama. Belajarlah dari jari-jari tanganmu, masing-masing jari berbeda dari yang lain: ada yang paling besar, ada yang paling panjang, ada yang paling kecil, ada jari manis, ada jari telunjuk, tapi jari-jari itu baru akan bisa digunakan dengan optimal oleh yang empunya tangan, jika tersedia lengkap semua jari itu karena mereka akan saling melengkapi satu dengan yang lain. Ada cerita tentang dua buah ember yang dimiliki oleh seorang petani. Satu ember sudah tua dan ada lubang-lubang kecil di dasarnya sehingga air akan selalu keluar menetes dari lubang itu. Ember yang lain masih kuat dan baru, mampu menampung banyak air tanpa ada yang terbuang. Setiap hari petani itu menggunakan kedua embernya untuk mengangkut air dari sungai di ujung desa sampai ke rumahnya. Ember tua yang berlubang merasa berdosa kepada tuannya karena sering sekali air yang dibawa berkurang sampai setengahnya karena habis di perjalanan. Katanya:”Tuan, aku tidak berguna lagi untukmu, dengan tangan manapun engkau membawaku, aku akan selalu meneteskan air, sehingga yang kau dapat akan berkurang. Lebih baik kau buang saja aku dan kau gantikan dengan ember yang baru”  jawab petani itu dengan bijaksana”Mungkin kau memang membuat air yang kudapat berkurang, tetapi tak apa…tidakkah kau lihat bahwa di sepanjang jalan dari sungai ujung desa itu samapi ke halaman rumah kita, kanan kiri jalannya penuh dengan tanaman yang indah. Setiap hari ketika membawa air dari sungai, dengan lubang yang ada di dasarmu, engkau telah meneteskan air dan menyirami tanaman itu. Ini berlangsung selama berbulan-bulan sampai tahunan, dan kini kau bisa lihat hasilnya. Jalan itu menjadi indah dipandang…”&lt;br /&gt;Terkadang kita lupa untuk mensyukuri anugerah yang kita miliki karena terlalu sering melihat pada orang lain. Ada baiknya berhenti sejenak untuk berkaca dan melihat ke dalam, mensyukuri anugerah yang Tuhan berikan secara istimewa kepada kita. Selalu ada maksud ketika Tuhan menjadikan kita dengan keadaan kita sekarang.&lt;br /&gt;Rasul paulus menyatakan bahwa tubuh kita adalah Bait Allah, Roh Allah sendiri tinggal di dalam setiap dari kita. Tak perduli seperti apa kita, dari keluarga mana kita berasal, kaya atau miskin, bodoh atau pandai, jelek atau cakep tetapi roh Tuhan Allah sendiri mau untuk tinggal di dalam kita dan menguduskan kita. Oleh karena itu syukurilah setiap apa yang ada pada dirimu, kondisimu sekarang.berhentilah untuk iri hati dan memikirkan kelebihan orang lain, tetapi galilah lebih dalam talenta yang ada padamu dan apa yang mampu kau lakukan untuk sesamamu. Masih banyak orang lain yang lebih menderita dari pada kita, yang tidak seberuntung kita mampu mengenyam pendidikan seperti kita. Beryhentilah iri hati dan berselisih karena perbedaan yang ada, tetapi bekerja samalah dengan sesamamu untuk melakukan hal-hal benar bagi sesamamu yang membutuhkan. Dengan begitu Engkau bersyukur dan memuliakan Tuhanmu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Batam, March 10, 2004:22.42&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-8218489162680532537?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/8218489162680532537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=8218489162680532537' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/8218489162680532537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/8218489162680532537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/1-korintus-31-19.html' title='1 Korintus 3:1-19'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-1107354529346069728</id><published>2009-11-12T20:46:00.000+07:00</published><updated>2009-11-16T22:11:53.866+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>Kuesioner Yayasan Griya Asih</title><content type='html'>A.&lt;br /&gt;1. Tokoh yang aku kagumi:&lt;br /&gt;__________________________________________________________________________________&lt;br /&gt;2. Bila sudah besar aku ingin bekerja menjadi:&lt;br /&gt;__________________________________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.&lt;br /&gt;3. Kegiatan yang aku sukai atau sering aku lakukan di waktu luangku (boleh lebih dari satu):&lt;br /&gt;__________________________________________________________________________________&lt;br /&gt;__________________________________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Buku-buku yang aku sukai atau sering aku baca (boleh lebih dari satu):&lt;br /&gt;__________________________________________________________________________________&lt;br /&gt;__________________________________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Olah raga yang aku sukai atau sering aku lakukan (boleh lebih dari satu):&lt;br /&gt;__________________________________________________________________________________&lt;br /&gt;__________________________________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Aku lebih suka (urutkan dari yang paling disukai):       &lt;br /&gt;a.  Menggambar ___________&lt;br /&gt;b. Menulis  ___________&lt;br /&gt;c. Membaca   ___________&lt;br /&gt;d. Berhitung                ___________&lt;br /&gt; e. Bernyanyi                       ___________&lt;br /&gt;f. OlahRaga  ___________&lt;br /&gt;g. Komputer  ___________&lt;br /&gt;h. Lainnya (sebutkan) ___________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Aku ingin belajar lebih banyak lagi tentang (boleh lebih dari satu):&lt;br /&gt;__________________________________________________________________________________&lt;br /&gt;__________________________________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.&lt;br /&gt;8. Kegiatan di Griya Asih yang paling aku sukai&lt;br /&gt;__________________________________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kegiatan yang aku ingin diadakan di Griya Asih&lt;br /&gt;__________________________________________________________________________________&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-1107354529346069728?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/1107354529346069728/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=1107354529346069728' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/1107354529346069728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/1107354529346069728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/kuesioner-yayasan-griya-asih.html' title='Kuesioner Yayasan Griya Asih'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-8736574917642802064</id><published>2009-11-12T20:40:00.000+07:00</published><updated>2009-11-16T22:11:06.787+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Technology'/><title type='text'>STUDI MODE AKSES MULTICARRIER-CDMA SEBAGAI TEKNIK PENGGABUNGAN  TEKNOLOGI OFDM DAN CDMA PADA SISTEM KOMUNIKASI BERGERAK GENERASI KETIGA</title><content type='html'>Author&lt;br /&gt;St. Wisnu Kumara Jati&lt;br /&gt;Jurusan Teknik Elektro&lt;br /&gt;Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada&lt;br /&gt;Yogyakarta&lt;br /&gt;Co – Author&lt;br /&gt;Dr. Ir. Th. Sri Widodo, Dipl. Ing.   Sri Suning K., S.T., M.T.&lt;br /&gt;      Jurusan Teknik Elektro     Jurusan Teknik Elektro&lt;br /&gt;      Fakultas Teknik UGM      Fakultas Teknik UGM&lt;br /&gt;             Yogyakarta      Yogyakarta&lt;br /&gt;Abstract&lt;br /&gt;Combining multicarrier (OFDM) and CDMA technologies is attractive for future wireless communication. It is anticipated a good approach to the 3rd generation mobile communication system where users will get access to an array of voice, data, and video communication services anywhere in the world at any time. One of the combinations called Multicarrier-CDMA seems to be the best model for next-generation wireless communication as it can improve performance over frequency-selective fading and inter-symbol interference.&lt;br /&gt;Penggabungan banyak pembawa (OFDM) dengan teknologi CDMA merupakan hal yang menarik untuk komunikasi nir-kabel masa depan. &lt;br /&gt;Ini merupakan langkah antisipasi dalam rangka pendekatan yang bagus untuk sistem komunikasi bergerak generasi ketiga dimana para pengguna dapat mengakses pelayanan suara, data, dan komunikasi video dimanapun di dunia ini setiap saat. Salah satu bentuk penggabungan yang disebut Multicarrier-CDMA kemungkinan akan menjadi model terbaik untuk sistem komunikasi nirkabel masa depan, karena kemampuannya meningkatkan unjuk kerja mengatasi pudaran frekuensi selektif dan interferensi antar simbol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pendahuluan&lt;br /&gt;Perkembangan telekomunikasi yang semakin pesat dewasa ini ditandai dengan adanya pertumbuhan yang kontinyu dan volume trafik serta pelayanan yang baru mulai mengubah struktur jaringan nirkabel. Komunikasi bergerak masa depan bercirikan unjuk kerja yang tinggi, integration of services, dan fleksibilitas. Hal ini juga ditandai dengan kebutuhan pada jaringan komunikasi yang sangat besar, misalnya video conference, internet, jaringan data, dan multimedia. Kebutuhan yang meningkat semakin tinggi menyebabkan spektrum frekuensi radio yang terbatas menjadi penuh dan tidak memadai lagi.&lt;br /&gt;Salah satu usaha mengantisipasi masalah kebutuhan spektrum tersebut adalah menggunakan teknik spread spectrum (spektrum tersebar) dengan menempatkan banyak pengguna dalam suatu spektrum frekuensi tertentu. Teknik ini menggunakan lebar bidang frekuensi transmisi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan bidang frekuensi isyarat informasi asli (biasanya 102-106 kali). Walaupun kelihatannya teknik ini bertentangan dengan usaha untuk memperkecil penggunaan spektrum, namun penggunaan modulasi tersandi pada teknik spektrum tersebar dapat memberikan tambahan kemampuan pada sistem, di antaranya memperkecil interferensi, anti jamming (daya tahan terhadap isyarat gangguan), serta mampu melakukan akses jamak dengan menggunakan bidang frekuensi yang sama tanpa mengurangi unjuk kerja sistem. &lt;br /&gt;Beberapa teknik sudah dipertimbangkan untuk digunakan pada generasi sistem telepon digital dengan tujuan meningkatkan kapasitas sel yang digunakan, kekebalan lintasan jamak, dan fleksibilitas. Teknik yang disebutkan di atas adalah Code Division Multiple Access (CDMA) dan Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM). Kedua teknik ini dapat dipakai juga pada sistem telepon tetap nirkabel di wilayah kota maupun desa.&lt;br /&gt;Penggunaan spektrum, radio resource, dan multimedia services pada Bit Error Rate (BER) untuk komunikasi multimedia nirkabel, lebih mempertimbangkan Multicarrier-CDMA atau OFDM-CDMA sebagai suatu teknologi yang efektif. Dengan adanya keunggulan pada masing-masing mode akses baik OFDM maupun CDMA maka dapat dilakukan suatu teknik penggabungan antara keduanya.&lt;br /&gt; Salah satu teknik penggabungan yang efektif adalah Multi Carrier (MC)-CDMA. Dengan adanya penggabungan ini diharapkan hal-hal yang dibutuhkan pada sistem komunikasi bergerak generasi ketiga atau lebih dikenal dengan nama International MobileTelecommunication 2000 (IMT-2000) dapat terpenuhi dan lebih diakui secara global sebagai suatu bentuk mode akses efektif pada sistem komunikasi seluler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Dasar Teori&lt;br /&gt;CDMA atau juga dikenal sebagai teknik akses-jamak pembagian sandi merupakan perkembangan dari spektrum tersebar direct sequence (runtun langsung, DS). DS adalah salah satu teknik utama yang digunakan dalam komunikasi spektrum tersebar. CDMA adalah suatu metode akses jamak dengan sejumlah pengguna menempati bidang frekuensi yang sama pada saat bersamaan. Akan tetapi, setiap pengguna mempunyai kode sandi tersendiri yang saling berbeda dan menunjukkan alamat pengguna tersebut. Alasan utama penggunaan teknik CDMA adalah sistem ini dapat menjamin kerahasiaan informasi, seperti telah teruji pada saat digunakan pertama kali oleh kalangan militer Amerika Serikat pada awal 1980-an, dan pada akhirnya dikembangkan untuk keperluan komersial seperti pada sistem komunikasi bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;data masuk        data keluar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konfigurasi sederhana sistem CDMA&lt;br /&gt;OFDM digunakan pada beberapa sistem radio broadcast, termasuk pada sistem High Definition Digital Television (HDTV) dan Digital Audio Broadcasting (DAB). OFDM memungkinkan banyak pengguna untuk menggunakan sinyal melalui bidang yang sudah dialokasikan, yaitu dengan membagi-bagi lebar bidang yang tersedia menjadi beberapa pembawa. Setiap pengguna dialokasikan ke beberapa pembawa sebagai tempat data akan dikirim.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                      output&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;data masukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pemancar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari pemancar              ke penerima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kanal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinyal masuk                                                                                                                                                                         keluaran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penerima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skema lengkap sistem OFDM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengiriman sinyal dilakukan dengan jalan pembawa dibuat orthogonal (tegak lurus) antara satu pengguna dan pengguna yang lain, kemudian dijadikan paket menggunakan teknik Frequency Division Multiplexing (FDM). Hal ini mempermudah OFDM menghasilkan efisiensi spektral yang tinggi, selain memiliki kemampuan untuk mentransmisikan data berkecepatan tinggi pada komunikasi bergerak dengan skema modulasi multicarrier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Metodologi Penelitian&lt;br /&gt;Penulisan tugas akhir ini dilakukan melalui studi literatur berdasarkan makalah-makalah, jurnal, majalah, serta buku-buku yang berhubungan dengan teknologi OFDM, CDMA, dan sistem komunikasi bergerak khususnya komunikasi bergerak generasi ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Hasil Implementasi dan Pembahasan&lt;br /&gt;Pada skema MC-CDMA diasumsikan bahwa jumlah pembawa dan penguatan proses semua sama. Dan kenyataannya jika laju simbol original cukup tinggi untuk menjadi subyek pada pudaran frekuensi selektif, sinyal  pertama kali diubah dari seri ke paralel sebelum penyebaran melalui kawasan frekuensi. Hal ini dikarenakan sangat kritis pada transmisi multicarrier untuk mempunyai pudaran frekuensi nonselektif melalui masing-masing sub-carrier.&lt;br /&gt;MC-CDMA lebih banyak digunakan ketika semua sub-carrier dimodulasi secara koheren karena penyebaran pada kawasan frekuensi membutuhkan carrier yang reliable dan phase recovery.  &lt;br /&gt;Keunggulan dari teknik MC-CDMA ini ketika diterapkan dalam komunikasi bergerak adalah BER yang sangat rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;     bK,1(t)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              ck1  cos(2fj,1t)&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;              &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran data bK(t)           keluaran &lt;br /&gt;     bK,j(t)&lt;br /&gt;         T &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;                                                  T=JT’&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             cKM    cos(2fj,Mt)&lt;br /&gt;                                                 &lt;br /&gt;          bK,J(t)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemancar MC-CDMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Cos  (2 f1t)        C1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Cos  (2 f2t)         C2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinyal yang                 keluaran&lt;br /&gt;diterima          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Cos  (2 fNt)       CN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerima MC-CDMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa keuntungan aplikasi MC-CDMA ketika diterapkan dalam komunikasi bergerak dijelaskan sebagai berikut.&lt;br /&gt; MC-CDMA dapat dipancarkan pada multi-path channel dengan distorsi yang kecil.&lt;br /&gt; Penggunaan Pengolah sinyal digital yang modern menyebabkan MC-CDMA menarik dan mudah untuk diterapkan.&lt;br /&gt; Memiliki kemampuan untuk menolak interferensi pada bidang sempit.&lt;br /&gt; Dengan adanya ekualisasi pada kawasan frekuensi, maka sinyal MC-CDMA dapat dideteksi meskipun menggunakan struktur jaringan penerima yang sederhana.&lt;br /&gt; Kemampuan untuk menghilangkan Inter Chip Interference (ICI) yang diakibatkan oleh efek Doppler pada masing-masing pembawa.&lt;br /&gt; Pemilihan faktor penyebaran pada masing-masing sub-carrier menyebabkan MC-CDMA dapat mencapai diversitas frekuensi.&lt;br /&gt; Panjang durasi yang lebih besar jika dibandingkan dengan penyebaran tunda menyebabkan sinyal MC-CDMA tidak rentan terhadap tunda penyebaran maupun Inter Symbol Interference (ISI).&lt;br /&gt; Karena tepi sinyal pada kawasan frekuensi dibentuk dari fungsi sinus bidang sempit, maka pengurangan pada tepi spektrum sinyal MC-CDMA menjadi sangat tajam. Sebagai akibatnya kebocoran spektrum pada bidang frekuensi yang berdekatan menjadi kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Kesimpulan&lt;br /&gt;Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) adalah sebuah teknik transmisi dengan membagi bidang frekuensi yang tersedia menjadi beberapa kanal pembawa yang saling tegak lurus.&lt;br /&gt; Sebagai sebuah teknik transmisi multicarrier, OFDM memiliki beberapa kelebihan antara lain efisien dalam pemakaian frekuensi, tahan terhadap  frequency selective fading, dan tidak sensitif terhadap sinyal tunda, serta kemampuannya untuk mentransmisikan data dengan kecepatan tinggi.&lt;br /&gt; Code Division Multiple Access (Akses jamak pembagian sandi, CDMA) adalah teknik akses jamak pada spektrum tersebar. Teknik akses CDMA memisahkan pengguna yang satu dengan yang lain melalui suatu bentuk sandi unik secara simultan, pada bidang frekuensi lebar pada waktu yang bersamaan. &lt;br /&gt; Keunggulan dari sistem CDMA dibandingkan dengan pendahulunya (FDMA dan TDMA) adalah daya tahannya pada lingkungan dengan pudaran lintasan jamak tinggi, kemampuan untuk mentransmisikan sinyal informasi dengan daya yang kecil, kemampuan untuk mengurangi interferensi antar sel pada jaringan seluler dan memperbaiki alih tangan dengan kendali daya, kemampuan untuk bergabung dengan transmisi bidang sempit, kemampuan untuk meningkatkan kapasitas, serta privasinya yang tinggi untuk terhindar dari penyadapan ataupun jamming karena menggunakan sandi yang panjang dan acak mirip derau dan memakai spektrum frekuensi yang sangat lebar.&lt;br /&gt; Dengan banyaknya keunggulan dari dua teknologi di atas, maka kombinasi teknologi multicarrier (OFDM) dan CDMA dianggap sebagai suatu teknik yang menjanjikan untuk memenuhi segala aspek kebutuhan yang diperlukan pada lingkungan komunikasi bergerak masa depan, dengan adanya berbagai multistandar dan multisistem.&lt;br /&gt; Ada tiga jenis penggabungan OFDM dan CDMA yaitu Multitone-CDMA, Multicarrier-Direct Sequence-CDMA, dan Multicarrier CDMA yang memiliki BER sangat rendah.&lt;br /&gt; Berbagai keuntungan dan keunggulan didapatkan dari teknik penggabungan ini, laju symbol pada masing-masing sub-carrier dapat direndahkan sehingga didapatkan durasi simbol yang lebih panjang dan memudahkan pada transmisi asinkron. Sinyal gabungan OFDM dan CDMA dapat diterima dengan mengunakan Fast Fourier Transform tanpa adanya kompleksitas tambahan pada pemancar dan penerima. Keuntungan yang lain adalah efisiensi yang tinggi dengan adanya jarak antar sub-carrier yang saling overlap tanpa timbul interferensi.&lt;br /&gt; Pada sisi lain OFDM yang dikombinasikan dengan CDMA dapat menghasilkan pemisahan sumber radio yang lebih bagus pada kawasan waktu, frekuensi, dan kode. Hal ini mengakibatkan sistem memungkinkan pengalokasian sumber radio yang tersedia lebih efektif, sehingga dapat menampung lebih banyak pengguna.&lt;br /&gt; Multicarrier-CDMA (MC-CDMA) merupakan teknik gabungan yang berdasarkan penyebaran pada kawasan frekuensi. Pada skema MC-CDMA diasumsikan bahwa jumlah pembawa dan penguatan proses semua sama. Dan kenyataannya jika laju simbol original cukup tinggi untuk menjadi subjek pada pudaran frekuensi selektif, sinyal pertama kali diubah dari seri ke paralel sebelum penyebaran melalui kawasan frekuensi.&lt;br /&gt; Pada penerima MC-CDMA sinyal yang diterima dikombinasikan pada kawasan frekuensi. Oleh karena itu penerima selalu dapat mempergunakan semua energi sinyal hamburan yang diterima pada kawasan frekuensi. Kenyataan ini adalah keuntungan utama dari skema MC-CDMA di atas skema yang lain, karena penggunaan MC-CDMA dapat menghemat spektrum kawasan frekuensi selain mempunyai nilai Bit Error Rate yang sangat rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Flood, J.E., 1995, Telecommunications Switching, Traffic and Networks,  Prentice Hall Europe, Hertfordshire.&lt;br /&gt;Rappaport, T.S., 1996, Wireless Communications, IEEE, Inc, New York.&lt;br /&gt;Schilling, D.L., Taub, H., 1986, Principles of Communication Systems, McGraw-Hill, Singapore.&lt;br /&gt;Viswanathan, T., 1992, Telecommunication Switching Systems and Networks, Prentice-Hall of India, New Delhi.&lt;br /&gt;Winch, R.G., 1993, Telecommunication Transmission Systems, McGraw-Hill, Inc., Singapore.&lt;br /&gt;Chen, K.C., Wu, S.T., November 1999, A Programmable Architecture for OFDM-CDMA, IEEE Communication Magazine, p. 76-82.&lt;br /&gt;Fitzek, F.H.P., Morich, R., Wolisz, October 2000, A., Comparison of Multi-Code Link-Layer Transmission Strategies in 3G Wireless CDMA, IEEE Communication Magazine, p. 58-64.&lt;br /&gt;Hara, S., Prasad, R., December 1997, Overview of Multicarrier CDMA, IEEE Communication Magazine, p. 126-133.&lt;br /&gt;Hasan, D., 2001, Materi Kuliah Umum Global System for Mobile-Communication, Training Section Admin Cellular Division PT. Satelindo, Jakarta.&lt;br /&gt;Jarot, S.P.W., 2001, Teknologi OFDM pada Komunikasi Wireless, Department of Information and Computer Science Keio University, Japan.&lt;br /&gt;Jati, B.P., September 2000, CDMA pada Sistem telepon Seluler, Jurnal Transistor Edisi Vol. 1 No.3, hal. 101-104.&lt;br /&gt;MacNaughton, J., June 2000, 3G Patent Platform for Third Generation Mobile Communication Systems : Definition, Function, Structure, Governance, UMTS IP Association Doc. 99/77.&lt;br /&gt;Multi Carrier Code division Multiple Access, March 2002, Copyright Hughes Software Systems India.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-8736574917642802064?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/8736574917642802064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=8736574917642802064' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/8736574917642802064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/8736574917642802064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/studi-mode-akses-multicarrier-cdma.html' title='STUDI MODE AKSES MULTICARRIER-CDMA SEBAGAI TEKNIK PENGGABUNGAN  TEKNOLOGI OFDM DAN CDMA PADA SISTEM KOMUNIKASI BERGERAK GENERASI KETIGA'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-4273691101015868221</id><published>2009-11-12T20:31:00.000+07:00</published><updated>2009-11-16T22:10:46.429+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Tuhan, aku dan sesamaku - catatan tahun 2000</title><content type='html'>Deringan jam weker membangunkan aku dari mimpi indah tidur malamku. Hoahm...&lt;br /&gt;kulirik jarum jam di sampingku, sudah pukul setengah tujuh, saat aku memulai aktivitas dan kegiatan keseharianku, mulai dari kuliah, praktikum, dan mengerjakan tugas-tugas yang lain.&lt;br /&gt;Sejenak aku duduk termangu, merenungkan apa yang telah kujalani selama ini. Kubayangkan saat pertama kali aku diterima di universitas ini, universitas yang terkenal dan telah banyak meluluskan para sarjana terkenal. Kuikuti semua kegiatan dan proses-proses yang lain untuk beradaptasi dari seorang siswa menjadi seorang mahasiswa.&lt;br /&gt;Anganku terus melayang kembali ke masa studiku dalam waktu satu tahun ini, ketika aku harus mengikuti kuliah-kuliah yang berjibun, ditambah dengan praktikum yang beraneka ragam. Aku ikuti semua itu dengan ambisi yang ada bahwa aku harus memperoleh nilai yang baik, apalagi ayah dan ibuku adalah orang-orang yang menempatkan prestasi dan pendidikan di atas segalanya. Waktuku terus kugunakan untuk belajar dan belajar, sehingga tanpa terasa aku menjadi orang yang tidak peduli dengan orang-orang dan keadaan di sekitarku, masa bodoh dengan mereka, yang penting aku harus bisa lulus cepat dengan nilai baik dan memberikan kebanggaan bagi keluargaku.&lt;br /&gt;Tanpa terasa mataku menatap untaian doa di dinding kamarku, doa itu diberikan oleh seorang teman beberapa waktu yang lalu&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; Others&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lord, help me live from day to day&lt;br /&gt;In such a self-forgetful way&lt;br /&gt;That even when I kneel to pray&lt;br /&gt;My prayer shall be for “others”&lt;br /&gt; Help me in all the work I do&lt;br /&gt; To ever be sincere and true&lt;br /&gt; And know, that all I do for You&lt;br /&gt; must needs be done for “others”&lt;br /&gt;And when my work on earth is done&lt;br /&gt;And my new work in Heaven’s begun&lt;br /&gt;May I forget the crown I’ve won&lt;br /&gt;while thinking still of “others”&lt;br /&gt; “Others” Lord, yes, “others”&lt;br /&gt; Let this my motto be&lt;br /&gt; Help me to live for “others”&lt;br /&gt; That I my live for thee...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kubaca untaian doa itu kata demi kata, entah kenapa hatiku terusik, anganku melayang semakin jauh ke masa laluku, saat aku berjanji pada Tuhan, untuk menjadi pelayanNya dalam hidupku ini. Saat aku merencanakan mau menjadi orang seperti apa aku ini. Saat itu betapa ku ingin menjadi sosok Yesus kecil, yang perduli pada orang-orang di sekitarNya, yang mau menjadi penolong saat mereka membutuhkan Dia tanpa harus terkekang oleh semua keegoisan dan kepentingan diri.&lt;br /&gt;Air mataku mengalir tanpa terasa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-4273691101015868221?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/4273691101015868221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=4273691101015868221' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/4273691101015868221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/4273691101015868221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/tuhan-aku-dan-sesamaku-catatan-tahun.html' title='Tuhan, aku dan sesamaku - catatan tahun 2000'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-6887895405149056396</id><published>2009-11-12T20:23:00.001+07:00</published><updated>2009-11-16T22:11:53.867+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>Paskah di dunia yang lain…2001</title><content type='html'>Gemericik air sungai winongo, ditingkah suara jangkerik memecah kesunyian malam. Entah ini malam yang ke berapa aku berada di tempat ini..sudah berapa minggu, bulan, atau bahkan hampir tiga tahun aku menjalani hidup bersama orang-orang ini, masyarakat miskin perkotaan yang terpinggirkan oleh berbagai sistem peraturan karena ketidak mampuan untuk survive.&lt;br /&gt;Lamat-lamat terdengar di kejauhan suara Aga yang rebutan sepeda dengan Denok, suara Deni yang asyik bermain kejar-kejaran dengan Joko dan Dika…ah anak-anak itu entah mau jadi apa mereka besok…aku tidak yakin mereka akan mampu sekolah sampai ke tingkat universitas, SMA pun masih terlalu mustahil untuk mereka. Apakah kemiskinan harus menjadi warisan turun temurun dari orang tua pada anak-anaknya….&lt;br /&gt;Pikiranku melayang pada orang-orang ini, perjuangan hidup yang terus mereka lakukan untuk bertahan di roda kehidupan yang terus berputar. Pak Palal yang dengan gigih menegadahkan tangannya ngemis di perempatan kemudian malamnya bangun pukul 2 dini hari untuk mayeng mengais tumpukan sampah untuk biaya hidup dan sekolah anak-anaknya, sementara Bu Palal bekerja sebagai buruh cuci untuk tetangganya. Kadang aku kasihan dengan anak-anak mereka. Joko dan yanti sering diejek oleh teman-temannya “Bapakmu wis picak ngemis meneh”, Pak Palal memang buta sebelah matanya tetapi ia sayang sekali pada anak-anaknya. Untung Maryati anak tertua yang duduk di kelas enam SD bisa mengasuh adik-adiknya dengan baik. Aku senang dengan Mryati yang bisa mengerti keadaan orang tuanya tetapi tetap mempunyai harapan akan masa depan yang lebih baik “Mas, ada nggak ya beasiswa untuk aku pengin bisa sampai kuliah” oh seandainya saja kelak ada sarjana dari kawasan kumuh Pingit ini, pasti begitu membanggakan.&lt;br /&gt;Aku pernah mengajak Maryati ikut lomba mengarang di Syantikara, alhamdulilah dia meraih juara dua, sayang uang hasil menang tidak ditabung tapi dibelikan kalung oleh ibunya. Yach pikiran mereka memang lain. Tapi kemarin Maryati kalah waktu ikut lomba bercerita, karena dia merasa malu dan minder bila bergaul dengan anak-anak strata atas yang tentu saja lebih mewah dan bagus pakaiannya..apa mau dikata…..waktu yang akan melatih keberanian dia dengan memberi banyak pengalaman…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R&lt;br /&gt;asanya seperti dua dunia yang berbeda. Pertemuan dengan orang-orang Pingit dan ikut misa Paskah di Kotabaru. .Di Pingit aku ketemu dengan Pak Haryadi yang mereparasi sandal-sandal rusak dan setelah baik lalu malamnya dijual di trotoar Jl. Mangkubumi. Aku bertemu dengan bu Slamet yang jualan es teh dan gorengan di halaman rumah. Berapa sih pendapatannya sehari dengan jualan macam itu ? Paling sehari dapat Rp.2000. Aku juga bertemu dan omong-omong dengan mbah Nono yang jualan salak, dondong, gorengan di samping rumah gedhegnya si Botak. Paling-paling seluruh jualannya kalau dibeli semua seharga Rp.10.000. Atau, pertemuan-pertemuan lain dengan Pak Lan, Pak Palal, mbok Sainem, mbak Yah, Bu Giso, Yudi, Pak Gito. Aku hanya mendengarkan kisah hidup orang. Aku hanya melihat kerja keras dan ketekunan orang-orang itu mencari uang untuk hidup. Aku hanya melihat bagaimana mereka berelaksasi setelah seharian bekerja keras mayeng atau milihi kertas di lapak. Nonton TV, main kartu cina (tentu pake uang dong). Tidak ada suasana Paskah sama sekali ! Apa artinya pengalaman pertemuan dengan mereka itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang aku bingung dengan situasi mereka. Mungkin karena aku terjebak pada penyimpulan subyektif bahwa mereka itu menderita dan layak dibantu agar dapat mentas dari kemelaratan. Sedangkan kerangka kerja yang aku pikir dapat aku gunakan untuk membantu mereka rasanya tidak cukup. Menampung wong-wong kere itu di YSS ternyata tidak menyelesaikan masalah kemiskinan. Setelah mereka ditampung, berarti masalah perumahan bagi mereka terselesaikan, muncul masalah berikutnya.  Gaya hidup santai, mentalitas ngemis, rasa tidak memiliki rumah yang dihuni (tidak membersihkan rumah dan halaman, tidak memperbaiki bagian rumah yang rusak, tidak menabung, dll), padu, mencuri. Anjuran menabung juga tidak mudah dilaksanakan. Mereka itu tidak selalu pegang uang setiap harinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terokupasi oleh kisah-kisah perjuangan hidup yang kudengar, oleh tingkah-tingkah hidup yang mereka peragakan, oleh penyimpulan diriku sendiri, rasanya berat. Lalu, ketika aku masuk ke dalam liturgi Paskah, asing rasanya. Aku mencoba mengikuti dinamika rohani yang ada di dalamnya, ... yang kuperoleh sekedar mengingat-ingat saja makna masing-masing hari suci selama tiga hari itu. Sangatlah mendasar makna masing-masing hari itu, tetapi tusukannya tidak bisa menembus kehausanku untuk disentuh oleh Kristus. Aku mengalami kering. Mandeg di kepala. Ah, apalagi para pengunjung misa di Kotabaru adalah orang-orang dari kelompok menengah ke atas. Bersih, berpakaian mahal, tidak saling kenal. Rasanya aku berada di sebuah dunia yang sangat berbeda dengan Pingit.&lt;br /&gt;Inilah wajah kemiskinan yang kutemui. Inilah wajah ketakberdayaan. Rumahnya seperti itu. 3x4 m milik mbak Jan. 2x3 m milik Pak Palal. Pekerjaannya berkisar sekitar : tukang becak, mayeng, jualan makanan kecil-kecilan, lapak, jaga parkir, sopir angkutan umum, ngemis. Kontras dengan Gendut yang naik mobil Lancer dengan handphone yang selalu di tangan. Jauh berbeda dengan Putu yang kerangka berpikirnya soal uang selalu menyangkut angka 6 digit. Amat sangat berbeda dengan sepasang anak muda yang makan minum di Holland Bakerey kemarin siang : bermobil Honda Civic dengan ban dan pelek racing. Mengapa orang-orang Pingit miskin ? Jawabannya jelas. Pemerintah Indonesia (pegawai negeri, birokrat) terlalu banyak melakukan korupsi. Sistem pendidikan di Indonesia tidak membuat anak-anak muda Indonesia menjadi pandai dan kreatif tetapi justru mogol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebuah contoh lingkungan yang melanggengkan kekerasan, tidak dihargainya wanita sebagai pribadi manusia utuh, judi, omong kasar, mabuk, maling, lonthe. Wajah-wajah realitas hidup manusia yang bermasyarakat semacam itu rasanya sangat sulit diperbaiki karena orang-orang yang mestinya bertugas termasuk menjadi pelaku aktif. Kesulitan juga disebabkan karena kejujuran, kebertanggungjawaban, kepedulian pada orang lain ditertawakan dan tidak dijunjung tinggi. Tetapi toh ada sisi menariknya juga. Mereka kumpul rutin setiap malam Jumat Kliwon untuk membicarakan kebersamaan mereka. Masalah kebersihan. Iuran serkileran Rp.100 per malam. Uang yang terkumpul dipakai untuk membantu warga yang sakit dan mati, untuk memperbaiki cakruk ronda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertarik dengan keuletan mereka mempertahankan hidup, mencari uang, memanfaatkan barang-barang yang ala kadarnya. Aku jadi semakin tahu betapa besar arti uang dan rumah. Betapa ayemnya kalau dua hal itu sudah di tangan. Aku tertarik dengan ketekunan Pak Lan menabung sedikit demi sedikit sehingga akhirnya bisa membeli tanah dan rumah sendiri. Pak Gito juga melakukan hal yang sama. Satu hari satu potong gedheg seharga Rp.750 dan akhirnya rumah mlompong itu bisa tertutup semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aaahhh, aku tertarik pada Fitri. Anak kecil umur 4 tahun, cewek, rambut merah potong pendek, ndak bisa boso. “Umee !” begitu dia memanggilku. Dia makan donat yang disuguhkan orang tuanya untukku. Akan jadi apa anak ini nanti kalau sudah besar. Aku terpanggil untuk membantu orang tuanya menyiapkan Fitri memasuki masa depannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kebangkitan Kristus yang memberdayakan, memberi kekuatan hidup, me-tune-up mesin manusia yang sudah mati agar bisa digeber lagi mempunyai pengaruh pada orang-orang lapis bawah ini ? Bagaimana caranya agar mereka itu juga bisa mengalami disegarkan kembali oleh kebangkitan Kristus seperti halnya Maria Magdalena saat menjenguk kubur Yesus ? Yah ! Bukankah orang macam Pak Lan itu merupakan contoh sukses yang dapat dijadikan titik harapan di masa depan bagi orang-orang macam mas Yudi, Pak Sur ? Dulu Pak Lan mayeng dari satu bak sampah ke bak sampah yang lain, lalu menjual hasil mayengannya ke lapak. Sekarang dia yang jadi lapak dan membeli hasil masyengan orang lain. Bukankah semangat kebangkitan Paskah telah ditunjukkan oleh Pak Gito yang dari alun-alun Utara tak berumah lalu pelan-pelan dengan ketekunan dan berprihatin akhirnya bisa punya tanah dan rumah sendiri ? Bukankah mbak Yah juga menunjukkan hal yang sama : dari mengolah lahan daerah transmigrasi, ditinggalkan suaminya, lalu berjuang sendirian menghidupi 3 anaknya dengan cara nambal ban, mencuci bis malam, dan akhirnya sekarang agak mapan dan diperistri oleh seorang suami yang bertanggung jawab ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada titik cerah di masa depan bagi orang-orang lapis bawah ini. Memang, titik cerah ini kadang disapu atau ditutupi oleh awan gelap yang membuat loyo semangat perjuangan mereka. Tetapi, kalau mereka mau tekun, mau dibantu, mau prihatin, tidak mustahil titik cerah itu bisa mereka raih. Kalau mau !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Met paskah semua……&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-6887895405149056396?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/6887895405149056396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=6887895405149056396' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/6887895405149056396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/6887895405149056396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/paskah-di-dunia-yang-lain2001.html' title='Paskah di dunia yang lain…2001'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-1877685226853524417</id><published>2009-11-12T20:20:00.001+07:00</published><updated>2009-11-16T22:11:53.867+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>Perempuan-Perempuan Cantik, Mau ke mana Kalian?</title><content type='html'>Prostitusi sebagai salah satu profesi tertua sejak dari jaman Cleopatra sampai sekarang ternyata telah banyak membawa dampak bagi kehidupan masyarakat kita. Jika kita mau sejenak merenung dan berpikir, kita akan bisa sampai pada suatu kesadaran bahwa para penjual cinta itu sebenarnya tidak pernah bercita-cita untuk menjadi seperti ini. Banyak para perempuan yang terjerumus ke lembah hina ini karena berbagai sebab lain seperti rusaknya rumah tangga mereka, terutama karena alasan ekonomi sekedar bagaimana bisa mengisi perut untuk hidup sampai esok hari. Celakanya lagi sebagai seorang produsen mereka ternyata harus menghadapi berbagai perlakuan yang terkadang jauh dari perikemanusiaan, baik itu perlakuan dari para konsumen, lelaki hidung belang yang berbuat semaunya sendiri karena merasa telah mengeluarkan uang demi memperoleh kepuasan. Para perempuan itu juga masih harus membayar kepada germo yang menghidupi dan menjaga, sehingga terkadang uang yang sampai ke tangan mereka menjadi begitu kecil. Bahkan mereka masih harus menghadapi perlakuan buruk dan kecurigaan dari warga masyarakat yang menistakan profesi ini dan menganggap mereka sebagai golongan marginal yang harus dijauhi. Belum lagi ancaman penyakit seksual yang mengerikan karena para pemakai yang sangat sering menolak memakai kondom karena alasan hilangnya kenikmatan. Oh malang benar nasibmu para perempuan cantik….&lt;br /&gt;Jika keadaan mereka begitu memprihatinkan, lalu kenapa mereka masih terus saja melanggengkan profesi ini dan tidak mau keluar dari belenggu prostitusi yang ternyata tidak membuat kehidupan mereka menjadi lebih baik tapi justru meyerap habis sari-sari mereka.&lt;br /&gt;Alasan yang teramat mungkin adalah bahwa mereka tidak sadar bahwa selama ini hanya menjadi obyek dari sistem yang berlaku. Para perempuan ini sekedar menjadi alat pemuas nafsu para pelanggannya, mereka hanya menjadi alat penghasil keuntungan untuk para germo,  Sementara mereka terlena oleh gebyar kehidupan malam yang harus dihidupi. Para aparat pemerintahan sebagai pelindung masyarakat pun ternyata tidak berbuat banyak untuk menolong mereka. Tidak ada peraturan ataupun Undang-Undang yang bisa melindungi hak-hak para pekerja seks komersil ini. Malangnya, begitu ada beberapa yang sadar akan keadaan ini mereka terpaksa harus menyerah pada keadaan karena buntunya jalan keluar….&lt;br /&gt;Melihat hal seperti ini sudah menjadi kewajiban kita yang masih beruntung dan sadar akan adanya suatu bentuk penindasan dan ketidakadilan yang menimpa perempuan-perempuan cantik itu untuk berbuat sesuatu bagi mereka, mengusahakan suatu celah dalam kebuntuan yang melingkupi, memberdayakan mereka agar menjadi individu-individu yang mampu berdiri tegak, tahan terhadap masalah dan kesulitan yang menimpa terus menerus. Mereka harus tetap survive di atas kaki mereka sendiri jika tidak ingin terus hidup dalam kegelapan prostitusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sekarang langkah konkret apa yang dapat kita lakukan untuk menolong mereka? Yang pertama kali harus dilakukan menurut saya adalah membuka mata hati dan kesadaran mereka bahwa mereka tidak dapat menjalani kehidupan seperti ini terus menerus. Mereka harus disadarkan bahwa mereka juga manusia biasa yang wajar, dan sederajad dengan orang-orang lain sehingga mereka juga berhak untuk hidup layak dan bermartabat seperti manusia lain. Suatu proses yang panjang dan kadang mungkin amat melelahkan, tetapi itulah yang harus kita lakukan. Langkah yang kedua adalah memberikan pengetahuan dan ketrampilan sebagai bekal bagi mereka untuk dapat bertahan ketika terjun dalam masyarakat. Bekal seperti kemampuan membaca dan menulis, kemudian ketrampilan lain seperti mengetik, menjahit, menata rambut, memasak, rias pengantin, bahasa asing agar mereka dapat bergerak dalam sektor-sektor informal yang bisa menjanjikan kehidupan lebih baik.&lt;br /&gt;Ada baiknya kita juga perlu mengadakan kerja sama dengan lembaga-lembaga lain yang mempunyai konsen dan keperdulian yang sama untuk memberdayakan mereka. Lembaga yang bisa mengajarkan ketrampilan dan pengetahuan-pengetahuan lain untuk masa depan mereka.&lt;br /&gt;Yang harus kita sadari bersama adalah pendampingan ini merupakan suatu proses, yang bisa teramat panjang dan tidak bisa langsung kelihatan hasilnya. Bahkan mungkin hasilnya tidak seperi yang kita bayangkan. Untuk itu diperlukan kesabaran dan ketekunan dari kita semua. Paling tidak bahwa kita tidak hanya tinggal diam ketika ada sesuatu yang tidak benar, tetapi ada yang bisa kita lakukan walaupun mungkin cuma sedikit. Keperdulian konkret bagaimanapun bentuknya, berapapun besarnya, akan sangat berartu bagi mereka yang membutuhkan. &lt;br /&gt;Perempuan-perempuan cantik bangkitlah! Tatap masa depanmu dengan semangat dan keyakinan, secercah cahaya harapan baru menunggu di depan…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gamping, 10 Mei 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;St. Wisnu Kumara Jati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-1877685226853524417?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/1877685226853524417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=1877685226853524417' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/1877685226853524417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/1877685226853524417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/perempuan-perempuan-cantik-mau-ke-mana.html' title='Perempuan-Perempuan Cantik, Mau ke mana Kalian?'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-6237591367605325908</id><published>2009-11-12T18:41:00.001+07:00</published><updated>2009-11-16T22:10:46.429+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Batam, August 27 2005</title><content type='html'>Journey in my life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I graduated from my university, I only have a piece of experience that I got from my internship in Toyota Motor Company during my study.&lt;br /&gt;Since my background study is Electrical Engineering, after my graduation I decided to join AIT with some reasons,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. It is located in Batam. The Island that very far from my hometown in Java. I have never been here before, so it must be very exciting to go to a new place with the condition inside.&lt;br /&gt;Moreover, Batam is well known as industrial’s island, and the location is near to Singapore. I thought that I will meet new people from different countries with different characteristics, I can go abroad (at least in Asia) and it really gave excitement to me at that time.&lt;br /&gt;2. AIT is multinational company with core-business in semiconductor.&lt;br /&gt;Despite of the fact that I will earn more money if I work in multinational company, the experience to work in semiconductor industry with a high technology in Indonesia is really interesting for me. I will have so many experiences and learn about technology, systems and also working attitude in a big multinational company that I believe it will be useful for my life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I join in Customer Service Department, It was not HR’s offering to place me in this department but I asked for it during my final interview with Pak Tigran, Pak Hardiono, Pak Jeff Lim, and Pak Eko. I did not choose to be an engineer or QA or supervisor but Customer Service Representative due to the following reasons,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. They told me that being Customer Service Representative here is to be an interface between Customer and factory. We need to coordinate factory on how to meet Customer’s requirement and expectation. I like the job description because it made me as a kind of “important” person (in my opinion). I will be a key person in the factory although I just a Staff.&lt;br /&gt;2. Besides my study in electrical engineering, I also took diploma study for two years majoring in English language. Being Customer Service Representative which communicating daily with Customers will make my English capability can be improved time by time. &lt;br /&gt;3. I prefer to have a job which can make me meet with people, having a discussion, coordinating something to get the solution rather than engineering job which most of the time spent with machine.&lt;br /&gt;4. Being a Customer service Representative, I still can learn the semiconductor technology in general and to get the knowledge and information of the development.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Time goes by. Thanks God that I can learn and get so many things from this company. AIT gave me so many experiences for my life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, Working in AIT was not the end of my journey of life. I have a dream since my final year in Senior High School. A dream that I always keep in my mind and I pray to God that he will allows me to reach and make my dream comes true.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was a long time and long process for me to decide what I want myself to be. I joined and accepted in the military senior high school (SMA Taruna Nusantara) I went through but then I decided to leave. I joined and accepted in the Pastoral School to be a Priest and I leave it again because I did not get what I want there. How lucky I am to have parents that always understand and supporting my option.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And then I got it. I make my own path of the journey of my life. Working in social organization, studying in Electrical Engineering, taking an English diploma, working in AIT, taking master in my study for psychology or management, working in other companies, working in the non-profit organization, are only part of the journey in my life. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I have a plan to make a school – a school in the undeveloped area, a cheap school but with a best quality in “education” that can make a person not only smart and clever but also humanist and have the care for others. Having the ability to survive in every condition.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maybe it is just a children’s dream - not a wise and mature way to reach the goal.&lt;br /&gt;But that what I want to do – I am not yet 25 in my age and my life is only for once.&lt;br /&gt;I tried to do something or I will just flows and died without doing anything. Maybe I will fail and not success but at least I already tried.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They say: life begins at 40’. Hopefully when I reach that age I already make my dream come true and I can live my life happily  &lt;br /&gt;Thus, I will treat these 15 years (from 25 up to 40) as a preparation that I need to work hard, stay focus, to get what I want in my life…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sincerely,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stephanus Yohanes de Britto Wisnu Kumara Jati, S.T.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-6237591367605325908?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/6237591367605325908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=6237591367605325908' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/6237591367605325908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/6237591367605325908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/batam-august-27-2005.html' title='Batam, August 27 2005'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-3563315262247774672</id><published>2009-11-10T22:09:00.001+07:00</published><updated>2009-11-16T22:10:46.429+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>temani aku</title><content type='html'>duduklah sejenak di sini temaniku, ini ada rokok jika kau mau. kita bisa memandang hujan yang turun, pepohonan, atau lalu lalang orang. kita bisa bicara tentang apa saja yang kau suka, atau sekedar mendengarkan lagu-lagu kesukaanmu. saat kau mulai kedinginan aku bisa berikan jaketku untukmu atau mendekapmu dalam pelukanku. kita bisa juga minum whiskey atau wine jika kadar alkoholnya terlalu tinggi untukmu.melihat langit yang berubah warna, menikmati setiap waktu yang ada.kita tidak harus menjadi orang yang hebat, kaya, atau cendekia untuk bisa menikmati indahnya masa. tidak juga harus berpura-pura jika memang itu tidak kita suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika duduk bersamaku sudah membosankan, atau aku mulai bertingkah yang tidak menyenangkan, bicaralah padaku sehingga aku tahu apa yang harus kuperbaiki. atau jika hujan sudah mulai berhenti kita bisa berjalan-jalan kemana yang kau mau. jauh tak mengapa, capek sedikit tak mengapa, aku juga masih kuat menggendongmu jika kau mau. tak perlu harus malu, bukankah jiwa kanak-kanak itu ada dalam diri semua orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-3563315262247774672?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/3563315262247774672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=3563315262247774672' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/3563315262247774672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/3563315262247774672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/temani-aku.html' title='temani aku'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-9054673074647293286</id><published>2009-11-10T22:08:00.001+07:00</published><updated>2009-11-16T22:10:46.430+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>teman</title><content type='html'>teman, dulu kita adalah kanak-kanak yang jenaka dan riang gembira, remaja yang bermain dengan kegembiraannya, kemudian menjadi anak muda yang mencari aktualisasi dirinya..&lt;br /&gt;teman, kini kita mengusahakan kehidupan kita, menorehkan jejak langkah sebagai sejarah pengingat siapa kita dan apa yang telah kita lakukan selagi kita bisa. kita saling bersedih untuk setiap kegagalan yang terjadi atau tersenyum lebar dan tertawa gembira saat mengetahui keberhasilan satu dengan yang lain, untuk semua mimpi yang diraih, asa yang tergenapi, kebahagiaan yang tergenggam.&lt;br /&gt;dan teman, kita akan tetap saling mendoakan, walau kadang kita saling melupakan tapi kelak saat jalan kita bersimpangan, kita akan tetap berjabat tangan dan berpelukan&lt;br /&gt;di situ kita akan rayakan, segala yang kita punya&lt;br /&gt;teman, dimanapun kau berada...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-9054673074647293286?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/9054673074647293286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=9054673074647293286' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/9054673074647293286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/9054673074647293286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/teman.html' title='teman'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-8315184299052799058</id><published>2009-11-10T22:06:00.000+07:00</published><updated>2009-11-16T22:10:46.430+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>my lady</title><content type='html'>i asked my lady to go back and change her clothes since she is too sexy&lt;br /&gt;and she did it just for me&lt;br /&gt;i asked my lady to accompany me to the church since i do not want to be alone&lt;br /&gt;and she did it just for me&lt;br /&gt;i asked my lady to dance with me since i never do it before&lt;br /&gt;and she did it perfectly just for me&lt;br /&gt;i even asked my lady to shut up and stop asking since i was very tired with everything&lt;br /&gt;and yet, she did it wisely and silence just for me&lt;br /&gt;she did everything just for me, and i don't want another lady&lt;br /&gt;-free will-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-8315184299052799058?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/8315184299052799058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=8315184299052799058' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/8315184299052799058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/8315184299052799058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/my-lady.html' title='my lady'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-4197555774086802724</id><published>2009-11-10T21:49:00.001+07:00</published><updated>2009-11-16T22:10:46.430+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>hujan</title><content type='html'>&lt;small&gt;November 23rd, 2008&lt;/small&gt;      &lt;div class="entry"&gt;      &lt;p&gt;hujan turun di sore hari ini di depan rumahku,&lt;br /&gt;aku melihatnya dari jendela ruang tamuku,&lt;br /&gt;tidak terlalu besar namun cukup untuk membasahi tanah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;aku selalu suka jika hujan turun seperti ini,&lt;br /&gt;apalagi jika aku sedang tidak terburu-buru dengan urusan atau janji yang menunggu&lt;br /&gt;memandangi hujan, merasakan udara yang menjadi sejuk dan cenderung dingin seiring hujan yang turun&lt;/p&gt; &lt;p&gt;kulihat anak-anak kampung yang bermain gembira di tengah hujan&lt;br /&gt;mereka bermain sepak bola, berkubang di saluran air yang menggenang, atau bermain sepeda berputar-putar tanpa tujuan&lt;br /&gt;ahh, anak-anak memang selalu mempunyai cara untuk mencari dan menemukan kegembiraan entah dalam hal sekecil apapun&lt;br /&gt;sebuah karunia yang kadang membuat iri kita kepada mereka&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bagi orang-orang yang sedang terburu-buru hujan adalah bencana,&lt;br /&gt;akibatnya sudah terbayang di pikiran, jalanan yang menjadi macet, terlambat dengan urusannya&lt;br /&gt;belum lagi hujan yang akan membasahi pakaian mereka, sungguh suatu bencana&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bagi orang yang mencinta hujan berarti saat untuk mengenang lagi memori kebersamaan yang mungkin pernah terjadi&lt;br /&gt;peristiwa-peristiwa yang dialami bersama pasangannya, kenangan-kenangan yang muncul di pelupuk mata&lt;br /&gt;seiring hujan yang tak kunjung berhenti&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bagi orang-orang yang berduka, hujan mungkin adalah sebuah peristiwa penambah lara mereka.&lt;br /&gt;dinginnya udara, kesunyian yang melingkupi, mungkin akan menambah perasaan kehilangan atau duka yang melingkupi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bagi orang-orang kaya yang aman terlindung di dalam bangunan kokoh rumah mereka, hujan mungkin adalah peristiwa biasa&lt;br /&gt;tidak akan mempengaruhi mereka, kesibukan mereka melihat televisi dengan acara-acara anehnya atau rencana-rencana mereka&lt;br /&gt;untuk terus memperkaya diri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bagi orang-orang miskin, hujan mungkin adalah saat dimana mereka bisa merasakan dingin yang seperti air conditioner tanpa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;harus membeli alatnya, sejenak bebas dari panasnya bumi yang semakin tua.&lt;br /&gt;tapi ketika hujan turun semakin besar, dingin yang makin menggigit mungkin juga menjadi siksa, belum lagi air yang menitik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dari atap-atap rumah yang bocor, dan lagi ancaman banjir yang bisa datang setiap saat menghancurkan hidup mereka&lt;/p&gt; &lt;p&gt;hujan memang bisa dimaknai secara berbeda ketika kita dalam kondisi yang berbeda.&lt;br /&gt;tetapi hujan tetap akan menjadi hujan yang turun bagi semua orang…&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-4197555774086802724?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/4197555774086802724/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=4197555774086802724' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/4197555774086802724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/4197555774086802724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/hujan.html' title='hujan'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-6502987234343623979</id><published>2009-11-10T21:48:00.001+07:00</published><updated>2009-11-16T22:10:46.431+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Kehidupan selalu mempunyai pilihan</title><content type='html'>&lt;small&gt;October 4th, 2008&lt;/small&gt;      &lt;div class="entry"&gt;      &lt;p&gt;Tadi barusan saya menonton film special lebaran di televisi, judulnya radit dan jani. well, terlepas dari segala kekurangan dan kelebihan dalam proses pembuatan film tersebut; termasuk adegan-adegan yang terkadang dibuat terlalu berlebihan dan fahrani yang berakting bagus dan seksi (bagi saya) sebagai anjani (perempuan seperti anjani adalah salah satu type perempuan yang saya suka - yang ini tidak usah dibahas terlalu jauh hehehe) saya selalu suka tema-tema dan cerita yang ditawarkan dalam film-film drama seperti ini - terlepas film itu sendiri bagus atau jelek.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ini salah satu point yang saya tangkap: bahwa kehidupan itu selalu mempunyai pilihan, apapun itu - baik atau buruk, dan kita sebagai orang-orang yang menjalani kehidupan ini harus mengambil keputusan-keputusan dalam hidup kemudian menjalaninya, apapun konsekuensinya. jika keputusan yang kita ambil dan kita jalani itu ternyata salah, di depan masih akan ada pilihan-pilihan lain yang bisa kita ambil untuk memperbaikinya - itulah seni dan indahnya dinamika kehidupan (dalam bungkusan pahit manis, dan suka duka yang harus dirasakan).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;terkadang kita lupa, saat kita mengusahakan kehidupan ini dengan sebaik mungkin, entah demi kita sendiri atau demi orang-orang yang kita sayangi, lalu ketika hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan dan kita merasa gagal menjalani kehidupan ini sebaik mungkin lalu yang seringnya muncul adalah penyesalan, kesedihan, kekecewaan, dan emosi-emosi negatif yang lain. lalu sikap dan tindakan yang diambil dianggap sebagai sebuah konsekuensi dari kegagalan yang terjadi. it’s not exactly like that.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengutip Mario Teguh (seorang motivator yang terkenal dengan salam supernya) bahwa we deserve to get the best things in our life, kita hanya perlu membiasakan diri dengan itu. saya memaknai pemahaman ini lebih kepada bagaimana kita memanage perspektif kita untuk selalu melihat kehidupan dalam bingkai-bingkai yang positif dan secara wajar. kegagalan maupun keberhasilan itu adalah sebuah proses wajar dalam tindakan-tindakan kehidupan dan kemudian hidup selalu menyediakan pilihan-pilihan berikutnya bagi kita untuk mempertahankan jalan yang kita ambil dan mengusahakan menjadi lebih baik lagi, atau merubahnya menjadi sesuatu yang baru termasuk berbalik seratus delapan puluh derajat atau mengulang lagi dari awal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jadi, selamat menjalani kehidupan ini dengan beraneka macam pilihan di dalamnya. dan jangan pernah merasa gagal atau kalah, karena kehidupan selalu menyediakan pilihan-pilihan berikutnya..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;salam sayang, wisnu&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-6502987234343623979?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/6502987234343623979/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=6502987234343623979' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/6502987234343623979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/6502987234343623979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/kehidupan-selalu-mempunyai-pilihan.html' title='Kehidupan selalu mempunyai pilihan'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-5141406858114393849</id><published>2009-11-10T21:46:00.001+07:00</published><updated>2009-11-16T22:10:46.431+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Le, anakku Wisnu</title><content type='html'>&lt;small&gt;October 4th, 2008&lt;/small&gt;      &lt;div class="entry"&gt;      &lt;p&gt;le yogene lahirmu datan nganggo pratondo kang mligi gampang dimangerteni.&lt;br /&gt;opo mergo saking cubluk’e bopo biyungmu kan ora magerteni waseso soko sliramu.&lt;br /&gt;opo amargo bopo mu iki lagi disatru dening kang kuwoso.&lt;br /&gt;yogene kowe kudu nandang samubarang kang koyo mangkene.&lt;br /&gt;kekejer anggamu datan suwolo rinusak amargo ngabekti marang poro tuwo&lt;br /&gt;dino kang sakjatine kudu dilakoni kanthi leganing ati datan kumowo malik dadi lambahing geni - kuciwo, murko, datan keno suwolo marang sing kuwoso.&lt;br /&gt;lamun tangeh ora ono sing iso nggondheli anggonmu mukso, namung donga kan tansah rinonce mugo-mugo lakumu padang nemahi kabahagyan - pinanggih kaliyan poro pepundhen kang wus ngrumiyini mukso ing angkoso. datan kendhat pamujiku mugo tansah podo manggihi kabahagyan ono ing kono. lamun tansah nyawang pun bopo biyung sadremo nglakoni urip ngayahu jatining diri sakdurunge tumekaning pati..&lt;br /&gt;le anakku wisnu…&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-5141406858114393849?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/5141406858114393849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=5141406858114393849' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/5141406858114393849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/5141406858114393849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/le-anakku-wisnu.html' title='Le, anakku Wisnu'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-7382297413003653991</id><published>2009-11-10T21:45:00.000+07:00</published><updated>2009-11-16T22:11:53.868+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>fight for your life</title><content type='html'>&lt;small&gt;October 4th, 2008&lt;/small&gt;      &lt;div class="entry"&gt;      &lt;p&gt;beberapa waktu yang lalu saat pulang dari bali, di pesawat aku duduk di sebelah perempuan cantik dari uzbekistan - tapi tentu saja bukan itu yang mau saya sharingkan hehehe.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;singkat cerita, setelah mendarat di jakarta mbak dari uzbek tadi mengajak saya untuk pulang naik ojek daripada naik taxi - saya bersedia dengan pemikiran bahwa ini jam pulang kantor jadi macet sedangkan saya juga mengejar kelas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;tukang ojek yang membawa saya itu sungguh luar biasa - saya tidak tahu apakah itu keberanian, kenekatan, atau gabungan antara keduanya ditambah dengan ketrampilan karena biasa dia lakukan. dia membawa saya menyelip di sana-sini kadang balik arah, meliuk ke kiri dan ke kanan, masuk jalur busway, klakson terus2an pokoknya berusaha secepat mungkin mengantarkan saya kemudian balik lagi ke tangerang (karena rumahnya di sana).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;satu yang menarik bagi saya ketika itu adalah semangat si bapak demi uang 100ribu sebagai ongkos naik ojeknya. di saat tidak begitu banyak tukang ojek yang mau mengantar saya dari bandara karena memang jauh, si bapak mengambil tantangan itu - entah karena memang dorongan ekonomi, kebutuhan keluarga, atau dia melihat kesempatan itu. saya senang melihat semangat dan totalitasnya ketika mengantarkan saya - dan yang ada dalam pikiran dan perasaan saya saat itu adalah: beginilah sebuah kehidupan harus diperjuangkan. tidak masalah situasi dan kondisi yang melingkupimu hidupmu harus tetap kau perjuangkan dengan sebaik mungkin, dengan sepenuh hati mu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;terima kasih pak ojek, yang memberikan pelajaran berharga tentang kehidupan ini..fight for your life and the life of people that you love (and the life of the people belong to you)…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wisnu&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-7382297413003653991?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/7382297413003653991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=7382297413003653991' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/7382297413003653991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/7382297413003653991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/fight-for-your-life.html' title='fight for your life'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-1535534842937110743</id><published>2009-11-10T21:44:00.000+07:00</published><updated>2009-11-16T22:11:53.868+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>Hak yang sama untuk diterima apa adanya bagi semua orang tanpa kecuali</title><content type='html'>&lt;small&gt;June 1st, 2008&lt;/small&gt;      &lt;div class="entry"&gt;      &lt;p&gt;pernah nonton acara reality show "be a man" di sebuah stasiun televisi tiap minggu malam pukul 22.00? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;well saya tidak akan membahas adegan-adegan atau dinamika yang terjadi ketika mbak-mbak waria itu mencoba kembali untuk melakukan aktivitas latihan semi militer seperti laki-laki (entah itu karena kehendak sendiri atau karena hadiah yang dijanjikan) &lt;/p&gt; &lt;p&gt;yang membuat saya kembali memikirkan hal yang klise ini (saya sebut klise karena ini sudah sangat sering dibahas oleh banyak orang dan para ahli) adalah ketika mendengarkan ungkapan-ungkapan atau share dari teman-teman waria tadi tentang apa yang mereka alami: bagaimana ketika dengan dinamika dan kondisi yang mereka hadapi mereka harus terasingkan (ter-alienasi) dari lingkungan nya dan juga keluarga sebagai lingkungan terdekat yang seharusnya mendukung dan menerima mereka apa adanya hanya karena masalah norma dan nilai yang dianggap benar dalam sebuah tatanan masyarakat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;it’s an old story tapi sering mengusik ketika atas nama tatanan dan kebenaran nilai menjadikan kita mampu membunuh karakter dan menghambat perkembangan manusia yang secara alami dan hakiki mempunyai hak untuk dihormati, tumbuh, dan berkembang. kita yang dengan bangga sering mengagungkan diri sebagai manusia-manusia berbudaya, bermoral, berpendidikan tinggi, dan beretika sering jatuh pada lubang penghakiman ketika berhadapan dengan dinamika atau kondisi di luar budaya kita, di luar ilmu, ajaran atau kebenaran yang kita anut. saya percaya bahwa ini adalah salah satu hal yang menyebabkan dunia ini menjadi tidak begitu nyaman untuk ditinggali bagi sebagian orang dan perdamaian dan cinta tidak kunjung datang di dunia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;mungkin ada baiknya ketika sejenak kita menundukkan kepala dan merendahkan diri untuk memberikan penghormatan kepada orang-orang yang berbeda dari kita dan kita anggap salah. karena sebenarnya benar atau salah amat sangat bias dan tergantung dari perspektif mana kita melihatnya. dan bukankah kita semua pun membawa aib dan ketidak sempurnaan pada diri kita? even perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan pun atas dasar mencari kebahagiaan dan ketentraman batin kita sendiri. lalu apa yang mau disombongkan?? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;indahnya ketika kita bisa menyapa para waria dengan senyuman sambil mengatakan aku mengasihimu, menerimamu apa adanya, dan mari kita hidup bersama di alam fana ini. kepada para gay, homosexual, pekerja seks komersial, dan banyak lagi kaum yang termarginalkan dan teralienasi dari lingkungan entah itu secara sosial ataupun budaya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;jabat tangan erat, senyuman, pelukan hangat itulah yang akan membuat dunia ini menjadi indah dan semakin nyaman untuk ditinggali oleh semua orang karena setiap individu merasa dihormati, dihargai, dan diterima apa adanya sehingga mereka bisa secara bebas memperkembangkan diri dan pada akhirnya membuat sebuah tatanan dunia yang lebih baik lagi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;terlalu tinggi atau terlalu jauh bermimpi? saya fikir tidak. cukup kembali ke diri kita masing-masing. lepaskan kacamata dan prasangka buruk serta melihat semua manusia secara adil dan dengan cinta sehingga kita tidak akan terjebak pada menghakimi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;selamat berproses dan berdinamika bersama, anda dan saya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;dalam cinta, wisnu&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-1535534842937110743?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/1535534842937110743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=1535534842937110743' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/1535534842937110743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/1535534842937110743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/hak-yang-sama-untuk-diterima-apa-adanya.html' title='Hak yang sama untuk diterima apa adanya bagi semua orang tanpa kecuali'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-4175108509207982496</id><published>2009-11-10T21:43:00.001+07:00</published><updated>2009-11-16T22:10:46.431+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Kelahiran dan Kematian dalam Hari yang terlewatkan</title><content type='html'>&lt;small&gt;May 4th, 2008 &lt;/small&gt;      &lt;div class="entry"&gt;      &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 0.8em;"&gt;Tribute to Yedija Yamaraja - In memoriam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 0.8em;"&gt;Sebuah hari hanya akan lewat menjadi hari yang biasa saja jika tidak ada sesuatu berarti yang kita alami, karena hari itu akan lewat begitu saja dan sering kita lupa atau terlambat untuk mensyukurinya. sebuah peristiwa atau kesempatan yang terlewat untuk dimaknai ataupun disyukuri akan berujung pada sebuah penyesalan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 0.8em;"&gt;kelahiran adalah sebuah anugerah khusus pada setiap jiwa, dimana manifestasi secara nyata mewujud untuk kemudian menghirup dan mengalami sebuah hal yang dinamakan kehidupan. maka dari itu sebuah peristiwa kelahiran lebih sering dimaknai dengan ungkapan syukur dan terimakasih dibanding dengan kebencian ataupun umpatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 0.8em;"&gt;kematian, terkadang kita menafikan bahwa ini adalah sebuah anugerah yang lain. ketika sebuah jiwa terlepas dari fana dunia dengan semua hal yang melingkupinya. untuk kemudian menarikan sebuah babak baru dalam dimensi yang berbeda. kita akan sulit untuk mensyukurinya karena perasaan sedih yang dekat dengan peristiwa kematian ini, begitu mudah untuk membuat kita larut di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 0.8em;"&gt;yedija, oleh karena tuhan, engkau menyatukan pemaknaan sebuah hari, kelahiran dan kematian secara utuh dan penuh. hal yang terlewat dan terlambat untuk dimaknai dan disyukuri - yang membuat tertelut dalam penyesalan dan kehilangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 0.8em;"&gt;yamaraja, keadilan dan kebijaksanaan, semoga itu akan terjadi pada kita. untuk semakin mampu melihat keadilan tuhan dan memaknai dengan lebih bijaksana semua hal yang terjadi dalam kehidupan ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 0.8em;"&gt;yang terkasih - sampai berjumpa di surga&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-4175108509207982496?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/4175108509207982496/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=4175108509207982496' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/4175108509207982496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/4175108509207982496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/kelahiran-dan-kematian-dalam-hari-yang.html' title='Kelahiran dan Kematian dalam Hari yang terlewatkan'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-7937419736832587166</id><published>2009-11-10T21:40:00.001+07:00</published><updated>2009-11-16T22:11:53.869+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>Nasib baik, nasib buruk, siapa yang bertanggung jawab?</title><content type='html'>&lt;small&gt;February 10th, 2008&lt;/small&gt;      &lt;div class="entry"&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Hari ini aku mengalami peristiwa-peristiwa yang menyentuh hati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Siang harinya, seorang teman mengajak aku mengantar dokumen ke rumah bos-nya di bilangan kelapa gading jakarta utara. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Sesampai di sana aku tercengang melihatt rumah-rumah megah seperti yang aku lihat di kanan kiri jalan daerah menteng ketika aku berangkat kerja. Gila megah sekali, batinku. Pantas di pintu depan sudah langsung di portal dan di jaga satpam, jika tidak kenal alamat harus meninggalkan kartu identitas dan ada kemungkinan tidak bisa masuk. Hampir di tiap rumah juga masih di jaga security. Taman bermain yang hijau terletak di tengah perumahan dan nampak asri untuk beristirahat atau bermain bersama keluarga. &lt;span lang="IT"&gt;“kompleks seperti ini ada beberapa di sini” bisik temanku. “banjir nggak sih di sini?”tanyaku ingin tahu “jakarta utara apalagi kelapa gading kan terkenal daerah banjir”. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;“Kelapa gading depan emang banjir, tapi perumahan sini mana bisa terendam air” terang temanku meyakinkan. Aku mengangguk-anggukan kepalaku karena kupikir benar juga yang dia bilang. Drainase yang tertata rapi, taman dimana-mana, rumah yang menjulang tinggi dan lokasi yang lebih tinggi dari jalan. Nampaknya mustahil perumahan ini akan banjir. ”lagi pula di tiap rumah sudah pada punya penyedot air kalau banjir” terang temanku lagi. Patilah dengan kemampuan mereka saat ini, membeli penyedot air tentu hanyalah uang receh saja dibandingkan isi kantong mereka. Aku lihat lagi berkeliling, mobil banyak diparkir cenderung tidak teratur, dan tiap rumah rata-rata mempunyai lebih dari satu mobil bagus. ” ah biarlah nasib mereka memang bagus dan tentu saja karena usaha keras dan tekun dalam jangka waktu lama” pikirku menenagkan hati yang mulai merasa iri…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;Sepulang dari makan siang sesudah mengantar dokumen, aku diantar pulang oleh temanku. Berbenah sebentar aku siap-siap berangkat ke gereja untuk misa hari minggu di gereja rawamangun – hari sabtu kemarin aku mau berangkat tapi kuurungkan karena hujan lebat. Kupacu sepeda motorku ke gereja karena waktu nya sudah semakin mepet…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;Sepulang misa, aku bergegas untuk pulang karena sebentar lagi ada siaran langsung final liga indonesia di televisi. Entah kenapa beberapa waktu ini aku senang menonton pertandingan sepak bola indonesia lengkap dengan perkelahian dan kericuhannya. Tidak peduli walau beberapa teman bilang bahwa sepak bola indonesia tidak ada mutunya dan tidak layak untuk ditonton. Hmm mungkin rasa nasionalisme atau tertarik pada hal baru, aku juga tak mengerti hanya sekedar menikmati…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;Bisanya aku pulang lewat jalan rawamangun, tapi kali ini aku putuskan pulang lewat jalan pemuda karena lebih lancar dan aku bisa ngebut pikirku. Mendekati perempata jalan pemuda yang ke arah pramuka, sudut mataku menangkap ada semburat merah di sebelah barat, arah cempaka putih. Sekilas aku berpikir oh ini semburat langit merah saga di sore hari, tapi ini terlalu merah, dan diselimuti pula oleh asap hitam. Ini bukan pemandangan langit biasa. Lalu di kejauhan kulihat banyak orang berkerumun. Pasti ada sesuatu yang terjadi…lalu kubelokkan motoku ke kanan lebih dekat lagi ke arah kerumunan orang..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;Ada banyak sekali orang yang berkumpul, ada banyak polisi membawa tameng dan helm persis seperti pengamanan ketika aku demo dulu atau yang kulihat di televisi saat kerusuhan suporter sepakbola. Di sudut lain kulihat puluhan orang berseragam biru-biru, oh ini tatib atau banpol pikirku. Lalu kulihat jauh di seberang sana puluhan penduduk yang berlarian membawa barang-barang sambil mendorong gerobak, becak atau membaw amobil angkutan bak terbuka yang penuh dengan barang-barang.otakku bekerja merangkai kejadian semua ini: PENGGUSURAN. Hal yang sering terjadi di kawasan jakarta utara dan mungkin juga di lingkungan-lingkungan kumuh di tempat lain. Warna merah tadi adalah api yang diselimuti dengan asap hitam dari kebakaran yang terjadi. Api menyala sangat besar. Memanaskan udara yang seharusnya dingin sore ini karena hujan yang sering terjadi. Atau udara memang sudah panas karena kemarahan orang-orang yang tergusur ini? Kulihat mesin besar beko yang bergerak perlahan tapi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;pasti mendorong dan merobohkan rumah-rumah kumuh itu. Aku bergerak mendekat, sayup-sayup telingaku mendengar jerit tangis anak-anak yang ketakutan, kemudian suara umpatan dan cacian marah perempuan di pinggir jalan yang tergusur. Sementara beko itu bagai tak bertelinga meluluhlantakkan segalanya. ”ini sudah sejak siang tadi bang” jelas orang yang kutanyai di pinggir jalan. ”tak tahu harus kemana kami malam ini, apalagi hujan masih terus turun” terang orang lain yang berjongkok dengan pandangan nanar melihat pada keributan itu. Aku tak tahu siapa yang membakar dan menciptakan api sebesar ini,apakah untuk menghentikan petugas, atau untuk mengusir mereka? Aku tak tahu. Sama seperti aku tak tahu dengan apa yang akan dilakukan orang-orang yang terusir ini ketika malam semakin dingin dan hujan mulai turun nanti, sedang atap tempat berlindung mereka telah lenyap…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;Ketika aku memandang berkeliling, kulihat ada beberapa wartawan, lalu ada mobil penyiaran dari metrotv, dan sctv. Ada banyak juga orang-orang yang melihat dari pinggi jalan atau dari atas jembatan. Entah apa yang mereka pikirkan, apakah ini suatu tontonan yang jarang mereka lihat dari dekat, ataukah mereka ingin membantu tapi tak tahu apa yang harus dilakukan…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;Tidak akan pernah selesai dan hanya akan berputar-putar saja ketika kita membicarakan siapa yang bersalah dalam kasus ini? Warga miskin yang tinggal di lokasi milik pemerintah yang seharusnya tidak dijadikan perumahan, yang juga menjadi salah satu penyebab banjir, yang tidak mau di pindah karena tempat itu dekat dengan lokasi pekerjaannya… Atau pemerintah yang tidak tanggap dengan akar permasalahan yang ada, yang mau cepat saja dan dengan tangan besi menyelesaikan masalah ini tanpa mau mempelajari bagaimana menyelesaikannya dengan pendekatan yang humanis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;Aku juga tak tahu solusi apa yang terbaik dan harus dilakukan saat ini, apa yang bisa aku lakukan juga ketika aku merasa diriku sebagai seorang intelektual yang harusnya mampu menyumbang ide-ide kreatif demi kebaikan masyarakat. Tapi menghadapi realita yang ada sekarang, aku cuman bisa merasa marah, merasa sedih, bahkan hanya menonton tanpa sedikitpun memberikan bantuan pada mereka yang membutuhkan. Aku mendesah berkata dalm hati ”Tuhan, jika kau ada saat ini, apa yang akan Engkau lakukan sekarang?..”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;Lalu ingatanku terbawa pada rumah-rumah besar dan megah yang kulihat siang tadi di lokasi yang tidak terlalu jauh. Rumah yang kelihatan anggun, megah, dan tentu saj akan memberikan kedamaian dan kenyamanan pada pemilik ataupun yang tinggal di dalamnya. Apakah karena orang-orang kaya itu berusaha dengan keras&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dan tekun, sedangkan orang-orang miskin ini tidak? Apakah kaum miskin ini tidak bekerja keras ketika setiap pagi mereka bangun lebih dulu sebelum kita untuk mengais-ngais sampah, atau di terik matahari saat kita berkeja di ruang ber ac mereka menarik bajaj mencari penumpang. Atau karena mereka tidak tahu bagaimana menjadi kaya? Atau karena ini masalah nasib saja? Ada orang-orang yang bernasib baik dan ditakdirkan untuk kaya, sedangkan ada banyak orang lain yang harus bernasib buruk dan menjadi miskin selamanya..kalau begitu siapa yang bertanggung jawab pada nasib baik atau nasib buruk? Kita sendiri kah? Masyarakat? Pemerintah? Atau Tuhan…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;Ah, tiba-tiba saja acara final sepak bola itu tak lagi menarik minatku…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;dimana malam nanti orang sebanyak itu akan berteduh? Anak-anak yang kedinginan dan menangis kelaparan..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;Tuhan, semoga engkau tidak tidur…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-7937419736832587166?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/7937419736832587166/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=7937419736832587166' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/7937419736832587166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/7937419736832587166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/nasib-baik-nasib-buruk-siapa-yang.html' title='Nasib baik, nasib buruk, siapa yang bertanggung jawab?'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-2880920988743442737</id><published>2009-11-10T21:35:00.000+07:00</published><updated>2009-11-16T22:11:53.869+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>anak-anak dalam lingkaran kekerasan</title><content type='html'>&lt;small&gt;March 9th, 2007&lt;/small&gt;      &lt;div class="entry"&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tadi malam saya melihat tayangan televisi aljazeera “children of conflict” mengisahkan tentang peperangan di Sudan dan bagaimana itu membawa pengaruh bagi anak-anak dan remaja belasan tahun di sana. &lt;span lang="SV"&gt;Seorang anak laki-laki yang berumur 14 tahun bercerita tentang pengalamannya selama perang. ”Saya dan teman-teman melihat banyak pembunuhan yang terjadi. Teman, tetangga, atau keluarga yang ditembak atau dibunuh di depan mata kami. Ketika akhirnya kami ikut terlibat dalam pertempuran dan masuk menjadi milisi, membunuh adalah hal yang biasa dan harus kami lakukan untuk mempertahankan hidup kami. Saya akhirnya menjadi biasa membunuh dan perasaan saya biasa saja. Jika saya membunuh seseorang, itu karena dia adalah musuh saya. Dia pasti juga akan membunuh saya kelau ia melihat saya terlebih dahulu. &lt;/span&gt;I just trying to keep my life and they do the same” Anak-anak itu dipaksa untuk tercerabut dari kehidupan mereka selama ini dan masuk ke kehidupan lain yang belum pernah mereka bayangkan. “Kami hidup damai sebelum orang-orang itu datang, dan kedamaian menjadi hilang ketika mereka mulai menembaki kami” kata seorang Ibu dalam wawancara yang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ketika peperangan meluas dan berlangsung lama, anak-anak terpaksa harus meninggalkan bangku sekolah mereka untuk menjadi milisi dan turut berperang. Kekejaman meningkat dengan cepat, pembunuhan dan pemerkosaan menjadi hal yang lumrah ditemukan di sana. Seorang pendidik menceritakan ”Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bagaimana anak-anak itu berubah menjadi orang-orang yang mengerikan. Saya tidak tahu lagi apakah ini mempertahankan diri, balas dendam, atau kepuasan. Mereka harus segerakembali ke sekolah karena itu penting untuk masa depan mereka. Jika tidak, maka pembunuhan dan pemerkosaan akan terus terjadi.”&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kita sering melihat bagaimana membunuh terkait dengan banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Terkadang benang merahnya menjadi sangat kusut untuk diurai ataupun dianalisa sebab dan akibatnya. Satu hal yang menjadi keprihatinan kita bersama adalah kenyataan ada anak-anak yang seharusnya mengenyam kehidupan dan proses belajar mereka secara menyenangkan, akan tetapi dipaksa untuk mengenal tindakan-tindakan ataupun dunia baru yang akan dapat menghancurkan karakter dan masa depan mereka. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mungkin keprihatinan ini tidak akan terlalu dalam kita hidupi jika selama ini lingkungan tempat hidup kita adalah sebuah lingkungan yang nyaman dengan situasi dan kondisi yang kondusif dan kekerasan seakan adalah sebuah cerita dalam dongeng-dongeng mengerikan atau suatu mimpi buruk yang tidak nyata. &lt;/span&gt;But it was a real condition on some parts of the world dan ini masih terus berlangsung sampai saat ini. Rantai kekerasan yang seakan tak terputuskan dan menjadi persoalan yang tak pernah terselesaikan, baik oleh nilai-nilai agama, maupun nilai-nilai moral dan social dari manapun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menarik melihat bagaimana seorang pendidik di sudan itu meyakini pendidikan sebagai sebuah alternative solusi untuk memutuskan rantai kekerasan yang terjadi. Akan tetapi pertanyaan berikutnya adalah pendidikan yang seperti apa yang bisa diharapkan menjadi basic karakter seorang anak untuk tidak menjadi begitu saja hanyut dalam aliran kekerasan yang terjadi di sekitarnya. Seberapa efektif pendidikan budi pekerti, cinta kasih, tolong menolong, berlaku adil menjadi tonggak landasan yang kuat bagi seorang anak untuk berkata tidak terhadap kekerasan jika ia dibenturkan pada sebuah kenyataan hidup yang sangat keras dan belum pernah ia bayangkan sebelumnya akan terjadi. Trauma-trauma yang terjadi dan membekas dalam pikirannya, apakah bisa untuk dikalahkan ataupun diredam oleh nilai-nilai kemanusiaan yang ditanamkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mahatma Gandhi boleh saja berhasil dalam perjuangannya dengan salah satu nilai anti kekerasan (Ahimsa) yang dimilikinya. Tanpa bermaksud untuk mengecilkan kenyataan dan pergumulan yang dihadapinya saat itu ketika berpegang teguh pada nilai-nilai anti kekerasan yang diyakininya, Gandhi adalah sosok matang yang rasanya terlalu jauh untuk dibandingkan dengan anak-anak kecil atau remaja belasan tahun dalam hal kedewasaan dan keteguhan dalam menentukan sebuah pilihan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Well, tulisan ini dibuat bukan untuk menentuka hitam atau putihnya sebuah keyakinan atau akan mengerucut pada sebuah kesimpulan baku yang bisa dijadikan sebagai acuan karena kebenaran adalah sebuah hal yang bisa ditelaah dalam bermacam makna. Akan tetapi, ketika anak-anak kecil kita atau para remaja belasan itu masih terlalu rapuh untuk memegang sebuah nilai kemanusiaan dan nilai-nilai kebaikan dalam hidupnya, ketika mereka masih akan sangat mungkin untuk terhanyut dalam lingkaran kekerasan jika memiliki trauma-trauma atau jika melihat dan dibenturkan pada kenyataan-kenyataan kekerasan yang terjadi di depan mata mereka maka adalah menjadi tugas dan tanggung jawab kita sebagai orang-orang dewasa, yang notabene (suka atau tidak) sebenarnya memepunyai kedewasaan dan kemampuan lebih untuk menentukan pilihan dan memilih nilai atau arah yang akan diikuti jika dibenturkan pada pilihan serupa, untuk memberikan guidance dan koridor-koridor bagi anak-anak di sekitar kita untuk menentukan pilihan terbaik bagi hidup dan masa depan mereka dengan tidak mengambil pilihan kekerasan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lebih jauh lagi menjadi tanggung jawab bagi semua orang di belahan dunia manapun untuk tidak meciptakan situasi-situasi dimana kekerasan menjadi alternative solusi (yang berdasarkan pengalaman selama ini tidak pernah menjadi sebuah pilihan terbaik). Kekerasan sebagai sebuah pilihan seharusnya ditempatkan pada deretan paling akhir dan sedikit-demi sedikit dihilangkan dari daftar pilihan yang akan kita ambil untuk memecahkan permasalahan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya teringat akan kalimat dalam sebuah film a few good men di bagian akhir, “We should fight for them who can not fight for themselves”. Tentu saja saya tidak akan mengartikan fight di sini sebagai berkelahi atau bertempur atau berperang akan tetapi lebih pada konteks bagaimana kita sebagai orang-orang yang memiliki kapabilitas dan kesempatan lebih berusaha untuk menjaga dan menciptakan sebuah harmoni dalam kehidupan damai untuk semua orang termasuk mereka yang belum mampu menciptakan sebuah pilihan…&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-2880920988743442737?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/2880920988743442737/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=2880920988743442737' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/2880920988743442737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/2880920988743442737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/anak-anak-dalam-lingkaran-kekerasan.html' title='anak-anak dalam lingkaran kekerasan'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-888022195793828514</id><published>2009-11-10T21:34:00.001+07:00</published><updated>2009-11-16T22:10:46.431+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>pribadi-pribadi yang menemani dalam peziarahan kehidupan</title><content type='html'>&lt;small&gt;May 6th, 2006&lt;/small&gt;      &lt;div class="entry"&gt;      &lt;p&gt;hidup ini memiliki banyak konsep dan bisa diartikan atau diejawantahkan seturut pengetahuan dan pengalaman setiap pribadi…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ketika hidup yang fana, dimaknai sebagai suatu peziarahan pribadi, maka dibutuhkan suatu keputusan untuk melepaskan diri dari kelekatan-kelekatan yang akan memberatkan langkah peziarahan kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;namun sungguh, pribadi-pribadi yang datang, hadir, pergi - menemani dalam tapak-tapak jalan peziarahan kita memberikan banyak sekali hal yang sangat berpengaruh dalam proses aktivitas dan dinamika langkah yang diambil. dinamika yang terjadi dipenuhi dengan berbagai macam warna dan rona emosi, ada tangis dan air mata di sana, tetapi bisa kita temukan pula senyum dan tawa bahagia. ada benci, cacian dan hujatan bergandengan bersama, cinta, pujian, dan peneguhan. semua memeluk erat dalam kehidupan yang terus melangkah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;===================================================================&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ketika aku masuk ke diriku dan sejenak melihat ke belakang, memang tak semuanya tergambar dengan indah - tapi aku sungguh merasa beruntung dan bersyukur untuk semua yang telah terjadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dan aku ingin menghaturkan syukur untuk semua pribadi yang pernah, sedang, dan akan hadir dalam peziarahan kehidupanku. karena aku sungguh menjadi penuh karenanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;terima kasih, untuk yang terkasih&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-888022195793828514?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/888022195793828514/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=888022195793828514' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/888022195793828514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/888022195793828514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/pribadi-pribadi-yang-menemani-dalam.html' title='pribadi-pribadi yang menemani dalam peziarahan kehidupan'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-4692881320437459624</id><published>2009-11-10T21:27:00.000+07:00</published><updated>2009-11-16T22:10:46.432+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>apa yang sebenarnya kau inginkan - antara realita dan perasaan</title><content type='html'>&lt;small&gt;April 14th, 2006&lt;/small&gt;      &lt;div class="entry"&gt;      &lt;p&gt;lepas jumat agung, sabtu 01.20 am&lt;/p&gt; &lt;p&gt;aku bicara pada diriku:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;aku mengerti perasaanmu,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;aku mengerti gejolak di hatimu,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;aku mengerti kebutuhanmu,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;aku mengerti sepenuhnya semua yang ada di dirimu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;tapi semuanya menjadi sulit kupahami ketika aku masuk dalam bingkai realita dan aku masih membawa serta semua yang ada di perasaan dan pemikiranmu, hati dan otakmu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;rasionalitas kadang berarti pembenaran walaupun dalam konteks lingkaran hati dan perasaaan tak bisa kau tarikan rasionalitasmu dengan penuh…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;aku mendukungmu selalu, hanya terkadang aku bingung dan tak mengerti…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;lalu aku menjawab pada diriku:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;terimakasih untuk selalu mendukungku dan mencoba untuk selalu memahamiku karena terkadang aku pun tak selalu mengerti tarian perasaan dan keinginanku dalam bingkai realitas panggung kehidupanku&lt;/p&gt; &lt;p&gt;yang terkasih, aku selalu menyayangimu…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;lalu sunyi, senyap, aku berpelukan dengan diriku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;apapun yang terjadi, diriku akan selalu mengasihiku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;-jogja, she will be loved dari maroon five adalah latar kami saat itu&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-4692881320437459624?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/4692881320437459624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=4692881320437459624' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/4692881320437459624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/4692881320437459624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/apa-yang-sebenarnya-kau-inginkan-antara.html' title='apa yang sebenarnya kau inginkan - antara realita dan perasaan'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-2564229823611325567</id><published>2009-11-10T21:24:00.000+07:00</published><updated>2009-11-16T22:10:46.432+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>minggu palma, di dalam KRL ekonomi jakarta - bogor - jakarta</title><content type='html'>&lt;small&gt;April 9th, 2006&lt;/small&gt;      &lt;div class="entry"&gt;      &lt;p&gt;tuhan,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;maafkan aku untuk jarang bersyukur…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;atas anggota tubuh yang lengkap kau berikan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;atas pekerjaan layak yang kuperoleh dengan pertolonganmu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;atas pakaian dan barang-barang yang kumiliki karena berkatmu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;atas kebahagiaan dan kecukupan yang engkau lengkapi selalu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;tuhan,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;tidak sedikit orang yang tidak seberuntung aku…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dan mampukan kami mewujudkan kebahagiaan, termasuk bagi saudara-saudara kami yang tidak beruntung tersebut - seperti engkau yang menganugerahkan berkat dan kebahagiaan bagi semua orang…&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-2564229823611325567?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/2564229823611325567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=2564229823611325567' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/2564229823611325567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/2564229823611325567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/minggu-palma-di-dalam-krl-ekonomi.html' title='minggu palma, di dalam KRL ekonomi jakarta - bogor - jakarta'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4513844902655707055.post-1985154430075808556</id><published>2009-11-10T21:05:00.000+07:00</published><updated>2009-11-16T22:10:46.432+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>beach club</title><content type='html'>kuala lumpur, april 1 2006 01.20&lt;div class="entry"&gt; &lt;p&gt;beach club cafe…konfrontasi antara pemikiran, perasaan, dan keinginan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;manusia, apa yang kau cari sebenarnya…&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4513844902655707055-1985154430075808556?l=ngupadigusti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/feeds/1985154430075808556/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4513844902655707055&amp;postID=1985154430075808556' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/1985154430075808556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4513844902655707055/posts/default/1985154430075808556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ngupadigusti.blogspot.com/2009/11/beach-club.html' title='beach club'/><author><name>St. Wisnu Kumara Jati</name><uri>https://profiles.google.com/109265858601457780712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-gaoI0jAuq2E/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAGY/0kb2B2nra0A/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
